Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Kekeringan Ancam Produksi Beras Batang Hari, 183 Hektare Sawah Masih Kritis

Kekeringan Ancam Produksi Beras Batang Hari, 183 Hektare Sawah Masih Kritis

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kekeringan yang melanda Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai menimbulkan risiko terhadap produksi pangan daerah. Selain 194 hektare sawah yang telah mengalami gagal panen atau puso, sekitar 183 hektare lainnya masih menghadapi kekeringan berat dan berpotensi mengalami kerusakan tanaman jika pasokan air tidak segera membaik.

Adapun total lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Batang Hari mencapai sekitar 1.200 hektare. Lahan yang mengalami puso tersebar di tujuh kecamatan dengan area pertanaman padi.

Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, menjelaskan bahwa keterbatasan air menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Pasokan air dari Sungai Batanghari maupun sumur milik petani belum mencukupi kebutuhan tanaman.

Ancaman paling besar terjadi pada tanaman padi berusia nol hingga satu bulan. Pada fase vegetatif tersebut, tanaman membutuhkan pasokan air untuk menunjang pertumbuhan. Sementara itu, tanaman yang sudah memasuki fase generatif atau mulai berbuah masih berpeluang dipanen, meskipun hasilnya dapat menurun.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi sektor pertanian karena gagal panen tidak hanya berpotensi mengurangi pendapatan petani, tetapi juga menekan produktivitas padi di daerah. Besarnya dampak terhadap pasokan beras belum dapat dipastikan tanpa data luas panen normal dan perkiraan kehilangan produksi.

Untuk menekan kerugian, pemerintah daerah mengoptimalkan pompa air milik kelompok tani serta meminjamkan pompa yang tersedia di dinas kepada petani. Upaya tersebut diarahkan untuk menyelamatkan lahan yang tanamannya masih dapat dipertahankan.

Namun, efektivitas langkah tersebut bergantung pada ketersediaan sumber air dan kemampuan menjangkau lahan yang terdampak. Jika kekeringan berlanjut, luas sawah puso dikhawatirkan bertambah.

Perkembangan kondisi cuaca dan pemulihan pasokan air menjadi faktor penting yang perlu dipantau dalam beberapa waktu ke depan. Bagi petani, penyelamatan tanaman yang masih produktif menjadi langkah mendesak untuk menekan potensi kerugian lebih besar.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Subianto Saksikan MoU Danantara–Hisense, Jajaki Kerja Sama Teknologi

    Prabowo Subianto Saksikan MoU Danantara–Hisense, Jajaki Kerja Sama Teknologi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense Group di Kertanegara, Jakarta. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan MoU tersebut menjadi langkah awal dalam penjajakan kerja sama di bidang teknologi. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, […]

  • Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Indonesia menginisiasi gerakan “No Tax for Knowledge”, sebuah dorongan relaksasi pajak bagi industri media guna menjaga keberlanjutan institusi jurnalistik dan memastikan masyarakat terus mendapatkan informasi yang kredibel. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menjelaskan bahwa media yang terverifikasi dan konsisten menyampaikan edukasi publik memerlukan dukungan kebijakan fiskal agar tetap […]

  • Ekspor Industri Agro Indonesia Tembus USD 37,38 Miliar di Semester I 2025

    Ekspor Industri Agro Indonesia Tembus USD 37,38 Miliar di Semester I 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kinerja ekspor industri agro Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada semester I 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai USD 37,38 miliar, sekaligus mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 26,96 miliar. Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengatakan capaian ini menunjukkan kuatnya daya saing produk agro Indonesia […]

  • Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas

    Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang hilirisasi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, tidak harus dimulai dengan membangun pabrik besar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan nilai jual produk melalui pengolahan, inovasi rasa, kemasan yang lebih baik, serta pemasaran yang menjangkau konsumen lebih luas. Sejumlah usaha olahan telah tercatat dalam basis data potensi usaha Pemerintah Kabupaten […]

  • Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – GAC Group kembali menegaskan posisinya di industri otomotif global lewat kehadiran Smart Eco-Factory. Difasilitas produksi modern ini GAC mampu menghasilkan satu kendaraan hanya dalam waktu 53 detik. Pencapaian ini menjadi bukti nyata integrasi teknologi digital, efisiensi produksi, standar kualitas tinggi, serta komitmen terhadap keberlanjutan dalam satu ekosistem manufaktur. Berdasarkan keterangan resmi dari perusahaan, […]

  • Bulog Siapkan Kios di 146 Pasar Jakarta, Jaga Stok Minyakita Sesuai HET Rp15.700

    Bulog Siapkan Kios di 146 Pasar Jakarta, Jaga Stok Minyakita Sesuai HET Rp15.700

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog menyiapkan kios penyimpanan di setiap pasar yang dikelola PD Pasar Jaya di DKI Jakarta guna menjaga stabilitas stok dan harga minyak goreng Minyakita. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kerja sama tersebut memungkinkan Bulog memanfaatkan satu los atau kios di masing-masing pasar sebagai gudang mini. Langkah ini ditempuh untuk mendekatkan […]

expand_less