Rupiah Keok Lagi! Melemah 50 Poin ke Rp17.775 per Dolar AS
- account_circle -
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang Asing di Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berbalik arah. Mata uang Indonesia tidak bertenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8/2026).
Mengutip Antara, rupiah dibuka melemah 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp17.775 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sehari sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp17.725 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah kembali menguat di tengah dinamika pasar valuta asing global.
Menariknya, pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS justru bergerak turun. Indeks dolar AS tercatat melemah 0,05 persen ke level 99,119.
Indeks dolar tersebut berbalik arah setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,25 persen.
Meski terkoreksi tipis pada perdagangan pagi ini, dolar AS masih bergerak di sekitar level tertinggi dalam sepekan terakhir. Greenback sebelumnya menguat setelah data inflasi AS sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS naik 3,7 persen secara tahunan pada Juli, tidak berubah dari Juni dan sedikit melampaui konsensus pasar di 3,6 persen.
Data inflasi tersebut menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), tetap terbuka. Kondisi ini membuat ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah semakin sempit.
Adapun, dari dalam negeri, pasar tengah menantikan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur serta jajaran Dewan Gubernur BI yang akan diumumkan Komisi XI DPR RI pada sore nanti.
Calon Gubernur BI Destry Damayanti dan calon Deputi Gubernur Senior BI Aida S telah menjalani uji kelayakan di Komisi XI DPR pada Rabu kemarin. Keduanya merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk masing-masing jabatan.
Sementara itu, dua calon Deputi Gubernur BI, yakni Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori, dijadwalkan menjalani uji kelayakan pada hari ini.
Setelah hasil seleksi diumumkan, penetapan Gubernur BI beserta jajaran Dewan Gubernur akan dilakukan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026).
Hasil seleksi menjadi perhatian pasar karena susunan pimpinan baru BI akan menentukan kesinambungan kebijakan moneter, stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan kebijakan makroprudensial.
Dalam uji kelayakan kemarin, Destry menegaskan BI Rate akan tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
“BI Rate akan diarahkan secara pre-emptive dan forward looking untuk menjaga stabilitas rupiah,” kata Destry.
Stabilisasi rupiah juga akan diperkuat melalui intervensi yang terukur serta operasi moneter yang tetap menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan.
“Stabilisasi nilai tukar rupiah akan terus diperkuat melalui smart intervention. Operasi moneter pro-market akan dioptimalkan agar transmisi kebijakan semakin efektif dan likuiditas tetap memadai bagi pasar uang, perbankan, dan sektor riil,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa stabilitas rupiah akan tetap menjadi prioritas BI, tanpa mengabaikan kebutuhan likuiditas untuk mendukung kegiatan ekonomi.(*)
Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
