Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik.

Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), nilai tukar rial kini diperdagangkan di kisaran 1.400.000 per dolar AS, mencerminkan tekanan berat yang dihadapi perekonomian Iran. Kondisi tersebut terjadi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran terkait program nuklirnya sejak September lalu.

Krisis ekonomi Iran juga dipicu dampak konflik geopolitik, termasuk perang singkat selama 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 serta serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran. Tekanan tersebut mempercepat pelemahan mata uang dan memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Inflasi di Iran tercatat bertahan di atas 40% selama satu dekade terakhir, menyebabkan harga minyak goreng, daging, dan kebutuhan sehari-hari melonjak tajam. Kondisi ini memicu kemarahan pelaku usaha, khususnya pedagang pasar tradisional, yang kesulitan menyesuaikan harga di tengah depresiasi mata uang yang terjadi hampir setiap hari.

“Pendapatan masyarakat kini hanya sepertiga hingga seperempat dari sebelumnya,” ujar Ekonom Center for Middle East and Global Order, Mahdi Ghodsi, dikutip dari New York Times.

Gelombang protes bermula dari kalangan pedagang pasar yang kemudian menyebar ke berbagai kota. Aksi demonstrasi ini dinilai memiliki makna simbolis kuat karena pedagang pasar juga pernah menjadi motor utama dalam Revolusi Iran 1979. Pemerintah Iran merespons protes dengan pembatasan internet dan komunikasi, di tengah maraknya kampanye disinformasi di media sosial.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berupaya meredam ketegangan dengan mengganti gubernur bank sentral serta mengakui secara terbuka tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Ia juga memerintahkan pemberian bantuan tunai bulanan sekitar US$7 per orang, meski dinilai ekonom belum cukup untuk mengatasi krisis struktural yang terjadi.

Di sisi lain, gejolak Iran turut berdampak pada pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat menguat di tengah kekhawatiran berkurangnya pasokan dari Iran. Harga minyak mentah Brent naik ke level US$64,01 per barel, sementara minyak WTI AS menguat ke US$59,50 per barel, menurut laporan CNBC.

Pemerintah Iran menyatakan tetap membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat, meskipun situasi politik dan keamanan terus memburuk. Gelombang protes ini disebut sebagai salah satu tantangan terbesar bagi rezim ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemnaker Tegas: Perusahaan Wajib Miliki RPTKA, 94 WNA Ilegal Didepak dari KEK Sei Mangkei

    Kemnaker Tegas: Perusahaan Wajib Miliki RPTKA, 94 WNA Ilegal Didepak dari KEK Sei Mangkei

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan sikap tegas terhadap seluruh perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) tanpa izin resmi. Pemerintah memperingatkan agar seluruh perusahaan mematuhi regulasi dan mekanisme penggunaan TKA sesuai peraturan yang berlaku. Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan bahwa Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) merupakan syarat […]

  • OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan kepada bank-bank milik negara (Himbara) terkait rencana menaikkan suku bunga deposito valas atau valuta asing. Rencana tersebut kabarnya akan diterapkan pada 5 November 2025, dengan bunga deposito USD (dolar AS) naik menjadi 4%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, keputusan penetapan bunga deposito dalam […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas hortikultura yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas bahan pangan strategis masih bertahan di level sebelumnya. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabe rawit merah. Harga cabe […]

  • IHSG Dibuka Naik 0,3% Hari Ini, Kembali Dekati Level 9.000 Didukung Sentimen APBN

    IHSG Dibuka Naik 0,3% Hari Ini, Kembali Dekati Level 9.000 Didukung Sentimen APBN

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (9/1/2026). Pada awal sesi, IHSG naik 27,15 poin atau 0,3% ke level 8.952,62, kembali mendekati area psikologis 9.000. Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 358 saham menguat, 140 saham melemah, sementara 460 saham stagnan. […]

  • Harga Sembako di Angso Duo Hari Ini: Cabai dan Ayam Broiler Naik

    Harga Sembako di Angso Duo Hari Ini: Cabai dan Ayam Broiler Naik

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau stabil pada Rabu (26/11/2025). Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga. Namun, beberapa bahan pangan penting tercatat naik, sementara satu komoditas mengalami penurunan. Kenaikan harga terjadi pada daging ayam broiler, yang kini diperdagangkan […]

  • Krakatau Steel Pangkas Utang Restrukturisasi hingga 12,5%, Dapat Keringanan 80% dari Bank Swasta

    Krakatau Steel Pangkas Utang Restrukturisasi hingga 12,5%, Dapat Keringanan 80% dari Bank Swasta

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil menyelesaikan kewajiban utang restrukturisasi lebih cepat dengan mendapatkan keringanan pokok hingga 80 persen dari empat bank swasta. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), KRAS menyampaikan bahwa pada 30 September 2025 perusahaan telah memperoleh persetujuan tertulis dari seluruh bank restrukturisasi untuk melakukan […]

expand_less