Rabu, 15 Apr 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

  • account_circle say say
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar internasional juga turut memengaruhi kinerja industri dalam negeri.

“Bahan baku menjadi hal yang sangat penting. Disrupsi rantai pasok pasti kita alami, dan dinamika permintaan pasar internasional juga terus berubah,” ujar Agus dalam acara Indo Intertex Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global telah mengubah struktur rantai pasok dunia. Kondisi ini di satu sisi menjadi tantangan, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam jaringan produksi global.

Kementerian Perindustrian pun terus mencermati perkembangan kebijakan negara mitra dagang serta arah perdagangan global. Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan industri.

Agus menegaskan, kebijakan industri harus bersifat adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran.

“Kami harus melibatkan pelaku usaha karena mereka yang paling memahami kondisi di lapangan. Kebijakan pemerintah harus adaptif dan responsif terhadap dinamika global,” jelasnya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menjaga daya saing sektor tekstil nasional. Pasalnya, tekanan global tidak dapat dihadapi secara sendiri oleh pemerintah.

Ke depan, penguatan sektor hulu, diversifikasi sumber bahan baku, serta peningkatan efisiensi produksi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan industri tekstil di tengah persaingan global yang semakin ketat.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Resmi Tetapkan Biaya Haji 2026, Cek Daftar Lengkapnya Disini!

    Presiden Resmi Tetapkan Biaya Haji 2026, Cek Daftar Lengkapnya Disini!

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2025 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan nilai manfaat. Berdasarkan salinan Keppres yang diterima di Jakarta, Jumat, penetapan BPIH ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun […]

  • BPJPH Apresiasi Dukungan DPR dalam Penguatan Jaminan Produk Halal Nasional

    BPJPH Apresiasi Dukungan DPR dalam Penguatan Jaminan Produk Halal Nasional

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten DPR RI, khususnya Komisi VIII, dalam memperkuat penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan atau Babe Hasan, dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI yang membahas pelaksanaan dan rencana program halal nasional. […]

  • Hasil Survei OJK: Kinerja Perbankan Solid Hingga Akhir 2025

    Hasil Survei OJK: Kinerja Perbankan Solid Hingga Akhir 2025

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja perbankan hingga akhir tahun ini diyakini masih tetap solid. Keyakinan itu tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025. Survei melibatkan 102 bank dengan nilai aset mencapai sebesar 99,25 persen dari total aset seluruh bank umum pada September 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan survei […]

  • Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 terus menunjukkan komitmen dalam mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Implementasi program ini kini memasuki tahap penting dengan dilakukannya penanaman perdana kelapa sawit hasil PSR bersama Gapoktan Jaya Makmur. Penanaman perdana bibit kelapa sawit tersebut dilakukan […]

  • Prabowo Peringatkan Eks Bos BUMN: Siap-siap Dipanggil Kejaksaan Agung

    Prabowo Peringatkan Eks Bos BUMN: Siap-siap Dipanggil Kejaksaan Agung

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada mantan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait pengelolaan perusahaan pelat merah di masa lalu. Prabowo menegaskan, para pejabat BUMN yang dinilai bermasalah harus siap mempertanggungjawabkan kinerjanya di hadapan hukum. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun […]

  • Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan padat perkotaan. Terbaru, proyek pembangunan rumah susun (rusun) akan segera dimulai di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan target konstruksi pada Mei 2026. Lahan yang digunakan merupakan aset milik PT Angkasa Pura Indonesia seluas 1,61 hektare. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa proyek […]

expand_less