Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Brent di USD 63,38 per Barel dan WTI di USD 59,43

Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Brent di USD 63,38 per Barel dan WTI di USD 59,43

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Kamis (6/11/2025) atau Jumat pagi waktu Jakarta. Penurunan ini terjadi karena investor menimbang potensi kelebihan pasokan serta pelemahan permintaan dari Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia. Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent turun 0,22% atau 14 sen menjadi USD 63,38 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,29% atau 17 sen ke posisi USD 59,43 per barel.

Penurunan harga ini memperpanjang tren negatif selama tiga bulan berturut-turut, di tengah kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan global. Kondisi ini dipicu oleh OPEC+ yang terus meningkatkan produksi, ditambah produksi tinggi dari negara produsen minyak non-OPEC.

“Pasar terus dihantui oleh kelebihan pasokan terbesar dalam sejarah, dan ini menjadi hambatan utama bagi harga minyak,” ujar John Kilduff, mitra di Again Capital, dikutip dari CNBC.

Selain pasokan, permintaan global juga menjadi sorotan. Hingga 4 November 2025, permintaan minyak dunia hanya naik sekitar 850.000 barel per hari, di bawah proyeksi 900.000 barel per hari yang sebelumnya diperkirakan oleh JPMorgan.

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak juga melemah setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah AS naik 5,2 juta barel menjadi 421,2 juta barel dalam sepekan terakhir.

Kilduff menambahkan, “Rendahnya tingkat operasional kilang di AS menunjukkan lemahnya permintaan minyak mentah, terutama karena masih berlangsungnya musim pemeliharaan kilang. Faktor ini secara fundamental menekan harga minyak dunia.”

Selain data stok dan permintaan, harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh kebijakan produksi dari Arab Saudi dan negara anggota OPEC+ lainnya. Arab Saudi dikabarkan mulai menurunkan harga jual minyaknya ke pasar Asia dan Eropa untuk menjaga pangsa pasar di tengah persaingan ketat.

Dengan tren ini, analis memperkirakan harga minyak akan tetap berada di kisaran USD 60–65 per barel dalam jangka pendek, kecuali ada kejutan geopolitik atau pemangkasan produksi besar-besaran dari OPEC+.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah dua bulan berturut-turut melemah, penjualan eceran nasional akhirnya tumbuh lagi pada Agustus 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan sebesar 0,6% secara bulanan (month to month/MtM), berbalik arah dari kontraksi -4,1% di Juli dan -0,2% di Juni. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan ini bersifat musiman karena adanya […]

  • Canon-PT Datascrip Donasikan Printer Melalui Program CSR Mencetak Potensi Negeri

    Canon-PT Datascrip Donasikan Printer Melalui Program CSR Mencetak Potensi Negeri

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam rangka merayakan kerja sama yang ke-49 tahun, PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia, mempertegas komitmennya terhadap kemajuan bangsa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Mencetak Potensi Negeri”. Pada bulan Agustus dan September 2025, program ini menyalurkan total 588 unit printer Canon Mega Tank G1730 untuk mendukung […]

  • Rupiah Tak Berdaya! Pagi Ini Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS

    Rupiah Tak Berdaya! Pagi Ini Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah jeblok lagi. Pada perdagangan Jumat (19/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini rupiah di level Rp17.845 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, mata uang Indonesia melemah 51 poin atau tergerus 0,29 persen menjadi Rp17.845 per dolar AS. Penutupan sebelumnya rupiah diposisi Rp17.794 per […]

  • Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ramai diserbu asing dengan mencatatkan net foreign buy, pada sesi pertama perdagangan, Kamis (18/12/2025). Menurut data Stockbit, saham Bank Mandiri terpantau bergerak menguat sebesar 2,49% pada sesi I perdagangan hari ini. Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 82,6 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, […]

  • Langgar Pakta Integritas, Bulog Jambi Putus Kerja Sama RPK Cahaya Barokah Milik Istri Lurah Penyengat Rendah

    Langgar Pakta Integritas, Bulog Jambi Putus Kerja Sama RPK Cahaya Barokah Milik Istri Lurah Penyengat Rendah

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog Kanwil Jambi resmi memutus kerja sama Rumah Pangan Kita (RPK) Cahaya Barokah milik istri Lurah Penyengat Rendah Muhammad Haikal Fahlevi. Pemutusan dilakukan setelah RPK tersebut terbukti melanggar pakta integritas dengan menjual MinyaKita tidak kepada konsumen akhir serta menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Manajer Bisnis Perum Bulog […]

  • Tergelincir ke Zona Merah, IHSG Dibuka Terkoreksi ke  8.583

    Tergelincir ke Zona Merah, IHSG Dibuka Terkoreksi ke 8.583

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi saat perdagangan dibuka pagi ini. Indeks komposit sempat naik ke zona hijau sesaat. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 0,02% menjadi 8.583,35. Indeks sempat menguat ke teritori positif menyentuh level tertinggi 8.611,33 sebelum turun hingga mencapai 8.576,65. Sebanyak 242 saham menguat, 258 saham melemah, dan 183 […]

expand_less