Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4,35 persen. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi, dipicu kenaikan harga energi dan dampak konflik global. Langkah tersebut menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut, sekaligus mengembalikan level suku bunga seperti pada Desember 2024.

Mengutip laporan CNBC, mayoritas anggota dewan RBA mendukung kebijakan ini. Sebanyak delapan anggota memilih menaikkan suku bunga, sementara satu anggota lainnya memilih mempertahankan di level 4,1 persen.

RBA menyebut lonjakan inflasi terjadi sejak paruh kedua 2025, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan komoditas global.

“Perkembangan di Timur Tengah berdampak pada inflasi. Harga bahan bakar yang lebih tinggi meningkatkan tekanan harga dan berpotensi menimbulkan efek lanjutan pada berbagai sektor,” tulis RBA dalam pernyataannya.

Bank sentral juga memperkirakan inflasi akan tetap berada di atas target 2–3 persen dalam beberapa waktu ke depan. Risiko inflasi dinilai masih tinggi seiring ketidakpastian global.

Ke depan, RBA memberi sinyal kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan. Suku bunga diproyeksikan dapat mencapai 4,7 persen pada Desember 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Selain itu, proyeksi inflasi direvisi naik menjadi 4,8 persen pada pertengahan 2026 dan sekitar 4 persen di akhir tahun. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Australia justru direvisi turun menjadi 1,3 persen dari sebelumnya 1,8 persen.

Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Australia mencapai 4,09 persen pada kuartal I 2026. Bahkan, pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 4,6 persen, menjadi level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Meski demikian, ekonomi Australia masih menunjukkan ketahanan. Produk domestik bruto negara tersebut tercatat tumbuh 2,6 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, menjadi laju tercepat dalam dua tahun.

RBA menegaskan bahwa ketidakpastian global, terutama terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah, masih menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi inflasi dan arah kebijakan moneter ke depan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Talang Banjar Mayoritas Stabil, Cabai Masih Jadi Pemicu Kenaikan

    Harga Sembako di Talang Banjar Mayoritas Stabil, Cabai Masih Jadi Pemicu Kenaikan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau stabil pada pembaruan data per 25 November 2025. Berdasarkan informasi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga, sementara beberapa jenis cabai justru mencatat kenaikan. Untuk komoditas beras, hampir seluruh jenis berada pada kondisi stabil. Beras […]

  • Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi […]

  • Kilang Balikpapan Kini Produksi Propylene, Perkuat Ketahanan Industri Petrokimia 

    Kilang Balikpapan Kini Produksi Propylene, Perkuat Ketahanan Industri Petrokimia 

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisi Indonesia dalam industri petrokimia nasional. Melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, fasilitas Kilang Balikpapan kini resmi mampu memproduksi propylene, salah satu bahan baku utama industri plastik, tekstil, hingga produk kimia. Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menjelaskan bahwa sebelum proyek RDMP dijalankan, Kilang Balikpapan […]

  • Ini 5 Daerah Transmigrasi Paling Sukses di Jambi, Tempat Tinggalmu Termasuk?

    Ini 5 Daerah Transmigrasi Paling Sukses di Jambi, Tempat Tinggalmu Termasuk?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program transmigrasi yang digagas pemerintah pusat puluhan tahun lalu terbukti membawa perubahan besar bagi Provinsi Jambi. Daerah yang dulunya didominasi hutan belantara kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan sektor perkebunan dan pertanian sebagai tulang punggungnya. Provinsi Jambi menjadi salah satu tujuan utama program transmigrasi sejak beberapa dekade silam. Program ini bertujuan […]

  • Gapki: Industri sawit miliki fondasi kuat di aspek keselamatan kerja

    Gapki: Industri sawit miliki fondasi kuat di aspek keselamatan kerja

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri kelapa sawit nasional dinilai memiliki sistem keamanan dan keselamatan kerja yang komprehensif melalui penerapan berbagai regulasi serta standar keberlanjutan baik di tingkat nasional maupun internasional. Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Edi Suhardi mengatakan penerapan sistem keamanan dan keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam menjaga perlindungan tenaga kerja […]

  • IHSG Hari Ini 23 Februari 2026 Naik 1% ke Level 8.334, Saham Basic dan Energi Pimpin Penguatan

    IHSG Hari Ini 23 Februari 2026 Naik 1% ke Level 8.334, Saham Basic dan Energi Pimpin Penguatan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada awal perdagangan Senin (23/2/2026). Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik sekitar 1 persen dan kembali menembus level 8.300. IHSG dibuka naik 63 poin ke posisi 8.334,54 dari penutupan sebelumnya di 8.271,76. Sepanjang sesi awal, indeks bergerak di rentang 8.327 hingga 8.375. Sebanyak 366 saham menguat, 206 […]

expand_less