Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dari Limbah Jadi Cuan, Batok Kelapa di Tanjung Jabung Barat Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Dari Limbah Jadi Cuan, Batok Kelapa di Tanjung Jabung Barat Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Batok kelapa yang selama ini kerap berakhir menjadi limbah mulai dilirik sebagai sumber cuan baru di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Di tangan perajin, tempurung kelapa tidak lagi sekadar sisa dari buah kelapa. Material keras dengan motif alami itu dapat diolah menjadi berbagai produk kriya, termasuk aksesori dan perhiasan yang memiliki nilai jual.

Potensi tersebut coba dikembangkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui pelatihan pembuatan aksesori berbahan dasar batok kelapa di Kantor Kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, Rabu (5/8/2026).

Sebanyak 20 peserta dari Desa Pembengis dan Kelurahan Bram Itam Kiri mengikuti pelatihan tersebut. Dekranasda menghadirkan perajin lokal, Uswatun Hasanah dari aishacraft_tjb, untuk memberikan pelatihan mulai dari pengolahan batok hingga menghasilkan aksesori yang memiliki nilai estetika.

Bahan batok kelapa dipadukan dengan kawat tembaga berwarna rose gold untuk menghasilkan kalung bernuansa etnik. Salah satu teknik yang diperkenalkan juga menghindari penggunaan vernis kimia.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., turut memantau proses pelatihan sekaligus berdialog dengan peserta. Menurut Fadhilah, pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan keterampilan membuat kerajinan. Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

“Manfaat pelatihan ini adalah untuk menambah keterampilan, memperluas ilmu pengetahuan, serta membuka lapangan kerja baru. Batok kelapa yang tadinya limbah, kita olah menjadi produk kriya bernilai tinggi yang bisa menjadi peluang usaha mandiri,” ujar Hj. Fadhilah Sadat.

Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian menyebut hampir seluruh bagian pohon kelapa memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna maupun bernilai seni. Tempurung kelapa, misalnya, dapat diolah menjadi wadah, lampu hias, peralatan makan hingga berbagai produk kerajinan. Motif alami pada tempurung juga menjadi salah satu daya tarik karena memberikan karakter berbeda pada setiap produk.

Kementerian Perindustrian juga menilai pemanfaatan tempurung kelapa menjadi produk kerajinan dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi.

Tempurung kelapa memiliki karakter keras dan motif alami yang unik. Bahan tersebut juga relatif mudah ditemukan di daerah yang memiliki aktivitas pengolahan kelapa. Artinya, peluang bisnisnya tidak hanya terletak pada produk akhirnya. Rantai ekonominya bisa berkembang dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, desain, produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Pengembangan kerajinan berbahan baku lokal menjadi semakin relevan bagi Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Tanjung Jabung Barat pada 2025 tumbuh 5,28 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 4,43 persen.

Struktur ekonomi Tanjung Jabung Barat masih didominasi lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif berbasis bahan baku lokal dapat menjadi salah satu cara memperluas nilai tambah ekonomi daerah.

Produk pertanian tidak harus berhenti sebagai komoditas mentah. Ketika limbah atau bagian yang sebelumnya kurang bernilai diolah menjadi produk kreatif, nilai ekonominya dapat meningkat sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM.

Dalam konteks batok kelapa, peluang itu muncul ketika bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diubah menjadi aksesori dengan desain, identitas dan kemasan yang menarik.

Dekranasda Tanjung Jabung Barat berharap pelatihan tersebut melahirkan lebih banyak pelaku UMKM kreatif yang mampu mengolah limbah lokal menjadi produk bernilai jual.

Produk kerajinan batok kelapa diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Tanjung Jabung Barat. Jika dikembangkan secara konsisten, produk tersebut dapat membawa cerita tentang daerah asalnya sekaligus menjadi bagian dari rantai ekonomi kreatif lokal.

Tantangannya adalah memastikan produk tidak berhenti pada tahap pelatihan. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari desain, kualitas produksi, penghitungan biaya, kemasan, pemasaran digital hingga akses pembiayaan.

Fadhilah juga memberikan pembekalan mengenai manajemen usaha dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada peserta. Usaha kerajinan tersebut disebut memiliki prospek bisnis dengan potensi keuntungan kotor mendekati 50 persen.

Pelatihan di Bram Itam Kiri memperlihatkan satu hal sederhana: bahan yang dianggap limbah bisa memiliki nilai ketika disentuh kreativitas.

Batok kelapa tidak harus berakhir sebagai sampah atau sekadar bahan bakar. Dengan desain yang tepat, bahan tersebut dapat berubah menjadi aksesori bernilai seni sekaligus produk ekonomi kreatif.

Bagi Tanjung Jabung Barat, pengembangan kerajinan seperti ini juga membuka peluang untuk memperkuat UMKM berbasis sumber daya lokal.

Dengan dukungan pelatihan, pembiayaan, pemasaran dan akses pasar yang berkelanjutan, batok kelapa berpotensi bukan hanya menjadi kerajinan rumahan, tetapi juga bagian dari cerita ekonomi kreatif Tanjung Jabung Barat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    Kinerja sektor industri nasional menunjukkan perlambatan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menilai penurunan ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan pada sektor manufaktur, meskipun masih berada di zona ekspansi. “Ini bukan sinyal […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

  • 10 Kue Lebaran Favorit di Indonesia

    10 Kue Lebaran Favorit di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari Raya Idul Fitri tidak lengkap tanpa kue Lebaran. Sajian kue kering ini bukan hanya camilan keluarga, tapi juga bingkisan untuk kerabat dan tamu yang datang ke rumah. Setiap jenis kue memiliki tekstur dan rasa khas, dari manis, gurih, hingga perpaduan keduanya, yang membuat momen mudik dan berkumpul keluarga lebih hangat. 10 kue […]

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

  • Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa keberadaan dan ekspansi toko ritel modern di daerah tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan ini disampaikan di tengah wacana pembatasan ritel modern seiring penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan bahwa aktivitas usaha ritel modern telah memiliki […]

  • Data BPS: Partisipasi Sekolah Anak Jambi Turun Tajam di Usia 16–18 Tahun

    Data BPS: Partisipasi Sekolah Anak Jambi Turun Tajam di Usia 16–18 Tahun

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Partisipasi pendidikan anak di Provinsi Jambi masih menghadapi tantangan ketika memasuki usia remaja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan semakin bertambah usia anak, semakin rendah tingkat partisipasi mereka dalam pendidikan. Berdasarkan Profil Penduduk Anak Provinsi Jambi 2025, Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 7–12 tahun mencapai 99,45 persen. Namun, angka tersebut turun menjadi […]

expand_less