Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik.

Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), nilai tukar rial kini diperdagangkan di kisaran 1.400.000 per dolar AS, mencerminkan tekanan berat yang dihadapi perekonomian Iran. Kondisi tersebut terjadi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran terkait program nuklirnya sejak September lalu.

Krisis ekonomi Iran juga dipicu dampak konflik geopolitik, termasuk perang singkat selama 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 serta serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran. Tekanan tersebut mempercepat pelemahan mata uang dan memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Inflasi di Iran tercatat bertahan di atas 40% selama satu dekade terakhir, menyebabkan harga minyak goreng, daging, dan kebutuhan sehari-hari melonjak tajam. Kondisi ini memicu kemarahan pelaku usaha, khususnya pedagang pasar tradisional, yang kesulitan menyesuaikan harga di tengah depresiasi mata uang yang terjadi hampir setiap hari.

“Pendapatan masyarakat kini hanya sepertiga hingga seperempat dari sebelumnya,” ujar Ekonom Center for Middle East and Global Order, Mahdi Ghodsi, dikutip dari New York Times.

Gelombang protes bermula dari kalangan pedagang pasar yang kemudian menyebar ke berbagai kota. Aksi demonstrasi ini dinilai memiliki makna simbolis kuat karena pedagang pasar juga pernah menjadi motor utama dalam Revolusi Iran 1979. Pemerintah Iran merespons protes dengan pembatasan internet dan komunikasi, di tengah maraknya kampanye disinformasi di media sosial.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berupaya meredam ketegangan dengan mengganti gubernur bank sentral serta mengakui secara terbuka tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Ia juga memerintahkan pemberian bantuan tunai bulanan sekitar US$7 per orang, meski dinilai ekonom belum cukup untuk mengatasi krisis struktural yang terjadi.

Di sisi lain, gejolak Iran turut berdampak pada pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat menguat di tengah kekhawatiran berkurangnya pasokan dari Iran. Harga minyak mentah Brent naik ke level US$64,01 per barel, sementara minyak WTI AS menguat ke US$59,50 per barel, menurut laporan CNBC.

Pemerintah Iran menyatakan tetap membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat, meskipun situasi politik dan keamanan terus memburuk. Gelombang protes ini disebut sebagai salah satu tantangan terbesar bagi rezim ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace di AS, Indonesia Bawa Misi Perdamaian Gaza

    Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace di AS, Indonesia Bawa Misi Perdamaian Gaza

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) yang digelar pada 19 Februari 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Kehadiran Prabowo disebut sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mendorong perdamaian global, khususnya terkait konflik di Gaza. Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan partisipasi Indonesia […]

  • Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sejumlah mata uang di Asia juga mengalami penguatan. Dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar yakni 0,14%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10%. dolar Singapura […]

  • Investasi Migas RI Diproyeksikan Capai Rp266 Triliun pada 2026

    Investasi Migas RI Diproyeksikan Capai Rp266 Triliun pada 2026

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi hulu migas pada 2026 mencapai 16 miliar dollar AS atau sekitar Rp266 triliun. Proyeksi tersebut diharapkan didorong oleh konsorsium perusahaan lama serta masuknya sejumlah investor baru. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menuturkan, minat investor asing terhadap proyek migas […]

  • Banjir Sumatra Tewaskan 442 Jiwa, 402 Orang Hilang

    Banjir Sumatra Tewaskan 442 Jiwa, 402 Orang Hilang

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Sumatra terus bertambah. Hingga 30 November 2025, total 442 orang meninggal dunia dan 402 orang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus melakukan pencarian korban, penyaluran bantuan, serta pembukaan akses wilayah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto […]

  • Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Harga sejumlah bahan pokok atau sembako di beberapa pasar rakyat di Kota Jambi tercatat relatif stabil menjelang pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga komoditas di Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang menunjukkan kondisi yang cukup terkendali, meski ada sedikit fluktuasi […]

  • Layanan Bank 9 Jambi Lumpuh, Pesan Berantai Klaim Dana Nasabah Rp5,5 Miliar Terkuras

    Layanan Bank 9 Jambi Lumpuh, Pesan Berantai Klaim Dana Nasabah Rp5,5 Miliar Terkuras

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gangguan layanan perbankan Bank Jambi atau Bank 9 Jambi masih berlanjut hingga hari ini. Tidak hanya layanan e-banking yang tak bisa diakses, sejumlah nasabah juga melaporkan kartu ATM mereka tidak dapat digunakan untuk menarik uang. Situasi ini memicu kepanikan, ditandai dengan antrean panjang di sejumlah mesin ATM di Kota Jambi dan sekitarnya. Di […]

expand_less