Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tertekan Lagi, Dibuka Rp17.935 per Dolar AS

Rupiah Tertekan Lagi, Dibuka Rp17.935 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Setelah sempat menguat pada penutupan sebelumnya, mata uang Indonesia berbalik melemah saat mengawali perdagangan Jumat (7/8/2026).

Rupiah dibuka terdepresiasi sebesar 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.935 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini sekaligus mengakhiri tren penguatan yang terjadi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Mengutip Antara, posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan Kamis (6/8/2026) yang berada di level Rp17.923 per dolar AS. Namun, posisi rupiah masih di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri dan luar negeri.

“Untuk perdagangan (7/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.920-Rp 17.970,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/8).

Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Penurunan harga energi mendorong investor menurunkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve.

“Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 55 persen, turun dari 67 persen dua hari sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku pasar juga masih menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed. Laporan ADP National Employment menunjukkan perekrutan tenaga kerja sektor swasta pada Juli melambat, sementara perhatian kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan menjadi sentimen positif. Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I, angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sehingga pertumbuhan ekonomi semester I 2026 tercatat sebesar 5,45 persen.

Selain itu, perhatian pelaku pasar sepanjang Agustus tidak hanya tertuju pada hasil peninjauan indeks MSCI, tetapi juga pengumuman FTSE Russell pada periode 10–14 Agustus 2026.

“Status pembekuan (freeze) Indonesia diperkirakan menjadi salah satu katalis penting bagi pergerakan pasar saham dalam waktu dekat,” ujarnya.

Meski berbagai reformasi yang dilakukan regulator dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai sebagai perkembangan positif, hal tersebut belum menjamin perubahan sikap FTSE Russell maupun MSCI dalam waktu dekat. MSCI diperkirakan baru akan menyampaikan evaluasi lanjutan terhadap reformasi pasar modal Indonesia menjelang akhir Oktober 2026.

Adapun MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia, dengan perubahan yang mulai berlaku pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Karena itu, arah kebijakan penyedia indeks global tersebut masih sulit diprediksi dan berpotensi menjadi sentimen yang membayangi pergerakan pasar.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kementerian Koperasi, Perluas Perlindungan Pekerja Koperasi Nasional

    BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kementerian Koperasi, Perluas Perlindungan Pekerja Koperasi Nasional

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di sektor koperasi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa, 12 Mei 2026. Kerja sama tersebut menyasar seluruh ekosistem koperasi, mulai dari pengurus, pengelola, pekerja, hingga anggota yang memiliki aktivitas ekonomi produktif. Menteri Koperasi, Ferry Joko […]

  • Jasa Marga Perbaiki Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi

    Jasa Marga Perbaiki Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jasa Marga kembali melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan di sejumlah titik pada ruas Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi selama sepekan ke depan. Pekerjaan berlangsung mulai Minggu (16/11) hingga Sabtu (22/11) sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan jalan tol. Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, menjelaskan bahwa pekerjaan […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • Meta Uji Fitur Premium WhatsApp dan Instagram, Pengguna Wajib Berlangganan

    Meta Uji Fitur Premium WhatsApp dan Instagram, Pengguna Wajib Berlangganan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meta Platforms dikabarkan tengah menguji fitur premium berbasis langganan di sejumlah platform miliknya, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Kebijakan ini berpotensi mengubah model layanan yang selama ini dinikmati pengguna secara gratis. Mengutip laporan TechCrunch yang dilansir CNBC, paket berlangganan tersebut dirancang untuk memberikan akses ke fitur produktivitas dan kreativitas lanjutan, termasuk kemampuan kecerdasan […]

  • Rupiah Menguat! Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

    Rupiah Menguat! Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angin segar akhirnya berembus ke rupiah. Setelah sempat loyo pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.911 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut menguat 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.917 […]

  • Industri Keramik Nasional Melesat, Importir Ramai-Ramai Beralih ke Skema OEM Lokal

    Industri Keramik Nasional Melesat, Importir Ramai-Ramai Beralih ke Skema OEM Lokal

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebangkitan industri keramik nasional sepanjang 2025 semakin terasa kuat. Setelah pemerintah menerapkan kebijakan Antidumping, Safeguard, dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib, sektor keramik dalam negeri kini menunjukkan pemulihan nyata di pasar domestik. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengungkapkan bahwa kombinasi tiga kebijakan strategis tersebut menciptakan efek berantai yang sangat […]

expand_less