IHSG Awal September Diprediksi Bergerak Terbatas, 5 Saham Ini Masuk Radar Investor
- account_circle say say
- calendar_month 37 menit yang lalu
- print Cetak

IHSG diperkirakan menguat terbatas sepekan ke depan. investor masih akan mencermati rebalancing indeks MSCI yang berlaku mulai 1 September 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan awal September 2026. Investor masih akan mencermati sejumlah sentimen global dan domestik, termasuk rebalancing indeks MSCI yang mulai berlaku 1 September.
Pada perdagangan Jumat (28/8), IHSG ditutup melemah tipis 3,62 poin atau 0,06 persen ke level 6.518. Meski demikian, sepanjang pekan terakhir Agustus, indeks masih mencatat penguatan 0,25 persen.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kapitalisasi pasar turun 0,16 persen menjadi Rp11.431 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga merosot 28,33 persen menjadi 36,05 miliar saham.
Investor asing mencatatkan jual bersih Rp482,24 miliar pada perdagangan Jumat. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp70,360 triliun.
Analis memperkirakan pergerakan IHSG pekan ini masih dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed. Nada hawkish The Fed berpotensi menekan pasar saham karena ekspektasi penurunan suku bunga semakin tertunda.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati data inflasi Indonesia Agustus 2026 yang diproyeksikan tumbuh 2,86 persen secara tahunan. Data PMI manufaktur juga menjadi perhatian karena diperkirakan berada di level 50,5 atau masih dalam zona ekspansif.
Selain itu, rebalancing indeks MSCI yang efektif mulai 1 September menjadi salah satu sentimen penting. Investor mengantisipasi kemungkinan arus dana keluar dari pasar saham Indonesia.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham dinilai memiliki peluang untuk diperhatikan. Kiwoom Sekuritas merekomendasikan PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan target 2.960 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan target 1.140.
Sementara MNC Sekuritas merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target 1.520, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan target 7.650, serta PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target 1.590.
Investor juga perlu mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau nonfarm payrolls (NFP) sebelum rapat FOMC September. Harga emas dan minyak dunia turut menjadi perhatian karena masih dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Catatan: Informasi saham di atas merupakan pemberitaan mengenai pandangan analis, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
- Penulis: say say
