Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik.

Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), nilai tukar rial kini diperdagangkan di kisaran 1.400.000 per dolar AS, mencerminkan tekanan berat yang dihadapi perekonomian Iran. Kondisi tersebut terjadi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran terkait program nuklirnya sejak September lalu.

Krisis ekonomi Iran juga dipicu dampak konflik geopolitik, termasuk perang singkat selama 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 serta serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran. Tekanan tersebut mempercepat pelemahan mata uang dan memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Inflasi di Iran tercatat bertahan di atas 40% selama satu dekade terakhir, menyebabkan harga minyak goreng, daging, dan kebutuhan sehari-hari melonjak tajam. Kondisi ini memicu kemarahan pelaku usaha, khususnya pedagang pasar tradisional, yang kesulitan menyesuaikan harga di tengah depresiasi mata uang yang terjadi hampir setiap hari.

“Pendapatan masyarakat kini hanya sepertiga hingga seperempat dari sebelumnya,” ujar Ekonom Center for Middle East and Global Order, Mahdi Ghodsi, dikutip dari New York Times.

Gelombang protes bermula dari kalangan pedagang pasar yang kemudian menyebar ke berbagai kota. Aksi demonstrasi ini dinilai memiliki makna simbolis kuat karena pedagang pasar juga pernah menjadi motor utama dalam Revolusi Iran 1979. Pemerintah Iran merespons protes dengan pembatasan internet dan komunikasi, di tengah maraknya kampanye disinformasi di media sosial.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berupaya meredam ketegangan dengan mengganti gubernur bank sentral serta mengakui secara terbuka tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Ia juga memerintahkan pemberian bantuan tunai bulanan sekitar US$7 per orang, meski dinilai ekonom belum cukup untuk mengatasi krisis struktural yang terjadi.

Di sisi lain, gejolak Iran turut berdampak pada pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat menguat di tengah kekhawatiran berkurangnya pasokan dari Iran. Harga minyak mentah Brent naik ke level US$64,01 per barel, sementara minyak WTI AS menguat ke US$59,50 per barel, menurut laporan CNBC.

Pemerintah Iran menyatakan tetap membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat, meskipun situasi politik dan keamanan terus memburuk. Gelombang protes ini disebut sebagai salah satu tantangan terbesar bagi rezim ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

    Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4,35 persen. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi, dipicu kenaikan harga energi dan dampak konflik global. Langkah tersebut menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut, sekaligus mengembalikan level suku bunga seperti pada Desember 2024. Mengutip laporan CNBC, […]

  • IHSG Berpeluang Menguat, INET hingga BBRI Layak Dicermati

    IHSG Berpeluang Menguat, INET hingga BBRI Layak Dicermati

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan masih berpeluang menguat, meski dengan ruang yang terbatas. Sejumlah analis pasar modal pun merekomendasikan saham dari sektor energi hingga perbankan yang dinilai memiliki potensi cuan. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG tercatat menguat 12,62 poin atau naik 0,17 persen ke level 7.634. Secara mingguan, indeks menguat 2,35 […]

  • PLN Pulihkan 93% Listrik Aceh Usai Banjir, Empat Kabupaten Sudah Kembali Menyala

    PLN Pulihkan 93% Listrik Aceh Usai Banjir, Empat Kabupaten Sudah Kembali Menyala

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) mengumumkan berhasil memulihkan 93% pasokan listrik di wilayah Aceh pasca diterjang bencana banjir di sejumlah kabupaten. Dengan pemulihan ini, lebih dari 1,7 juta pelanggan kembali menikmati layanan listrik. Empat lokasi terparah yang sempat padam total kini sudah kembali menyala, meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dan Gayo Lues. […]

  • Janice Tjen Masuk Daftar Pemain BNP Paribas Open 2026, Siap Tampil di Indian Wells

    Janice Tjen Masuk Daftar Pemain BNP Paribas Open 2026, Siap Tampil di Indian Wells

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petenis Indonesia Janice Tjen tercantum dalam daftar pemain yang akan berlaga pada turnamen bergengsi BNP Paribas Open 2026. Berdasarkan daftar resmi WTA, sebanyak 78 petenis masuk dalam daftar tunggal putri turnamen kategori WTA 1000 tersebut. Nama Janice bersanding dengan sejumlah petenis papan atas dunia seperti Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, Elena Rybakina, dan Jessica […]

  • Aktifitas 24 Jam, Jambi Business Center Hidupkan Akses dan Ekonomi Jambi

    Aktifitas 24 Jam, Jambi Business Center Hidupkan Akses dan Ekonomi Jambi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jambi Business Center (JBC) kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kawasan superblok paling strategis dan berkembang di Kota Jambi. Dengan konsep kawasan terpadu yang modern, JBC tidak hanya hadir sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai ruang aktivitas masyarakat yang terus hidup sepanjang hari. Mengusung sistem kawasan terbuka tanpa portal, JBC menawarkan kemudahan akses […]

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

expand_less