Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang merasa tersinggung atas pernyataannya terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utamanya tetap sama: anggaran harus dihabiskan agar ekonomi nasional bergerak optimal.
“Kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi yang benar lah, habiskan tuh duit,” tegas Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, kebijakan mendorong percepatan belanja dilakukan agar ekonomi daerah dan nasional bisa berjalan selaras dengan arah kebijakan fiskal pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa masih banyak anggaran daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selama beberapa bulan terakhir, Menkeu Purbaya gencar melakukan safari ke sejumlah K/L dan Pemda yang serapan anggarannya rendah. Ia juga menyoroti dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan, sehingga belum memberi efek pada pertumbuhan ekonomi.
“Saya nggak intervensi kebijakan. Saya datang ke mereka, tanya programnya apa, lalu bantu supaya uangnya bisa segera digunakan. Kalau uangnya nganggur, saya tetap bayar bunga dan ekonomi tidak terdorong,” jelasnya.
Purbaya juga mengakui bahwa sebagian pejabat kementerian mungkin kurang senang dengan pendekatannya yang tegas. Namun, ia menilai langkah tersebut penting untuk mendorong serapan anggaran menjelang akhir tahun.
Berdasarkan laporan APBN KiTa per September 2025, total belanja K/L yang belum terserap mencapai Rp 474,7 triliun. Purbaya telah mengingatkan agar kementerian segera menyiapkan program agar dana tersebut bisa segera digunakan.
Ia bahkan menegaskan akan melakukan penyisiran dan relokasi anggaran jika K/L tidak mampu menyerap dana sebelum akhir Oktober.
“Tinggal 16 hari lagi untuk mempersiapkan penyerapan sampai akhir tahun. Kalau tidak, saya akan sisir dan pindahkan ke program lain yang bisa menyerap,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, 14 Oktober 2025.
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa ekspansi fiskal masih akan dilakukan secara terbatas, dan rasio defisit APBN tetap dijaga di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Kami pastikan dana yang ada digunakan secara optimal untuk mendorong ekonomi lebih cepat,” tegasnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar