Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » NTP Jambi Tembus 190,26, Tapi Biaya Hidup Petani Makin Menghimpit

NTP Jambi Tembus 190,26, Tapi Biaya Hidup Petani Makin Menghimpit

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi menjadi sinyal positif bagi ekonomi perdesaan. Namun, di balik penguatan tersebut terdapat tantangan lain yang tidak bisa diabaikan, yakni meningkatnya biaya konsumsi rumah tangga petani.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP Jambi Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni. Kenaikan tersebut terjadi ketika Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tumbuh 0,91 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 0,12 persen.

Pada bulan yang sama, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani Jambi naik 0,08 persen. Kenaikan terjadi pada hampir seluruh kelompok konsumsi rumah tangga, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru turun 0,03 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan relatif petani tetap perlu dilihat bersamaan dengan perubahan biaya hidup.

Gambaran tersebut juga terlihat dalam data 2025. BPS mencatat Ib Jambi meningkat 4,05 persen sepanjang tahun dibandingkan Januari. Pada Desember, Ib mencapai 126,26 dan menjadi level tertinggi selama 2025.

Komponen konsumsi rumah tangga menjadi bagian penting dalam pembentukan Ib. Bahkan, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) berada lebih tinggi dibandingkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM).

Artinya, perubahan biaya hidup rumah tangga petani memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pengeluaran mereka.

Tantangan tersebut menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan inflasi daerah. Pada Juli 2026, inflasi tahunan Provinsi Jambi tercatat 3,25 persen, sedangkan inflasi bulanan justru mengalami deflasi 0,06 persen. Inflasi tahun kalender mencapai 1,73 persen.

Meski demikian, kenaikan NTP memberikan bantalan positif. Dengan NTP Juli 190,26, pertumbuhan harga yang diterima petani masih lebih cepat dibandingkan kenaikan harga yang harus dibayar.

Dari sisi usaha, NTUP Jambi juga mencapai 193,94, naik 0,65 persen dibandingkan Juni.

Situasi tersebut menunjukkan ekonomi petani Jambi pada pertengahan 2026 berada dalam kondisi relatif kuat. Namun, menjaga daya beli tetap membutuhkan pengendalian biaya konsumsi dan produksi, terutama untuk kelompok petani yang pendapatannya sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas.

Sumber: BPS Provinsi Jambi, PRISMA BPS Jambi, dan BPS RI.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Batu Bara Nanjak Lagi, HBA Tembus US3,91

    Harga Batu Bara Nanjak Lagi, HBA Tembus US$123,91

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) nanjak lagi. Pada periode II Juni 2026, HBA ditetapkan naik menjadi US$123,91 per ton, dari sebelumnya US$121,83 per ton pada periode I Juni 2026. Kenaikan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diakses Rabu (17/6/2026). Tren positif ini menegaskan bahwa komoditas […]

  • Cabai Rawit Naik di Pasar Angso Duo Hari Ini

    Cabai Rawit Naik di Pasar Angso Duo Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Jambi pada Selasa, 20 Mei 2026, terpantau relatif stabil. Meski demikian, beberapa komoditas cabai tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, kenaikan terjadi pada cabai rawit hijau yang naik 9,09 persen menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai […]

  • OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Aturan ini akan mulai berlaku pada 22 Maret 2026 dan mengatur sejumlah ketentuan baru, termasuk skema co-payment sebesar 5 persen. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi mengatakan, aturan tersebut disusun […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik Tajam

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik Tajam

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian mengalami kenaikan tajam. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (29/1/2026), harga jual emas Galeri24 meroket ke angka Rp3.068.000 dari awalnya Rp2.965.000 per gram atau naik Rp103.000. Begitu pula harga emas UBS turut melonjak dari awalnya dibanderol Rp3.017.000 menjadi Rp3.136.000 per gram atau naik […]

  • Kota Jambi Memimpin Perolehan Medali Kejurprov Catur 2025, Tanjabbar Mengintai

    Kota Jambi Memimpin Perolehan Medali Kejurprov Catur 2025, Tanjabbar Mengintai

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kejuaraan Provinsi atau Kejurprov Catur 2025 di Tanjung Jabung Barat telah memasuki hari keempat. Persaingan untuk menjadi juara umum masih sangat ketat. Berdasarkan hasil sementara, Kota Jambi memimpin perolehan medali dengan 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Sementara itu, tuan rumah Tanjung Jabung Barat berada di posisi kedua dengan 5 emas, 4 […]

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

expand_less