Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW).

Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics, Intan Salsabila Firman, menuturkan bahwa kondisi ini menuntut penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon.

“Indonesia memiliki potensi energi hijau yang melimpah, dan pembangunan green data center dapat mendorong permintaan besar terhadap energi terbarukan,” ujar Intan dalam keterangan resmi, Kamis (6/11/2025).

Meski memiliki ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai USD 90 miliar pada 2024, kapasitas data center Indonesia baru sekitar 456 megawatt (MW). Jumlah itu masih jauh di bawah Singapura (1,02 GW) dan Malaysia (1,2 GW).

Singapura telah lebih dulu memantapkan diri sebagai hub pusat data regional, sementara Malaysia secara agresif mempercepat pembangunan kapasitas pusat datanya melalui insentif investasi dan kebijakan yang menarik bagi investor global.

“Studi kami menemukan bahwa kesiapan infrastruktur data center Indonesia masih rendah, sehingga investor hyperscaler cenderung kurang tertarik menempatkan investasi baru dibanding negara tetangga,” ungkap Intan.

Intan menambahkan, Indonesia belum memiliki kebijakan khusus yang mengatur pengembangan data center berkelanjutan. Sejumlah operator yang berupaya membangun green data center masih mengacu pada standar bangunan hijau nasional, bukan standar internasional seperti ISO 14001 dan ISO 50001.

Akibatnya, praktik efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan di sektor ini belum sejalan dengan standar global.
Padahal, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai 3.686 GW, tetapi aksesnya masih terbatas akibat infrastruktur yang belum merata.

“Penting dilakukan reformasi kebijakan energi terbarukan untuk menarik investasi asing dan mempercepat pembangunan green data center,” jelasnya.

Dari hasil pemodelan konsorsium studi green data center, biaya energi terbarukan di Indonesia masih tergolong tinggi. Saat ini, skema yang paling kompetitif untuk pendanaan energi pusat data dilakukan melalui Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Namun, sebagian perusahaan hyperscaler lebih memilih koneksi langsung dengan sumber energi hijau agar menjamin transparansi dan keberlanjutan operasionalnya.

“Untuk menarik investasi green data center, Indonesia perlu meningkatkan kesiapan digital (digital readiness) serta menghijaukan jaringan listrik (greening the grid),” tambah Intan.

Langkah tersebut mencakup pengembangan talenta digital, peningkatan literasi teknologi, serta memperkuat jaringan listrik nasional agar lebih fleksibel dan mampu mengintegrasikan energi terbarukan secara optimal.

 

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawang Putih Impor Segera Masuk, Pemerintah Pastikan Harga Turun Jelang Ramadan

    Bawang Putih Impor Segera Masuk, Pemerintah Pastikan Harga Turun Jelang Ramadan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor akan segera masuk ke pasar domestik. Langkah ini diharapkan mampu menekan kenaikan harga bawang putih yang terus melonjak menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan pemerintah telah menerbitkan seluruh persetujuan impor (PI) bawang putih bagi pelaku […]

  • OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan kepada bank-bank milik negara (Himbara) terkait rencana menaikkan suku bunga deposito valas atau valuta asing. Rencana tersebut kabarnya akan diterapkan pada 5 November 2025, dengan bunga deposito USD (dolar AS) naik menjadi 4%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, keputusan penetapan bunga deposito dalam […]

  • Harga Perak Antam Merosot Tajam

    Harga Perak Antam Merosot Tajam

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam terpantau merosot tajam pada Kamis (26/3/2026). Harga perak Antam hari ini susut Rp850 menjadi Rp45.700 per gram dari sebelumnya Rp46.550 per gram. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga perak sempat melonjak cukup tajam. Pada Rabu (25/3/2026), harga perak Antam naik Rp2.100 hingga mencapai Rp46.550 per gram dari posisi […]

  • Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia menilai dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih di bawah 20 persen, sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand. […]

  • Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali bersemangat pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah kini menguat ke level Rp16.889 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, mata uang Indonesia bergerak menguat 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.889 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup berada diposisi Rp16.911 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata […]

  • Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perdebatan mengenai biaya pembangunan rumah bergaya industrial dibandingkan dengan minimalis kerap muncul di tengah masyarakat. Namun, benarkah jika rumah bergaya industrial lebih mahal ketimbang minimalis? Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto atau akrab disapa Boegar menegaskan, pertanyaan tersebut pada dasarnya tidak dapat dijawab secara absolut. “Biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh […]

expand_less