Wajah Wali Kota Jambi dari Masa ke Masa, Lengkap Sejak 1946 hingga Sekarang
- account_circle say say
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

Potret Kantor Walikota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kota Jambi merupakan ibu kota Provinsi Jambi sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan perekonomian di Provinsi Jambi. Kota yang memiliki luas wilayah sekitar 103,54 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 621.365 jiwa berdasarkan data tahun 2021 ini mengusung motto “Tanah Pilih Pesako Betuah”.
Secara geografis, Kota Jambi dibelah oleh Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatra. Dua kawasan kota tersebut dihubungkan oleh Jembatan Aur Duri yang menjadi salah satu ikon transportasi sekaligus urat nadi mobilitas masyarakat.
Seiring perjalanan sejarahnya, Kota Jambi telah mengalami berbagai pergantian kepemimpinan. Sejak terbentuknya pemerintahan kota pascakemerdekaan Indonesia, tercatat telah ada 12 Wali Kota Jambi yang memimpin daerah tersebut. Selain itu, pada beberapa periode transisi pemerintahan, Kota Jambi juga dipimpin oleh Penjabat (Pj.) maupun Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota untuk menjamin roda pemerintahan tetap berjalan.

Makalam
Wali Kota pertama Kota Jambi adalah Makalam yang menjabat pada periode 1946 hingga 1948. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah sangat besar, mulai dari membangun struktur pemerintahan hingga menjaga stabilitas keamanan di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Muhammad Kamil
Setelah itu, kepemimpinan diteruskan oleh Muhammad Kamil yang menjabat mulai 1948 hingga 1950. Selanjutnya, tampuk pemerintahan berada di tangan R. Soedarsono yang memimpin cukup lama, yakni selama 16 tahun, dari 1950 hingga 1966. Masa kepemimpinannya menjadi salah satu yang terpanjang dalam sejarah Kota Jambi.

Hasan Basri Durin
Memasuki era Orde Baru, Kota Jambi dipimpin Hasan Basri Durin pada 1966 hingga 1968,

Z. Muchtar Daeng
kemudian dilanjutkan oleh Z. Muchtar Daeng Maguna yang menjabat pada 1968 hingga 1972.
Setelah itu, kursi Wali Kota Jambi ditempati Zainir Haviz yang memimpin selama 11 tahun, yakni dari 1972 hingga 1983. Kepemimpinannya menjadi salah satu yang paling lama setelah R. Soedarsono.

Ashari DS
Pada periode berikutnya, Ashari DS. dipercaya memimpin Kota Jambi selama satu dekade, yakni 1983 hingga 1993.
Selanjutnya, estafet kepemimpinan diteruskan oleh

Muhammad Sabki
yang menjabat dari 1993 hingga 1998, tepat menjelang bergulirnya era Reformasi.
Memasuki era Reformasi,

Arifien Manap
dipercaya memimpin Kota Jambi selama dua periode, yakni 1998 hingga 2008. Dalam menjalankan roda pemerintahan, ia didampingi Wakil Wali Kota Turimin.

Bambang Priyanto
Kepemimpinan berikutnya berada di tangan Bambang Priyanto yang menjabat pada 2008 hingga 2013 bersama Wakil Wali Kota M. Sum Indra.

Syarif Fasha
Pada Pilkada 2013, masyarakat Kota Jambi memilih Syarif Fasha sebagai Wali Kota Jambi. Pada periode pertamanya, 2013 hingga 2018, ia didampingi Wakil Wali Kota Abdullah Sani.
Menjelang berakhirnya masa jabatan periode pertama Syarif Fasha, Kota Jambi sempat dipimpin oleh Muhammad Fauzi sebagai Penjabat (Pj.) Wali Kota Jambi sejak 14 Februari hingga 23 Juni 2018. Penunjukan tersebut dilakukan untuk mengisi masa transisi pemerintahan selama tahapan Pilkada berlangsung.
Setelah Pilkada selesai, Syarif Fasha kembali memimpin Kota Jambi untuk periode kedua, yakni 7 November 2018 hingga 4 November 2023. Pada periode ini, ia didampingi oleh Maulana sebagai Wakil Wali Kota Jambi.
Ketika masa jabatan Syarif Fasha berakhir pada 4 November 2023, Wakil Wali Kota Maulana ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Jambi selama masa transisi yang berlangsung hingga 7 November 2023.

Sri Purwaningsih
Selanjutnya, pemerintah pusat menunjuk Sri Purwaningsih sebagai Penjabat (Pj.) Wali Kota Jambi. Ia memimpin Kota Jambi sejak 7 November 2023 hingga 20 Februari 2025 untuk memastikan jalannya pemerintahan dan pelayanan publik tetap optimal hingga kepala daerah definitif hasil Pilkada dilantik.

Maulana dan Diza Hazra Aljosha
Babak baru kepemimpinan Kota Jambi dimulai pada 20 Februari 2025 ketika Maulana resmi dilantik sebagai Wali Kota Jambi bersama Diza Hazra Aljosha sebagai Wakil Wali Kota Jambi. Pasangan ini menjadi kepala daerah definitif ke-12 dalam sejarah Kota Jambi.
Di bawah kepemimpinan Maulana dan Diza Hazra Aljosha, Pemerintah Kota Jambi membawa visi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, transformasi birokrasi, serta mewujudkan Kota Jambi sebagai kota yang maju, bersih, nyaman, dan berdaya saing.
Selama lebih dari tujuh dekade perjalanan pemerintahannya, setiap Wali Kota Jambi, termasuk para Penjabat dan Pelaksana Tugas yang pernah mengisi masa transisi kepemimpinan, memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan daerah. Dari masa awal kemerdekaan hingga era modern saat ini, estafet kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang yang membentuk Kota Jambi sebagai pusat pemerintahan sekaligus motor penggerak perekonomian Provinsi Jambi.
- Penulis: say say
