NTP Jambi Tembus 190,26, Tapi Biaya Hidup Petani Makin Menghimpit
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

NTP Jambi meningkat, tetapi biaya konsumsi rumah tangga petani tetap menjadi tantangan. BPS mencatat NTP Juli 2026 mencapai 190,26.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi menjadi sinyal positif bagi ekonomi perdesaan. Namun, di balik penguatan tersebut terdapat tantangan lain yang tidak bisa diabaikan, yakni meningkatnya biaya konsumsi rumah tangga petani.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP Jambi Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni. Kenaikan tersebut terjadi ketika Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tumbuh 0,91 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 0,12 persen.
Pada bulan yang sama, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani Jambi naik 0,08 persen. Kenaikan terjadi pada hampir seluruh kelompok konsumsi rumah tangga, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru turun 0,03 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan relatif petani tetap perlu dilihat bersamaan dengan perubahan biaya hidup.
Gambaran tersebut juga terlihat dalam data 2025. BPS mencatat Ib Jambi meningkat 4,05 persen sepanjang tahun dibandingkan Januari. Pada Desember, Ib mencapai 126,26 dan menjadi level tertinggi selama 2025.
Komponen konsumsi rumah tangga menjadi bagian penting dalam pembentukan Ib. Bahkan, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) berada lebih tinggi dibandingkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM).
Artinya, perubahan biaya hidup rumah tangga petani memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pengeluaran mereka.
Tantangan tersebut menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan inflasi daerah. Pada Juli 2026, inflasi tahunan Provinsi Jambi tercatat 3,25 persen, sedangkan inflasi bulanan justru mengalami deflasi 0,06 persen. Inflasi tahun kalender mencapai 1,73 persen.
Meski demikian, kenaikan NTP memberikan bantalan positif. Dengan NTP Juli 190,26, pertumbuhan harga yang diterima petani masih lebih cepat dibandingkan kenaikan harga yang harus dibayar.
Dari sisi usaha, NTUP Jambi juga mencapai 193,94, naik 0,65 persen dibandingkan Juni.
Situasi tersebut menunjukkan ekonomi petani Jambi pada pertengahan 2026 berada dalam kondisi relatif kuat. Namun, menjaga daya beli tetap membutuhkan pengendalian biaya konsumsi dan produksi, terutama untuk kelompok petani yang pendapatannya sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas.
Sumber: BPS Provinsi Jambi, PRISMA BPS Jambi, dan BPS RI.
- Penulis: say say
