Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Panda Bond RI Laris di China, Permintaan Tembus Rp45 Triliun

Panda Bond RI Laris di China, Permintaan Tembus Rp45 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia sukses mencatat sejarah baru di pasar keuangan global. Untuk pertama kalinya, pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond, yakni surat utang global berdenominasi yuan (CNY), di pasar keuangan China. Penerbitan perdana ini mendapat sambutan luar biasa dari investor dengan nilai permintaan yang mencapai sekitar CNY 17 miliar atau setara Rp45 triliun.

Dalam transaksi yang rampung pada Kamis (23/7/2026), pemerintah menerbitkan Panda Bond senilai CNY 7 miliar atau sekitar Rp18,58 triliun (asumsi kurs Rp2.655 per yuan), setara sekitar US$1 miliar.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, penerbitan tersebut dibagi ke dalam dua seri. Seri pertama berjangka waktu tiga tahun dengan nilai CNY 5,6 miliar atau sekitar Rp14,86 triliun. Sedangkan seri kedua memiliki tenor lima tahun senilai CNY 1,4 miliar atau sekitar Rp3,72 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto mengungkapkan bahwa Panda Bond mengalami oversubscribed sebanyak 2,4 kali.

“(Oversubscribed) 2,4 kali. Printed sebanyak CNY7 miliar dan order book CNY 17 miliar,” kata Suminto dikutip  CNBC Indonesia, Kamis (24/7/2026) malam.

Dengan demikian permintaan atau order yang masuk mencapai CNY 17 miliar atau setara dengan Rp 45,23 triliun. Rinciannya, permintaan Panda Bond tenor 3 tahun mencapai CNY12,38 miliar atau sekitar Rp32,86 triliun dengan bid-to-cover ratio 2,2 kali dan CNY 4,62 miliar atau sekitar Rp 12,26 triliun untuk tenor lima tahun dengan bid-to-cover ratio 3,3 kali.

Dari penawaran perdana ini, Kemenkeu menetapkan Panda Bond tenor tiga tahun senilai CNY 5,6 miliar ditetapkan dengan yield sebesar 1,90% dan tenor lima tahun senilai CNY1,4 miliar memiliki yield sebesar 2,19%. Adapun, setelmen penerbitan Panda Bond dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi 18 Desember 2025: Cabai Turun, Bawang Putih Naik Tipis

    Harga Sembako di Kota Jambi 18 Desember 2025: Cabai Turun, Bawang Putih Naik Tipis

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Kamis (18/12/2025). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, fluktuasi harga hanya terjadi pada beberapa komoditas, terutama cabai dan bawang putih. Pemantauan harga dilakukan di dua pasar utama, yakni Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang […]

  • Efek BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Balik Menguat!

    Efek BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Balik Menguat!

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali bergairah. Mengawali perdagangan Kamis (23/7/2026), rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 3 poin atau sekitar 0,02 persen ke level Rp17.914 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan […]

  • Harga emas di Pegadaian Menguat Lagi, Cek Selengkapnya Disini

    Harga emas di Pegadaian Menguat Lagi, Cek Selengkapnya Disini

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang diperjualbelikan di Pegadaian makin mahal. Hari ini dua produk unggulan Pegadaian tersebut kompak menguat mengikuti tren positif harga logam mulia global. Berdasarkan data terbaru, Kamis (12/3/2026) harga emas UBS untuk ukuran 1 gram kini dibanderol senilai Rp3.113.000. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp7.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp3.106.000 […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek! Murah atau Mahal? Cek Disini

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek! Murah atau Mahal? Cek Disini

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang dijual Pegadaian pada perdagangan Senin (25/5/2026) tercatat belum bergerak dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Setelah mengalami sejumlah perubahan dalam beberapa waktu terakhir, harga emas hari ini terpantau masih bertahan di level yang sama seperti Minggu (24/5/2026). Tiga produk emas andalan Pegadaian, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, kompak tidak menunjukkan perubahan […]

  • 45 Desa di Muaro Jambi Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Bantuan Air Bersih Saat Musim Kemarau

    45 Desa di Muaro Jambi Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Bantuan Air Bersih Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi memetakan sebanyak 45 desa yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi krisis air bersih. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan puluhan desa tersebut tersebar […]

expand_less