Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Rebound ke Atas 8.100, Investor Diminta Cermat Hadapi Potensi Konsolidasi

IHSG Rebound ke Atas 8.100, Investor Diminta Cermat Hadapi Potensi Konsolidasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat tertekan tajam pada akhir Januari 2026. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/2/2026), IHSG menguat 1,24 persen ke level 8.131,74, melanjutkan penguatan sehari sebelumnya.

Penguatan dua hari beruntun tersebut menandai fase technical rebound, meski pasar dinilai belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Secara keseluruhan, pergerakan indeks didukung oleh mayoritas saham yang ditutup menguat, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp20 triliun dan kapitalisasi pasar kembali meningkat.

Aktivitas perdagangan didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten konglomerasi. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar, disusul oleh saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor perdagangan berada di zona hijau. Sektor properti, konsumer non-primer, dan industri mencatatkan penguatan tertinggi, sementara sektor kesehatan dan infrastruktur mengalami kenaikan yang relatif terbatas.

Kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks datang dari saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melonjak lebih dari 3 persen. Selain itu, saham perbankan dan emiten tambang juga menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Meski demikian, secara teknikal, IHSG masih berpotensi menghadapi tantangan di area resistensi sekitar level 8.200. Apabila level ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan menuju area 8.700 terbuka untuk menutup celah penurunan sebelumnya. Sebaliknya, jika gagal menembus resistensi, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan level support di kisaran 7.846.

Analis menilai minat beli investor masih cenderung terbatas, tercermin dari nilai transaksi harian yang belum kembali ke level normal pasca koreksi akibat penyesuaian indeks global. Arus dana asing pun masih relatif tertahan karena belum adanya rebalancing dari indeks-indeks utama.

Dalam jangka pendek hingga pertengahan 2026, pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi. Namun, kondisi ini dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan penyesuaian portofolio, baik melalui rebalancing, average down pada saham fundamental kuat, maupun pengamanan modal pada saham yang berisiko tinggi.

Investor yang memiliki likuiditas dinilai mulai dapat mencermati saham-saham dengan kinerja fundamental solid, valuasi menarik, serta prospek bisnis yang jelas dan berkelanjutan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Naik Tipis, Cek Harga Selengkapnya Disini

    Harga Emas Antam Naik Tipis, Cek Harga Selengkapnya Disini

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas produksi Antam kembali menguat pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia pada Selasa (28/4/2026), harga emas Antam naik sebesar Rp5.000, dari sebelumnya Rp2.809.000 menjadi Rp2.814.000 per gram. Kenaikan ini menandai adanya pemulihan tipis setelah tekanan harga yang terjadi pada […]

  • Cara Mudah Hindari Denda Pajak Kendaraan, Begini Langkah yang Harus Dilakukan

    Cara Mudah Hindari Denda Pajak Kendaraan, Begini Langkah yang Harus Dilakukan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sering muncul akibat kelalaian pemilik kendaraan yang terlambat melakukan pembayaran. Padahal, sejumlah langkah sederhana sebenarnya bisa dilakukan untuk mencegah munculnya sanksi administratif tersebut sehingga biaya tambahan dapat dihindari. Menurut data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, banyak wajib pajak masih mengalami keterlambatan akibat lupa jadwal atau kendala administrasi. […]

  • Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global. Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar […]

  • Lebih 700 Tanker Antre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Turun 86 Persen

    Lebih 700 Tanker Antre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Turun 86 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz menurun tajam seiring meningkatnya risiko keamanan yang membuat aktivitas pelayaran nyaris terhenti. Lebih dari 700 kapal berkumpul di kedua sisi jalur strategis tersebut. Terletak di mulut Teluk Persia, Selat Hormuz menghubungkan produksi minyak dan gas alam cair kawasan Timur Tengah ke pasar global melalui Teluk […]

  • BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

    BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam beberapa minggu terakhir, publik Indonesia, khususnya para pemilik kendaraan bermotor, ramai memperbincangkan wacana kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang akan menerapkan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) atau disebut E10 mulai tahun 2027. Wacana ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak yang khawatir kendaraan akan kurang bertenaga (ngempos) dan lebih […]

  • Kebutuhan Aluminium RI Diproyeksi Melonjak 600%, Inalum Percepat Hilirisasi Bauksit

    Kebutuhan Aluminium RI Diproyeksi Melonjak 600%, Inalum Percepat Hilirisasi Bauksit

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mempercepat langkah hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium guna memenuhi lonjakan kebutuhan nasional yang diproyeksi meningkat hingga 600 persen dalam 30 tahun mendatang. Kenaikan konsumsi aluminium di Indonesia terutama didorong oleh perkembangan pesat sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), industri baterai, serta proyek energi baru terbarukan (EBT) yang membutuhkan […]

expand_less