Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Kembali Takluk di Hadapan Dolar

Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Kembali Takluk di Hadapan Dolar

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap mata uang Indonesia belum mereda. Nilai tukar rupiah kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (14/7/2026), melemah 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.115 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan tersebut membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp18.109 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan rupiah melemah karena pasar masih menunggu data inflasi AS.

“Saya memperkirakan rupiah bergerak terbatas di kisaran Rp18.060–Rp18.170 per dolar AS, dengan titik tengah sekitar Rp18.100–Rp18.120 per dolar AS. Biasanya masih cenderung lemah terbatas, bukan karena sentimen domestik sepenuhnya buruk, tetapi karena pasar masih menunggu data inflasi AS dan pernyataan ketua bank sentral AS pada 14 Juli,” ujarnya dikutip Antara.

Jika inflasi AS lebih rendah dari perkiraan dan nada bank sentral AS tidak terlalu ketat, lanjut dia rupiah berpeluang menguat kembali ke sekitar Rp18.030–Rp18.080 per dolar AS. Namun, jika inflasi inti AS tetap tinggi atau pernyataan bank sentral AS terdengar ketat, rupiah bisa menguji Rp18.180–Rp18.220 per dolar AS.

Pasar memperkirakan inflasi AS Juni melambat ke 3,9 persen secara tahunan, tetapi inflasi inti masih bertahan di 2,9 persen. Selain itu, pasar juga menunggu pernyataan Ketua bank sentral AS pada 14 Juli.

“Ini penting karena jika inflasi inti tetap membandel, ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi lebih lama akan menguat, dolar AS kembali diminati, dan rupiah kembali tertekan,” kata Kepala Ekonom Permata Bank.

Harga minyak juga menjadi tekanan penting seiring Brent naik 3,43 persen harian ke 78,6 dolar AS per barel dan sudah naik 29,2 persen sejak awal tahun. Biasanya, kenaikan minyak negatif untuk rupiah karena Indonesia masih merupakan pengimpor minyak bersih.

Apabila harga minyak bertahan tinggi, pasar akan menghitung risiko tambahan pada impor energi, subsidi, inflasi, neraca transaksi berjalan, serta cadangan devisa.

Melihat dari sisi domestik, ada sentimen positif dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat Indonesia di BBB dengan prospek stabil.

S&P menilai pelemahan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta masih bisa ditopang oleh pemulihan penerimaan negara, ekspor komoditas, dan komitmen pemerintah menjaga defisit di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, S&P juga menyoroti rupiah sudah melemah sekitar 7 persen pada semester I dan tekanan fiskal-eksternal masih perlu dijaga.

“Jadi, keputusan S&P membantu menahan tekanan, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah besar-besaran,” ungkap Josua.(*)

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Pegadaian Kompak Ambyar, Antam Turun Paling Dalam

    Emas Pegadaian Kompak Ambyar, Antam Turun Paling Dalam

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emas Antam, UBS, dan Galeri24 yang diperdagangkan di Pegadaian makin murah. Tiga produk logam mulia tersebut kembali serentak turun harga pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Koreksi memang tidak terlalu dalam. Namun, penurunan serentak tersebut membuat harga emas ketiga jenama kembali bergerak ke level yang lebih rendah. Mengacu data laman resmi Sahabat Pegadaian, emas Antam […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Turun pada Komoditas Cabe Merah, Lainnya Stabil

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Turun pada Komoditas Cabe Merah, Lainnya Stabil

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi pada Selasa (9/12/2025) mayoritas terpantau stabil. Berdasarkan data SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hampir seluruh komoditas pangan tidak menunjukkan perubahan signifikan, kecuali cabai merah besar yang mengalami penurunan. Saat ini, harga beras belido dijual Rp15.000 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog […]

  • Bukan Cuma Bikin Sesak, Kabut Asap Ancam Ekonomi Warga Jambi

    Bukan Cuma Bikin Sesak, Kabut Asap Ancam Ekonomi Warga Jambi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabut asap tak hanya membuat napas warga Kota Jambi terasa berat. Dampaknya berpotensi merembet ke urusan dapur dan dompet masyarakat. Selain mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari, kualitas udara yang memburuk di tengah kemarau panjang berpotensi menekan produksi pangan, mengerek harga kebutuhan pokok, hingga memperberat beban masyarakat berpenghasilan rendah. Pengamat ekonomi Prof Amri Amir […]

  • BKN: Regulasi Kriminogenik dan Viktimogenik Ancam Hak Masyarakat dan Picu Korupsi Birokrasi

    BKN: Regulasi Kriminogenik dan Viktimogenik Ancam Hak Masyarakat dan Picu Korupsi Birokrasi

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menilai tantangan utama reformasi birokrasi di Indonesia tidak hanya terletak pada percepatan digitalisasi, tetapi juga pada kualitas regulasi yang dihasilkan pemerintah. Regulasi yang keliru dinilai berpotensi menjadi sumber kejahatan birokrasi sekaligus merugikan hak kesejahteraan masyarakat. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, kebijakan publik yang bersifat kriminogenik dan viktimogenik harus […]

  • OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan, Fokus Mitigasi Risiko Reputasi

    OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan, Fokus Mitigasi Risiko Reputasi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan panduan penggunaan media sosial bagi industri perbankan guna memperkuat tata kelola digital sekaligus memitigasi risiko reputasi di era komunikasi berbasis platform daring. Panduan bertajuk Banking in Social Media Guideline tersebut diluncurkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, bersama pimpinan bank umum di Jakarta. Menurut Dian, media […]

  • Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

    Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai US$433,4 miliar atau setara Rp7.660 triliun dengan asumsi kurs Rp17.674 per dolar AS. Meski nilainya masih besar, pertumbuhan utang tercatat mulai melambat dibanding periode sebelumnya. Bank Indonesia (BI) dalam laporan terbarunya menyebutkan, secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), ULN Indonesia […]

expand_less