Mengenal 9 Haji, Pengusaha Daerah yang Menggeser Dominasi Konglomerat Indonesia
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kalo dulu kita kenal 9 Naga yang menguasai ekonomi Indonesia, sekarang bergeser ke 9 Haji yang menguasai ekonomi daerah yang menjadi penentu perekonomian Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Munculnya kelompok pengusaha yang dijuluki “9 Haji” menandai perubahan penting dalam peta ekonomi Indonesia. Mereka bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga memiliki pengaruh besar di daerah masing-masing, terutama di sektor berbasis sumber daya alam dan industri strategis.
Istilah “9 Haji” merujuk pada sejumlah pengusaha Muslim dari berbagai wilayah Indonesia yang berhasil membangun bisnis besar dari daerah. Berbeda dengan konglomerat lama yang terpusat di Jakarta, kekuatan mereka justru tumbuh dari daerah dan berkembang secara nasional.
Berikut profil singkat dan jaringan bisnis dari para tokoh yang sering dikaitkan dalam kelompok ini:
1. Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad)
Berawal dari sopir truk di Kalimantan Selatan, Haji Isam kini dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group. Perusahaannya bergerak di berbagai sektor, mulai dari tambang batu bara, perkebunan kelapa sawit, jasa pelabuhan, hingga logistik. Jhonlin juga merambah sektor energi dan manufaktur.
2. Haji Kalla (Jusuf Kalla dan keluarga Kalla)
Melalui Kalla Group, keluarga Kalla mengembangkan bisnis di Indonesia Timur. Perusahaan ini bergerak di sektor otomotif (dealer resmi), konstruksi, energi, logistik, hingga properti. Kalla Group menjadi salah satu pilar ekonomi di kawasan Sulawesi.
3. Haji Aksa (Aksa Mahmud)
Pendiri Bosowa Group ini dikenal sebagai tokoh penting dalam industri semen dan infrastruktur. Bosowa bergerak di sektor semen, energi, properti, perbankan, serta proyek jalan tol, terutama di kawasan Indonesia Timur.
4. Haji Rasyid
Pengusaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah ini memiliki lahan yang sangat luas dan menjadi salah satu pemain utama di sektor agribisnis. Usahanya mencakup pengelolaan perkebunan dan pengolahan hasil sawit, meski kerap menjadi sorotan terkait isu lingkungan.
5. Haji Leman (Abdul Rasyid / Hasnur Group)
Pendiri Hasnur Group yang berbasis di Kalimantan Selatan. Perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan batu bara, kehutanan, logistik, hingga olahraga, termasuk kepemilikan klub sepak bola.
6. Haji Ijai
Pengusaha batu bara dari Tapin, Kalimantan Selatan, yang dikenal memiliki kapasitas produksi besar. Bisnisnya berfokus pada pertambangan dan distribusi batu bara dengan skala industri.
7. Haji Anif (Anif Group / ALAM Group)
Pengusaha asal Sumatra Utara ini mengembangkan bisnis di sektor perkebunan sawit, properti, dan industri pendukung lainnya. ALAM Group menjadi salah satu pemain regional yang cukup kuat di Sumatra.
8. Haji Robert (Benny Tjokrosaputro / pengelola tambang Gosowong)
Dikenal melalui pengelolaan tambang emas di Halmahera Utara, Maluku Utara. Aktivitas bisnisnya berkaitan dengan pertambangan mineral dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat lokal.
9. Haji Ciut
Figur ini dikenal di sektor batu bara dan perkebunan dengan gaya hidup mencolok. Meski tidak banyak terekspos secara formal, ia disebut memiliki jaringan bisnis yang luas di sektor sumber daya alam.
Kemunculan para pengusaha ini menunjukkan bahwa pusat kekuatan ekonomi Indonesia tidak lagi sepenuhnya terpusat di Jakarta. Daerah kini menjadi basis pertumbuhan baru yang signifikan.
- Penulis: say say
