Rabu, 20 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW).

Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics, Intan Salsabila Firman, menuturkan bahwa kondisi ini menuntut penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon.

“Indonesia memiliki potensi energi hijau yang melimpah, dan pembangunan green data center dapat mendorong permintaan besar terhadap energi terbarukan,” ujar Intan dalam keterangan resmi, Kamis (6/11/2025).

Meski memiliki ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai USD 90 miliar pada 2024, kapasitas data center Indonesia baru sekitar 456 megawatt (MW). Jumlah itu masih jauh di bawah Singapura (1,02 GW) dan Malaysia (1,2 GW).

Singapura telah lebih dulu memantapkan diri sebagai hub pusat data regional, sementara Malaysia secara agresif mempercepat pembangunan kapasitas pusat datanya melalui insentif investasi dan kebijakan yang menarik bagi investor global.

“Studi kami menemukan bahwa kesiapan infrastruktur data center Indonesia masih rendah, sehingga investor hyperscaler cenderung kurang tertarik menempatkan investasi baru dibanding negara tetangga,” ungkap Intan.

Intan menambahkan, Indonesia belum memiliki kebijakan khusus yang mengatur pengembangan data center berkelanjutan. Sejumlah operator yang berupaya membangun green data center masih mengacu pada standar bangunan hijau nasional, bukan standar internasional seperti ISO 14001 dan ISO 50001.

Akibatnya, praktik efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan di sektor ini belum sejalan dengan standar global.
Padahal, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai 3.686 GW, tetapi aksesnya masih terbatas akibat infrastruktur yang belum merata.

“Penting dilakukan reformasi kebijakan energi terbarukan untuk menarik investasi asing dan mempercepat pembangunan green data center,” jelasnya.

Dari hasil pemodelan konsorsium studi green data center, biaya energi terbarukan di Indonesia masih tergolong tinggi. Saat ini, skema yang paling kompetitif untuk pendanaan energi pusat data dilakukan melalui Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Namun, sebagian perusahaan hyperscaler lebih memilih koneksi langsung dengan sumber energi hijau agar menjamin transparansi dan keberlanjutan operasionalnya.

“Untuk menarik investasi green data center, Indonesia perlu meningkatkan kesiapan digital (digital readiness) serta menghijaukan jaringan listrik (greening the grid),” tambah Intan.

Langkah tersebut mencakup pengembangan talenta digital, peningkatan literasi teknologi, serta memperkuat jaringan listrik nasional agar lebih fleksibel dan mampu mengintegrasikan energi terbarukan secara optimal.

 

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda Indonesia Terbangkan 20 Ton Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut dan Sumbar

    Garuda Indonesia Terbangkan 20 Ton Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia Group mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total lebih dari 20 ton bantuan logistik diterbangkan langsung ke tiga provinsi tersebut. Pengiriman dilakukan lewat koordinasi bersama BUMN, Danantara, dan seluruh unit operasional Garuda Indonesia Group. Setibanya di Bandara Banda Aceh, Medan, dan […]

  • Pertamina Setor Dividen Rp 42,1 Triliun ke Danantara, Tertinggi di BUMN

    Pertamina Setor Dividen Rp 42,1 Triliun ke Danantara, Tertinggi di BUMN

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) menargetkan setoran dividen dari kinerja keuangan tahun buku 2024 kepada Danantara Indonesia tahun ini bisa mencapai Rp 42,1 triliun. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa kontribusi Pertamina kepada negara merupakan yang terbesar di antara seluruh BUMN. Oki menjelaskan, kontribusi tersebut konsisten berada di kisaran Rp 300 triliun per […]

  • Rupiah Perkasa Pagi Ini, Sentuh Level Segini

    Rupiah Perkasa Pagi Ini, Sentuh Level Segini

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.987 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, rupiah naik 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.987 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.002 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia […]

  • Satgas PRR Rampungkan 357 Hunian Tetap Pascabencana Sumatera, Progres Naik 43,9 Persen dalam Tiga Hari

    Satgas PRR Rampungkan 357 Hunian Tetap Pascabencana Sumatera, Progres Naik 43,9 Persen dalam Tiga Hari

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hingga 11 Mei 2026, sebanyak 357 unit huntap telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak. Data tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan capaian pada 8 Mei 2026 yang masih berada di angka 248 unit. Dalam rentang […]

  • Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali terpukul Kamis (9/4/2026) pagi ini. Pelemahan ini terjadi karena tertekan sentimen global di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp17.012 […]

  • BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan mengalami cuaca hujan ringan hingga hujan petir pada Selasa, 4 November 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah bagian tengah dan timur provinsi. Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, Kabupaten Batanghari dan Kota Jambi […]

expand_less