Xi Jinping, Putin dan Erdogan Bertemu di Tengah Sanksi AS terhadap Iran
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Recep Tayyip Erdogan akan bertemu di Kirgistan pada Senin (31/8) ini, di tengah sanksi ekonomi AS terhadap Iran. (AFP/ALEXANDER KAZAKOV)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bertemu di Bishkek, Kirgistan, Senin, 31 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.
Ketiga pemimpin tersebut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organisation (SCO). Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.
SCO merupakan organisasi yang beranggotakan sejumlah negara Asia dan Eurasia, termasuk China, Rusia, India, Pakistan, Iran, serta negara-negara Asia Tengah dan Belarus. Turki, meski bukan anggota penuh, juga menjadi salah satu mitra dialog organisasi tersebut.
Pertemuan para pemimpin ini mendapat perhatian karena berlangsung ketika Rusia dan Iran menghadapi berbagai sanksi ekonomi dari negara-negara Barat. Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir memperkuat hubungan di bidang ekonomi dan militer. Hubungan tersebut semakin erat setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperingatkan Rusia dan China agar tidak memasok persenjataan kepada Iran. Juru bicara Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Putin dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden China Xi Jinping.
Selain membahas kerja sama antarnegara anggota, KTT SCO juga menjadi ruang bagi Rusia dan China untuk mendorong gagasan mengenai tatanan dunia multipolar. China sendiri terus memperluas pengaruh ekonominya di Asia Tengah. Kedatangan Xi ke Kirgistan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara tersebut.
Sementara itu, posisi Iran dalam SCO menjadi semakin strategis di tengah tekanan ekonomi dan politik dari Amerika Serikat. SCO secara resmi menyatakan bahwa organisasi tersebut bukan aliansi yang ditujukan untuk menghadapi negara tertentu. Namun, Rusia dan China dalam sejumlah pertemuan sebelumnya kerap mengkritik kebijakan negara-negara Barat.
KTT di Kirgistan kali ini diperkirakan menjadi momentum penting bagi para pemimpin untuk membahas kerja sama ekonomi, keamanan regional, serta dinamika geopolitik yang berkembang di tengah ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat.
- Penulis: say say
