Muaro Jambi Jadi Magnet Investasi, Rp780 Miliar Masuk hingga Triwulan II 2026
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Data BPS mencatat Muaro Jambi memberikan kontribusi 12,57 persen terhadap distribusi PDRB Provinsi Jambi pada Triwulan I 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Muaro Jambi muncul sebagai salah satu titik penting dalam peta investasi Provinsi Jambi sepanjang 2026. Hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi di Kabupaten Muaro Jambi mencapai sekitar Rp780 miliar, menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain yang tercatat pada periode tersebut.
Data Pemerintah Provinsi Jambi yang dikutip ANTARA mencatat, posisi berikutnya ditempati Tanjung Jabung Barat sebesar Rp758 miliar, Tebo Rp723 miliar, dan Kota Jambi Rp633 miliar. Secara keseluruhan, investasi yang masuk ke Provinsi Jambi hingga Triwulan II 2026 mencapai sekitar Rp4,2 triliun.
Besarnya investasi tersebut menunjukkan bahwa Muaro Jambi tidak hanya menjadi wilayah penyangga Kota Jambi, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi yang mampu menarik modal. Data BPS mencatat Muaro Jambi memberikan kontribusi 12,57 persen terhadap distribusi PDRB Provinsi Jambi pada Triwulan I 2026. Angka tersebut menempatkan Muaro Jambi sebagai salah satu daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar di Jambi.
Lalu, investasi Jambi 2026 bergerak ke sektor apa? Data hingga Triwulan II menunjukkan sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp1,006 triliun. Berikutnya industri makanan mencapai Rp795 miliar, kehutanan Rp403 miliar, serta transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp411 miliar.
Struktur tersebut memberi petunjuk mengenai kebutuhan bisnis yang berpotensi tumbuh mengikuti investasi. Aktivitas perkebunan dan industri membutuhkan logistik, pergudangan, transportasi, distribusi, jasa makanan, akomodasi, perdagangan hingga jasa profesional.
Dampaknya juga terlihat pada tenaga kerja. Realisasi investasi Jambi hingga periode tersebut disebut mampu menyerap 8.090 tenaga kerja, termasuk tenaga kerja lokal dan 11 tenaga kerja asing.
Meski demikian, investasi Jambi pada Triwulan II mengalami perlambatan. Nilainya sekitar Rp1,7 triliun, lebih rendah dibandingkan Triwulan I yang mencapai Rp2,5 triliun. Karena itu, perkembangan investasi pada semester II akan menjadi indikator penting bagi arah ekspansi ekonomi Jambi.
Bagi pelaku usaha, Muaro Jambi menarik bukan hanya karena nilai investasi yang masuk, tetapi karena munculnya rantai kebutuhan bisnis di sekitar aktivitas investasi tersebut. Inilah yang membuat perkembangan Muaro Jambi layak diperhatikan dalam peta bisnis Jambi 2026.
- Penulis: say say
