Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari PT Pertamina (Persero) mulai April 2026. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghentikan impor solar secara bertahap.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa hingga Maret 2026, kebutuhan solar nasional masih mengacu pada kuota impor tahun 2025. Namun, mulai April 2026, seluruh badan usaha diwajibkan melakukan pembelian solar melalui skema business to business (B2B) dengan Pertamina.

“Untuk tahun 2026 sampai Maret masih menggunakan kuota impor sebelumnya. Setelah April, badan usaha harus segera melakukan kerja sama B2B dengan Pertamina,” ujar Laode dalam podcast resmi Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

Laode menyebutkan, hingga saat ini belum ada penolakan dari SPBU swasta terkait kebijakan tersebut. Meski demikian, beberapa pelaku usaha meminta pemerintah memfasilitasi pertemuan dengan Pertamina untuk membahas mekanisme kerja sama.

“Responsnya ada yang meminta difasilitasi. Mereka ingin ada pertemuan dengan Pertamina melalui Kementerian ESDM,” kata Laode.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor solar mulai awal 2026. Menurut Bahlil, kebutuhan solar dalam negeri dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi kilang nasional, khususnya setelah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

“Begitu kilang ini diresmikan, insya Allah kita tidak lagi melakukan impor solar. Tahun ini saya tidak akan mengeluarkan izin impor solar,” ujar Bahlil saat peresmian RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Januari lalu.

Dengan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan, Pertamina mampu memproduksi berbagai jenis solar, termasuk CN48 dan CN51. Pemerintah menilai kondisi tersebut membuat impor solar tidak lagi diperlukan.

Sementara itu, sejumlah SPBU swasta dilaporkan mengalami keterbatasan stok BBM sejak awal tahun. Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Shell Indonesia. President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyatakan pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hotel di Jambi Makin Ramai, Okupansi Tembus 57,37 Persen pada Juni 2026

    Hotel di Jambi Makin Ramai, Okupansi Tembus 57,37 Persen pada Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingkat hunian hotel berbintang di Provinsi Jambi meningkat pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mencapai 57,37 persen, naik dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 53,04 persen. Pada Juni 2026, jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang mencapai 61.269 orang. Jumlah tersebut meningkat […]

  • Pemkot Jambi Latih 40 Kepala Sekolah, Dorong Pelayanan Publik Berbasis Empati dan Respons Cepat

    Pemkot Jambi Latih 40 Kepala Sekolah, Dorong Pelayanan Publik Berbasis Empati dan Respons Cepat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) di sektor pendidikan melalui pelatihan pelayanan publik bagi kepala sekolah dasar negeri. Wali Kota Jambi, Maulana, membuka Pelatihan Pelayanan Publik Angkatan III yang digelar di Gedung Diklat BKPSDMD Kota Jambi, Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini diikuti 40 kepala sekolah dasar […]

  • Melesat! Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol  Rp2.470.000 per Gram

    Melesat! Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol  Rp2.470.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam melesat pada perdagangan hari ini, Rabu (17/12/2025). Kini emas Antam sudah dibanderol Rp2.470.000 per gram. Harga emas Antam itu naik Rp 6.000 jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp2.464.000 per gram. Adanya kenaikan harga yang terjadi membuat harga beli kembali (buyback) emas Antam juga meningkat menjadi […]

  • Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 terus menunjukkan komitmen dalam mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Implementasi program ini kini memasuki tahap penting dengan dilakukannya penanaman perdana kelapa sawit hasil PSR bersama Gapoktan Jaya Makmur. Penanaman perdana bibit kelapa sawit tersebut dilakukan […]

  • Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level Rp16.996 per dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level Rp16.996 per dolar AS

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.996 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Pelemahan ini dipicu tekanan global seiring meningkatnya tensi geopolitik AS-Iran dan penguatan dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS. Adapun […]

  • Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa menanam kelapa saat ini lebih  menguntungkan dibandingkan kelapa sawit. Pernyataan ini muncul seiring lonjakan permintaan kelapa dari China yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut di tingkat petani. Zulhas mengungkapkan harga kelapa di tingkat petani melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan signifikan ini […]

expand_less