Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global
- account_circle say say
- calendar_month 33 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menjaga daya saing sektor tekstil nasional.
JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global.
Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar internasional juga turut memengaruhi kinerja industri dalam negeri.
“Bahan baku menjadi hal yang sangat penting. Disrupsi rantai pasok pasti kita alami, dan dinamika permintaan pasar internasional juga terus berubah,” ujar Agus dalam acara Indo Intertex Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global telah mengubah struktur rantai pasok dunia. Kondisi ini di satu sisi menjadi tantangan, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam jaringan produksi global.
Kementerian Perindustrian pun terus mencermati perkembangan kebijakan negara mitra dagang serta arah perdagangan global. Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan industri.
Agus menegaskan, kebijakan industri harus bersifat adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran.
“Kami harus melibatkan pelaku usaha karena mereka yang paling memahami kondisi di lapangan. Kebijakan pemerintah harus adaptif dan responsif terhadap dinamika global,” jelasnya.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menjaga daya saing sektor tekstil nasional. Pasalnya, tekanan global tidak dapat dihadapi secara sendiri oleh pemerintah.
Ke depan, penguatan sektor hulu, diversifikasi sumber bahan baku, serta peningkatan efisiensi produksi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan industri tekstil di tengah persaingan global yang semakin ketat.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar