Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pasar minyak dunia diperkirakan belum akan kembali stabil dalam waktu dekat. Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin H. Nasser, menyebut normalisasi baru mungkin terjadi pada 2027 apabila gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.

Dalam paparan kinerja kuartal pertama perusahaan, Nasser mengatakan bahwa sekalipun jalur pelayaran itu dibuka saat ini, pasar tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali seimbang. Ia menilai keterlambatan pembukaan hanya beberapa pekan dapat memperpanjang krisis hingga beberapa tahun ke depan.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan. Sebelum konflik meningkat, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz, menjadikannya salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Dampak gangguan ini terlihat nyata pada sektor logistik. Lebih dari 600 kapal tanker dilaporkan tertahan di kawasan Teluk Persia, sementara ratusan kapal lain menunggu giliran untuk melintas. Kondisi tersebut memicu ketidakseimbangan armada global dan mengganggu rantai pasok energi secara luas.

Nasser memperkirakan pasar kehilangan sekitar 100 juta barel minyak setiap pekan sejak jalur tersebut terganggu. Secara kumulatif, kehilangan pasokan telah melampaui 1 miliar barel. Meski demikian, sebagian kerugian berhasil ditekan melalui pengalihan distribusi dan pemanfaatan cadangan minyak strategis.

Sebagai langkah mitigasi, Saudi Aramco mengoptimalkan jalur pipa timur-barat yang mengalirkan minyak ke Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Namun kapasitasnya dinilai belum mampu sepenuhnya menggantikan peran jalur laut tersebut.

Di tengah kondisi ini, persediaan minyak global terus menyusut, terutama untuk produk turunan seperti bensin dan bahan bakar pesawat. Situasi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena terjadi menjelang musim liburan musim panas, ketika permintaan energi biasanya meningkat.

Nasser menegaskan tekanan terhadap pasokan energi global terus meningkat setiap hari. Ia menyebut gangguan di Selat Hormuz sebagai salah satu guncangan terbesar dalam sejarah modern pasar energi dunia.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Gram UBS dan Galeri24  Dipatok Segini, Buruan!

    1 Gram UBS dan Galeri24 Dipatok Segini, Buruan!

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari dua jenama terkemuka, Galeri24 dan UBS, menunjukkan stabil dan tidak ada perubahan dibanding kemarin. Masih kompak stabil tersebut dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (5/1/2026). Harga jual emas Galeri24 masih tetap berada di angka Rp2.522.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS juga stagnan dengan berada di angka Rp2.559.000. […]

  • 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil. Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang […]

  • Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat. Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada […]

  • Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ini bisa jadi sebagai pertimbangan bagi Anda yang hendak membeli mobil. Sebab, ada sejumlah mobil yang “disuntik mati” di Indonesia. Sebagaimana dilansir Katadata.co.id, penjualan empat mobil dihentikan untuk digantikan varian ataupun produk baru. Empat pabrikan otomotif tersebut yakni Suzuki, Toyota, Chery, Honda. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, penjualan Baleno untuk pasar Indonesia dihentikan. […]

  • Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Lindungi Pegawai Nakal

    Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Lindungi Pegawai Nakal

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan memberikan perlindungan bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang terlibat kasus hukum. Pernyataan ini disampaikan usai Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor Bea Cukai beberapa hari lalu. “Kejagung pernah bertanya, kalau ada yang salah di Bea Cukai dilindungi apa nggak? Saya bilang nggak! […]

  • FIFA Resmi Luncurkan FIFA ASEAN Cup, Turnamen Khusus untuk Asia Tenggara

    FIFA Resmi Luncurkan FIFA ASEAN Cup, Turnamen Khusus untuk Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden FIFA Gianni Infantino resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup, turnamen sepak bola baru yang akan menjadi ajang khusus bagi negara-negara Asia Tenggara. Peluncuran dilakukan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10). Acara peluncuran ini berlangsung setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gianni Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN […]

expand_less