Kekeringan Ancam Produksi Beras Batang Hari, 183 Hektare Sawah Masih Kritis
- account_circle say say
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Kekeringan di Batang Hari mengancam produksi beras. Sebanyak 194 hektare sawah mengalami puso dan 183 hektare lainnya masih mengalami kekeringan berat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kekeringan yang melanda Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai menimbulkan risiko terhadap produksi pangan daerah. Selain 194 hektare sawah yang telah mengalami gagal panen atau puso, sekitar 183 hektare lainnya masih menghadapi kekeringan berat dan berpotensi mengalami kerusakan tanaman jika pasokan air tidak segera membaik.
Adapun total lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Batang Hari mencapai sekitar 1.200 hektare. Lahan yang mengalami puso tersebar di tujuh kecamatan dengan area pertanaman padi.
Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, menjelaskan bahwa keterbatasan air menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Pasokan air dari Sungai Batanghari maupun sumur milik petani belum mencukupi kebutuhan tanaman.
Ancaman paling besar terjadi pada tanaman padi berusia nol hingga satu bulan. Pada fase vegetatif tersebut, tanaman membutuhkan pasokan air untuk menunjang pertumbuhan. Sementara itu, tanaman yang sudah memasuki fase generatif atau mulai berbuah masih berpeluang dipanen, meskipun hasilnya dapat menurun.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi sektor pertanian karena gagal panen tidak hanya berpotensi mengurangi pendapatan petani, tetapi juga menekan produktivitas padi di daerah. Besarnya dampak terhadap pasokan beras belum dapat dipastikan tanpa data luas panen normal dan perkiraan kehilangan produksi.
Untuk menekan kerugian, pemerintah daerah mengoptimalkan pompa air milik kelompok tani serta meminjamkan pompa yang tersedia di dinas kepada petani. Upaya tersebut diarahkan untuk menyelamatkan lahan yang tanamannya masih dapat dipertahankan.
Namun, efektivitas langkah tersebut bergantung pada ketersediaan sumber air dan kemampuan menjangkau lahan yang terdampak. Jika kekeringan berlanjut, luas sawah puso dikhawatirkan bertambah.
Perkembangan kondisi cuaca dan pemulihan pasokan air menjadi faktor penting yang perlu dipantau dalam beberapa waktu ke depan. Bagi petani, penyelamatan tanaman yang masih produktif menjadi langkah mendesak untuk menekan potensi kerugian lebih besar.
- Penulis: say say
