Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » NTP Jambi Tinggi, Tetapi Peternak dan Nelayan Masih Menghadapi Tekanan

NTP Jambi Tinggi, Tetapi Peternak dan Nelayan Masih Menghadapi Tekanan

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tingginya Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi belum sepenuhnya menggambarkan kondisi seluruh pelaku usaha pertanian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih terdapat subsektor yang menghadapi tekanan, terutama peternakan dan perikanan. Pada 2025, NTP Provinsi Jambi secara rata-rata mencapai 171,45. Angka tersebut menunjukkan posisi daya beli petani secara umum berada di atas angka dasar 100.

NTP tanaman perkebunan rakyat mencapai 189,03, hortikultura 131,68, dan tanaman pangan 106,73. Sebaliknya, NTP peternakan hanya 93,08, sedangkan perikanan berada di 99,04.

Angka di bawah 100 menjadi perhatian karena menunjukkan kenaikan harga hasil produksi belum mampu mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa yang dibayar petani dibandingkan tahun dasar.

Tekanan lebih terlihat pada usaha peternakan. BPS mencatat NTUP peternakan hanya 99,24 pada 2025. Artinya, penerimaan dari hasil produksi peternakan belum sepenuhnya mampu menutupi biaya produksi dan penambahan barang modal.

Sementara itu, kondisi perikanan relatif sedikit lebih baik dari sisi usaha. Meskipun NTP perikanan hanya 99,04, NTUP perikanan mencapai 102,70. Ini berarti penerimaan usaha perikanan masih mampu menutup biaya produksi dan penambahan barang modal, meski ruang keuntungannya relatif terbatas.

Kondisi tersebut penting diperhatikan karena NTP merupakan indikator agregat. Tingginya angka NTP Jambi terutama ikut ditopang oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat.

Data terbaru menunjukkan penguatan NTP masih berlanjut. Pada Juli 2026, NTP Jambi mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni dan 13,35 persen dibandingkan Juli 2025.

Namun, pemerintah tetap perlu melihat perkembangan masing-masing subsektor. Kebijakan yang berhasil meningkatkan pendapatan petani perkebunan belum tentu memberikan dampak yang sama kepada peternak atau nelayan.

Penguatan akses pasar, pengendalian biaya produksi, kepastian harga, serta peningkatan produktivitas menjadi penting agar kenaikan NTP tidak hanya terkonsentrasi pada subsektor tertentu.

Dengan demikian, angka NTP yang tinggi perlu dibaca secara lebih rinci. Di balik pertumbuhan agregat, masih terdapat kelompok usaha tani yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Sumber: BPS Provinsi Jambi, Nilai Tukar Petani dan Inflasi Perdesaan Provinsi Jambi 2025 dan rilis NTP Juli 2026.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

    5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kemampuan fiskal kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada 2026 menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Sejumlah daerah masih berada di kelompok terbawah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang relatif kecil. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Kota Sungai Penuh menempati posisi paling bawah dengan pendapatan hanya Rp696,94 miliar. […]

  • Kenapa Harga Properti di Jambi Terus Bergerak? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

    Kenapa Harga Properti di Jambi Terus Bergerak? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga properti di Kota Jambi menjadi salah satu indikator yang menarik untuk diperhatikan seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan investasi di daerah tersebut. Pergerakan harga properti pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi bangunan atau luas tanah. Lokasi, aksesibilitas, aktivitas ekonomi, tingkat permintaan, hingga perkembangan kawasan turut menentukan nilai sebuah properti. Berdasarkan data […]

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Pertamina Siagakan 1.866 SPBU Beroperasi 24 Jam

    Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Pertamina Siagakan 1.866 SPBU Beroperasi 24 Jam

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga kelancaran pasokan energi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satunya dengan menyiagakan 1.866 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di seluruh Indonesia. VP Retail Business Support PT Pertamina Patra Niaga Beny Harto Wijaya mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen […]

  • Pelabuhan Talang Duku Kian Aktif, Ekspor Kopi ke Mesir dan Distribusi Semen Meningkat

    Pelabuhan Talang Duku Kian Aktif, Ekspor Kopi ke Mesir dan Distribusi Semen Meningkat

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, kian menunjukkan peran strategisnya sebagai simpul logistik utama di Provinsi Jambi. Dalam waktu bersamaan, pelabuhan ini tidak hanya mendorong ekspor komoditas lokal ke pasar global, tetapi juga menjaga stabilitas distribusi industri dalam negeri. Momentum terbaru terlihat dari ekspor perdana kopi robusta asal Kerinci ke Mesir. Sebanyak 19,2 […]

  • Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP yang Langgar Komitmen, Tak Bisa Kerja di Instansi Pemerintah

    Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP yang Langgar Komitmen, Tak Bisa Kerja di Instansi Pemerintah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjatuhkan sanksi blacklist terhadap penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai melanggar komitmen dan etika sebagai penerima dana publik. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya merespons polemik alumni LPDP yang viral di media sosial. Ia menyayangkan kejadian itu dan memastikan aturan yang berlaku akan ditegakkan […]

  • Ini Strategi Bisnis Tetap Tumbuh di Tengah Ketatnya Kompetisi, Simak!

    Ini Strategi Bisnis Tetap Tumbuh di Tengah Ketatnya Kompetisi, Simak!

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah mahalnya biaya digital dan tekanan performa pemasaran, banyak brand masih mengandalkan pola lama yaitu mengganti kampanye setiap kali hasil tidak sesuai target. Visual diperbarui, influencer diganti, kanal ditambah. Namun pertumbuhan tidak selalu mengikuti. Menurut Co-Founder dan Chief Executive Officer Sepenuhati, Faiz Fashridjal, persoalannya bukan pada kurangnya kreativitas, melainkan pada absennya strategi […]

expand_less