Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Kembali Takluk di Hadapan Dolar

Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Kembali Takluk di Hadapan Dolar

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap mata uang Indonesia belum mereda. Nilai tukar rupiah kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (14/7/2026), melemah 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.115 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan tersebut membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp18.109 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan rupiah melemah karena pasar masih menunggu data inflasi AS.

“Saya memperkirakan rupiah bergerak terbatas di kisaran Rp18.060–Rp18.170 per dolar AS, dengan titik tengah sekitar Rp18.100–Rp18.120 per dolar AS. Biasanya masih cenderung lemah terbatas, bukan karena sentimen domestik sepenuhnya buruk, tetapi karena pasar masih menunggu data inflasi AS dan pernyataan ketua bank sentral AS pada 14 Juli,” ujarnya dikutip Antara.

Jika inflasi AS lebih rendah dari perkiraan dan nada bank sentral AS tidak terlalu ketat, lanjut dia rupiah berpeluang menguat kembali ke sekitar Rp18.030–Rp18.080 per dolar AS. Namun, jika inflasi inti AS tetap tinggi atau pernyataan bank sentral AS terdengar ketat, rupiah bisa menguji Rp18.180–Rp18.220 per dolar AS.

Pasar memperkirakan inflasi AS Juni melambat ke 3,9 persen secara tahunan, tetapi inflasi inti masih bertahan di 2,9 persen. Selain itu, pasar juga menunggu pernyataan Ketua bank sentral AS pada 14 Juli.

“Ini penting karena jika inflasi inti tetap membandel, ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi lebih lama akan menguat, dolar AS kembali diminati, dan rupiah kembali tertekan,” kata Kepala Ekonom Permata Bank.

Harga minyak juga menjadi tekanan penting seiring Brent naik 3,43 persen harian ke 78,6 dolar AS per barel dan sudah naik 29,2 persen sejak awal tahun. Biasanya, kenaikan minyak negatif untuk rupiah karena Indonesia masih merupakan pengimpor minyak bersih.

Apabila harga minyak bertahan tinggi, pasar akan menghitung risiko tambahan pada impor energi, subsidi, inflasi, neraca transaksi berjalan, serta cadangan devisa.

Melihat dari sisi domestik, ada sentimen positif dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat Indonesia di BBB dengan prospek stabil.

S&P menilai pelemahan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta masih bisa ditopang oleh pemulihan penerimaan negara, ekspor komoditas, dan komitmen pemerintah menjaga defisit di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, S&P juga menyoroti rupiah sudah melemah sekitar 7 persen pada semester I dan tekanan fiskal-eksternal masih perlu dijaga.

“Jadi, keputusan S&P membantu menahan tekanan, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah besar-besaran,” ungkap Josua.(*)

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Stagnan

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Stagnan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak mengalami perubahan pada setiap jenisnya. Harga emas UBS dan Galeri 24 stagnan usai turun kemarin. Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (5/2/2026), emas 1 gram UBS hari ini dijual sebesar Rp2,936 juta, sama dengan harga kemarin. Sementara harga emas Galeri 24 untuk berat 1 […]

  • Lima Daerah dengan Pengeluaran Per Kapita Tertinggi di Provinsi Jambi

    Lima Daerah dengan Pengeluaran Per Kapita Tertinggi di Provinsi Jambi

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan adanya kesenjangan pola konsumsi masyarakat di Provinsi Jambi. Lima daerah mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan tertinggi, dengan Kota Jambi berada jauh di atas daerah lainnya. Posisi pertama ditempati Kota Jambi dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp1.995.087 per kapita per bulan. Angka ini hampir menyentuh […]

  • Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

    Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Investor asing masih bersikap hati-hati atau wait and see untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang akhir tahun 2025. Ketidakpastian global dan sejumlah faktor domestik menjadi alasan utama investor menunda langkahnya, terutama di pasar obligasi. Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan bahwa sejak September 2025, tren aliran modal asing […]

  • Garuda Indonesia Gelar GOTF 2026 Diskon 65%

    Garuda Indonesia Gelar GOTF 2026 Diskon 65%

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menggandeng Bank Mandiri sebagai bank partner untuk menyelenggarakan Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2026, yang merupakan GOTF pertama di tahun ini. Melalui ajang penjualan tiket berbasis digital tersebut, Garuda Indonesia menghadirkan sekitar 140 ribu kursi penerbangan domestik dan […]

  • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Termurah Segini

    Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Termurah Segini

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau naik serentak di Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadnata Abadi pada Kamis (19/2/2026) siang. Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon […]

  • Rupiah Terpukul Pagi Ini, Sentuh Rp17.878 per Dolar AS

    Rupiah Terpukul Pagi Ini, Sentuh Rp17.878 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini rupiah di level Rp17.878 Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, mata uang Indonesia melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.878 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya […]

expand_less