Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Xi Jinping, Putin dan Erdogan Bertemu di Tengah Sanksi AS terhadap Iran

Xi Jinping, Putin dan Erdogan Bertemu di Tengah Sanksi AS terhadap Iran

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bertemu di Bishkek, Kirgistan, Senin, 31 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.

Ketiga pemimpin tersebut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organisation (SCO). Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.

SCO merupakan organisasi yang beranggotakan sejumlah negara Asia dan Eurasia, termasuk China, Rusia, India, Pakistan, Iran, serta negara-negara Asia Tengah dan Belarus. Turki, meski bukan anggota penuh, juga menjadi salah satu mitra dialog organisasi tersebut.

Pertemuan para pemimpin ini mendapat perhatian karena berlangsung ketika Rusia dan Iran menghadapi berbagai sanksi ekonomi dari negara-negara Barat. Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir memperkuat hubungan di bidang ekonomi dan militer. Hubungan tersebut semakin erat setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperingatkan Rusia dan China agar tidak memasok persenjataan kepada Iran. Juru bicara Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Putin dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden China Xi Jinping.

Selain membahas kerja sama antarnegara anggota, KTT SCO juga menjadi ruang bagi Rusia dan China untuk mendorong gagasan mengenai tatanan dunia multipolar. China sendiri terus memperluas pengaruh ekonominya di Asia Tengah. Kedatangan Xi ke Kirgistan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara tersebut.

Sementara itu, posisi Iran dalam SCO menjadi semakin strategis di tengah tekanan ekonomi dan politik dari Amerika Serikat. SCO secara resmi menyatakan bahwa organisasi tersebut bukan aliansi yang ditujukan untuk menghadapi negara tertentu. Namun, Rusia dan China dalam sejumlah pertemuan sebelumnya kerap mengkritik kebijakan negara-negara Barat.

KTT di Kirgistan kali ini diperkirakan menjadi momentum penting bagi para pemimpin untuk membahas kerja sama ekonomi, keamanan regional, serta dinamika geopolitik yang berkembang di tengah ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marak Penipuan Digital, OJK Minta Masyarakat Waspadai Modus Scam Online

    Marak Penipuan Digital, OJK Minta Masyarakat Waspadai Modus Scam Online

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat perlindungan konsumen di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital atau scam yang dinilai tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), guna meningkatkan pemahaman para […]

  • Promosikan Indonesia Kemenpar Gandeng GIPI di Ajang MICE Global

    Promosikan Indonesia Kemenpar Gandeng GIPI di Ajang MICE Global

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya meningkatkan citra Indonesia di mata dunia sebagai salah satu destinasi utama wisata dan kegiatan MICE (meetings, incentives, conferences, exhibitions). Untuk itu upaya yang akan dilakukan diantaranya melalui kolaborasi dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dalam penyelenggaraan Southeast Asia Business Forum (Seabef) dan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025. […]

  • Harga Perak Antam Naik Lagi, Cek Daftar Lengkapnya Disini

    Harga Perak Antam Naik Lagi, Cek Daftar Lengkapnya Disini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk Antam terpantau melejit pada Senin (12/1/2026). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam meroket Rp 1.356 ke level Rp 51.156 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Sabtu (10/1/2026) melonjak tinggi Rp 1.900 ke level Rp 49.800 per gram. Harga perak Antam pada Jumat (9/1/2026) sempat jatuh Rp […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Rabu (14/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas pangan utama belum menunjukkan gejolak berarti, meski beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga. Untuk komoditas beras, harga masih bergerak stabil. Beras Naruto dan Beras Belido masing-masing […]

  • UMP Jambi 2026 Jadi Rp 3.574.161 Jika Diputuskan Naik 10,5 Persen Play Button

    UMP Jambi 2026 Jadi Rp 3.574.161 Jika Diputuskan Naik 10,5 Persen

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Berapa besaran UMP Jambi 2026 dan untuk seluruh provinsi di Indonesia belum diumumkan. Pemerintah rencananya baru akan mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) 2026 pada 21 November. Namun, kisaran kenaikan UMP termasuk UMP Jambi 2026 sudah berseliweran. Perkiraan besaran UMP 2026 ini mengacu pada tuntutan Konfederasi Setrikat Pekerja Indonesia (KSPI). KSPI sebagaimana disampaikan oleh […]

  • Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap empat modus utama yang selama ini digunakan eksportir untuk menghindari kewajiban pembayaran bea keluar atas sejumlah komoditas. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan dari sektor kepabeanan. Purbaya menjelaskan, modus pertama adalah kesalahan administratif dalam penyampaian dokumen ekspor. Kesalahan tersebut ditemukan pada jenis […]

expand_less