Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Harga Ayam dan Telur Melonjak Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Dorong Tambah Peternak Baru

Harga Ayam dan Telur Melonjak Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Dorong Tambah Peternak Baru

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga ayam dan telur di berbagai daerah menjadi perhatian serius pemerintah. Kenaikan ini disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya permintaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat justru memunculkan tantangan baru di sisi pasokan. Permintaan ayam dan telur meningkat signifikan seiring beroperasinya ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui lonjakan tersebut dan menilai perlu ada langkah cepat agar pasokan tidak terganggu.

“Wakil Kepala Kadin Indonesia menyatakan sekarang harga ayam naik dan meningkat karena kebutuhan makan bergizi, saya kira ini ada benarnya,” ujar Dadan dalam acara Membangun Ekosistem Pangan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Menurut Dadan, peningkatan kebutuhan ayam dan telur membuat pasokan menipis dan harga meroket di pasaran. Untuk menghasilkan 3.000 butir telur per hari, dibutuhkan sedikitnya 4.000 ekor ayam petelur dan empat kandang besar untuk mendukung produksinya. Selain itu, sekitar 50% pakan ayam petelur berasal dari jagung, yang sebagian besar masih dipasok dari dalam negeri. Namun, Dadan menegaskan perlunya menjaga keberlanjutan pasokan tersebut di tengah lonjakan permintaan akibat MBG.

“Karena setiap kali masak ayam untuk 3.000 orang dibutuhkan 350 ayam, kalau dilakukan dua kali seminggu maka butuh 700 ayam, dan dalam sebulan bisa mencapai 2.800 ayam,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dadan menilai penting adanya penambahan peternak baru agar program MBG tidak mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur.

“Jika tidak diikuti dengan peternak-peternak baru, saya kira kita akan kekurangan pasokan ayam, demikian juga dengan telur,” ujarnya.

Berdasarkan catatan BGN, hingga kini terdapat 10.681 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun, BGN menargetkan 25.400 unit SPPG beroperasi, termasuk 6.000 SPPG di daerah terpencil. Dadan menambahkan, keberhasilan program MBG membutuhkan kolaborasi lintas sektor, karena seluruh pembangunan SPPG hingga kini murni berasal dari kontribusi mitra tanpa dukungan APBN.

“Saya kira butuh keterlibatan pihak dalam berbagai aspek, termasuk pembangun SPPG yang saat ini 100% dari 10.681 unit itu merupakan kontribusi para mitra dan belum satupun dibangun dengan dana APBN,” tuturnya.

Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) menyoroti lonjakan harga jagung, bahan baku utama pakan ternak, yang berdampak langsung terhadap kenaikan harga ayam dan telur. Tenaga Ahli Utama KSP Bodro Pambuditomo mengingatkan perlunya antisipasi terhadap potensi peningkatan permintaan akibat MBG, terutama di sektor hulu.

“Dampak kenaikan harga jagung mulai terasa di peternak. Selain itu, perlu kita garisbawahi juga kita harus antisipasi terhadap dugaan peningkatan permintaan MBG,” kata Bodro dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Bodro menyebut, harga jagung tingkat peternak per 3 Oktober 2025 mencapai Rp6.652 per kilogram, naik 14,69% dari harga acuan penjualan (HAP) Rp5.800 per kilogram.

Kenaikan harga pakan ini membuat harga telur ayam ras naik menjadi Rp33.200 per kilogram (melebihi HAP Rp30.000/kg) dan daging ayam ras menembus Rp40.500 per kilogram, melampaui HAP Rp40.000/kg.

“Terkait telur ini bagaimana pasokan pakannya bisa diterima dengan harga yang cukup terjangkau, hingga tidak terjadi eskalasi peningkatan harga telur ayam ras,” ucapnya.

KSP juga menyoroti ketimpangan distribusi industri pakan ternak yang masih terkonsentrasi di Jawa Timur. Pemerintah didorong untuk memperluas pembangunan pabrik pakan di berbagai wilayah agar biaya distribusi lebih efisien dan harga tetap stabil.

“Perlu diantisipasi dengan adanya peningkatan kebutuhan makan bergizi gratis, jangan sampai harga ayam dan telur menjadi terlalu tinggi sehingga sumber protein hewani kita menjadi mahal,” sambung Bodro.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Titik di Peta, Location Intelligence Mulai Mengubah Cara Bisnis Memilih Lokasi

    Bukan Sekadar Titik di Peta, Location Intelligence Mulai Mengubah Cara Bisnis Memilih Lokasi

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Memilih lokasi usaha selama ini kerap dikaitkan dengan satu pertanyaan sederhana: apakah tempat tersebut ramai? Namun, di tengah persaingan bisnis yang semakin berbasis data, ukuran tersebut mulai dianggap belum cukup. Lokasi kini dapat dibaca melalui lebih banyak variabel, mulai dari kepadatan penduduk, karakter konsumen, aksesibilitas, keberadaan kompetitor, pola pergerakan, hingga potensi ekonomi suatu […]

  • Menguat 14 Poin, Rupiah Kini Rp16.851 per Dolar AS

    Menguat 14 Poin, Rupiah Kini Rp16.851 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai bergairah. Dibuka pada perdagangan Kamis (15/1/2026) pagi, rupiah bergerak menguat 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.851 per dolar AS. Penutupan hari sebelumnya mata uang Indonesia berada di level Rp 16.865 per dolar AS. Pada saat bersamaan, greenback terpantau mengalami kontraksi. Indeks dolar terlihat […]

  • BRI Ungkap Modus Penipuan Kartu Kredit, Nasabah Diminta Waspada Saat Transaksi

    BRI Ungkap Modus Penipuan Kartu Kredit, Nasabah Diminta Waspada Saat Transaksi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan kartu kredit seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai di Indonesia. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kemudahan transaksi menggunakan kartu kredit perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan informasi perbankan. Pasalnya, kejahatan perbankan seperti […]

  • Bukan Sekadar Adu Strategi, Mario Liberty Siregar Buka Praporprov Catur Jambi

    Bukan Sekadar Adu Strategi, Mario Liberty Siregar Buka Praporprov Catur Jambi

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bukan sekadar adu strategi dan kecerdikan memainkan bidak. Turnamen Catur Praporprov Pengprov Percasi Jambi Tahun 2026 juga menjadi panggung untuk menyaring talenta-talenta terbaik yang akan membawa nama Jambi ke level nasional. Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar dengan konsep tersebut di Provinsi Jambi itu resmi dibuka Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar, […]

  • Besaran UMP 2026 masih Rahasia, Airlangga: Regulasi Sudah Diparaf!

    Besaran UMP 2026 masih Rahasia, Airlangga: Regulasi Sudah Diparaf!

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa regulasi terkait besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sudah memasuki tahap finalisasi. Bahkan, Airlangga menambahkan bahwa regulasi sudah diteken. Sayangnya, ia masih enggan membocorkan besaran UMP yang diputuskan pemerintah. “Regulasi sudah diparaf,” kata Airlangga kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Jumat (5/12/2025). Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha […]

  • Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025 kembali menegaskan rentannya kawasan tersebut terhadap kerusakan ekologis. Analisis terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan, kerugian ekonomi akibat bencana mencapai jauh di atas penerimaan daerah dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit yang selama ini mendorong alih fungsi lahan. Celios […]

expand_less