Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Dari Batok Kelapa Jadi Cuan, Warga Binaan Lapas Muara Sabak Ekspor Arang ke Asia

Dari Batok Kelapa Jadi Cuan, Warga Binaan Lapas Muara Sabak Ekspor Arang ke Asia

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Batok kelapa yang biasanya dianggap sebagai limbah ternyata bisa mendatangkan cuan. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Narkotika Muara Sabak, Jambi, tempurung kelapa diolah menjadi arang hingga berhasil menembus pasar ekspor.

Untuk pertama kalinya, Lapas Narkotika Muara Sabak melepas 6,8 ton arang tempurung kelapa hasil produksi warga binaan. Produk tersebut selanjutnya akan dikirim ke sejumlah negara di Asia, seperti India, Bangladesh, Arab Saudi, dan China. Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Muara Sabak, Hendra Turnip, mengatakan produksi arang tersebut melibatkan sembilan warga binaan.

“Hari ini kita melepas arang tempurung hasil pengolahan yang dilakukan warga binaan dan petugas lapas,” kata Hendra di Muara Sabak, Senin.

Untuk tahap awal, proses pengiriman dilakukan melalui perusahaan penampung asal Jakarta. Arang yang sudah selesai diproduksi akan dijemput dari Muara Sabak, kemudian dibawa ke Jakarta sebelum dikirim ke negara tujuan.

Program ini berawal dari ide memanfaatkan potensi perkebunan kelapa yang cukup melimpah di wilayah tersebut. Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Muhammad Askari Utomo mengatakan tempurung kelapa dipilih karena mudah diperoleh dan memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan baik.

Menariknya, bahan baku arang berasal dari keluarga warga binaan. Pihak lapas kemudian membantu proses pembakaran dan membuka akses pasar untuk produk tersebut.

Saat ini, harga arang tempurung kelapa di tingkat perusahaan penampung mencapai sekitar Rp11 ribu per kilogram. Dengan produksi 6,8 ton, nilai penjualan kotor dari ekspor perdana ini mencapai sekitar Rp74,8 juta.

Hasil penjualan nantinya tidak hanya menjadi pemasukan kegiatan produksi. Keuntungan akan dikembalikan kepada keluarga warga binaan setelah dikurangi biaya produksi, premi bagi pekerja, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Keuntungan kita kembalikan ke keluarga warga binaan. Jadi kegiatan ini sepenuhnya untuk kesejahteraan keluarga warga binaan,” ujar Askari.

Program tersebut menjadi contoh bahwa pembinaan di dalam lapas tak melulu soal keterampilan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tempurung kelapa pun bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomi dan membuka peluang warga binaan untuk tetap produktif.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk […]

  • Harga Perak Merosot Jadi Rp54.500 per Gram

    Harga Perak Merosot Jadi Rp54.500 per Gram

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak Antam turun pada perdagangan Senin, (2/2/2026). Harga perak Antam ini berlawanan dengan harga emas Antam. Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp250 menjadi Rp54.500. Sebelumnya, harga perak Antam dipatok Rp 54.750. Mengutip Yahoo Finance, harga emas dan perak dunia kompak turun. Harga emas dunia susut menyusul koreksi terbesar dalam lebih […]

  • Duel Panas Kerinci vs Sungai Penuh, Tanjabbar vs Sarolangun! Siapa Rebut Mahkota Turnamen Catur Pengprov?

    Duel Panas Kerinci vs Sungai Penuh, Tanjabbar vs Sarolangun! Siapa Rebut Mahkota Turnamen Catur Pengprov?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Aroma persaingan sudah terasa bahkan sebelum bidak pertama digerakkan. Turnamen Catur Bulanan ke-II yang digelar Pengprov Percasi Jambi di Kabupaten Kerinci 15-16  Februari 2026, dipastikan menjadi edisi paling panas sepanjang rangkaian kompetisi tahun ini. Lebih dari 120 pecatur dari delapan kabupaten/kota ambil bagian. Mereka datang bukan sekadar bertanding, tetapi membawa gengsi daerah, harga […]

  • IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5 Persen pada 2026

    IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5 Persen pada 2026

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen. Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027. Selain itu, tingkat inflasi diproyeksikan naik menjadi 3 persen pada 2026, […]

  • Harga TBS Sawit Jambi Turun Lagi, Jadi Rp3.879 per Kilogram Periode 14–20 Agustus 2026

    Harga TBS Sawit Jambi Turun Lagi, Jadi Rp3.879 per Kilogram Periode 14–20 Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali mengalami penurunan pada pertengahan Agustus 2026. Kondisi ini menjadi perhatian petani karena harga TBS turun saat komoditas sawit masih menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat di sejumlah daerah. Berdasarkan hasil rapat penetapan harga oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, harga TBS […]

  • RI Genjot Proyek E10, Etanol dari Molase Jadi ‘Bensin Hijau’ Pengganti BBM Impor

    RI Genjot Proyek E10, Etanol dari Molase Jadi ‘Bensin Hijau’ Pengganti BBM Impor

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia semakin serius mengembangkan energi hijau lewat program E10, yakni pencampuran etanol 10% ke dalam BBM. Langkah ini diharapkan mampu menekan impor minyak dan emisi karbon nasional, sejalan dengan target transisi energi bersih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana kebijakan E10 merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo […]

expand_less