Satgas PRR Rampungkan 357 Hunian Tetap Pascabencana Sumatera, Progres Naik 43,9 Persen dalam Tiga Hari
- account_circle say say
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Amran (tengah) bersama Staf Pos Komando Data Sekretariat Satgas PRR Kombes Pol Wahyu Widiarso (kanan), dan Wakil Kepala Pos Komando Perencanaan dan Pengendalian Sekretariat Satgas PRR Brigjen TNI Dody M Taufik (kiri) menyampaikan keterangan saat Konferensi Pers Progres Penanganan Bencana Sumatera di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (6/5/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM- Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hingga 11 Mei 2026, sebanyak 357 unit huntap telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak.
Data tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan capaian pada 8 Mei 2026 yang masih berada di angka 248 unit. Dalam rentang tiga hari, terdapat tambahan 109 unit atau meningkat sekitar 43,9 persen.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan pembangunan huntap dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kualitas bangunan. “Hunian tetap memiliki tahapan lebih panjang karena harus menjamin keamanan dan kelayakan dalam jangka panjang,” ujar Amran dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Kebutuhan huntap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 39.335 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 996 unit masih dalam tahap pembangunan.
Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan terbesar, yakni 28.910 unit. Hingga kini, 108 unit telah selesai dibangun dan 719 unit masih dalam proses. Di Sumatera Utara, 227 unit telah rampung dengan 225 unit masih dikerjakan. Sementara di Sumatera Barat, 22 unit telah selesai dan 52 unit masih dalam tahap pembangunan.
Amran menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru menyelesaikan huntap dengan mengorbankan kualitas. Menurut dia, penyintas saat ini telah difasilitasi hunian sementara (huntara) yang layak sembari menunggu pembangunan huntap rampung.
“Proses ini memang bertahap, tetapi kami dorong agar selesai secepat mungkin tanpa mengabaikan standar kualitas,” kata dia.
Pembangunan huntap melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta organisasi kemanusiaan.
- Penulis: say say
