Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bukan Sekadar Titik di Peta, Location Intelligence Mulai Mengubah Cara Bisnis Memilih Lokasi

Bukan Sekadar Titik di Peta, Location Intelligence Mulai Mengubah Cara Bisnis Memilih Lokasi

  • account_circle say say
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Memilih lokasi usaha selama ini kerap dikaitkan dengan satu pertanyaan sederhana: apakah tempat tersebut ramai? Namun, di tengah persaingan bisnis yang semakin berbasis data, ukuran tersebut mulai dianggap belum cukup. Lokasi kini dapat dibaca melalui lebih banyak variabel, mulai dari kepadatan penduduk, karakter konsumen, aksesibilitas, keberadaan kompetitor, pola pergerakan, hingga potensi ekonomi suatu kawasan. Pendekatan tersebut dikenal sebagai location intelligence atau kecerdasan lokasi.

Dalam kajian Kazee, location intelligence merupakan metode untuk mengumpulkan, menganalisis, menampilkan, dan memvisualisasikan data geografis guna membantu organisasi mengambil keputusan. Data yang dapat digunakan mencakup data geospasial, GPS, transaksi, sosiodemografi, lalu lintas pejalan kaki, hingga titik penjualan.

Dengan pendekatan ini, sebuah lokasi tidak lagi dilihat sebagai titik yang berdiri sendiri. Titik tersebut ditempatkan dalam konteks wilayah di sekitarnya.

Misalnya, sebuah calon lokasi restoran dapat dianalisis berdasarkan jumlah dan karakter penduduk di sekitar lokasi, daya beli, aktivitas konsumen, keberadaan restoran lain, akses jalan, serta jarak terhadap kawasan yang menjadi sumber pelanggan. Analisis semacam ini membantu mengubah pertanyaan dari sekadar “ramai atau tidak” menjadi “ramai oleh siapa, pada waktu kapan, dan untuk kebutuhan apa”.

Konsep tersebut juga digunakan dalam analisis pasar dan pemilihan lokasi. Esri, salah satu penyedia teknologi geospasial, menjelaskan bahwa analisis lokasi dapat menggabungkan data demografi, gaya hidup, pengeluaran konsumen, data sensus, serta informasi bisnis untuk membantu perusahaan memahami pasar dan menentukan lokasi ekspansi.

Salah satu kekuatan location intelligence terletak pada kemampuannya menggabungkan beberapa lapisan informasi. Data konsumen dapat dibandingkan dengan lokasi kompetitor, jaringan jalan, fasilitas publik, hingga karakter sosial ekonomi masyarakat.

Dalam praktiknya, analisis dapat dilakukan menggunakan radius atau wilayah jangkauan tertentu. Data dari beberapa sumber kemudian ditumpang tindihkan untuk melihat hubungan antar faktor. Kajian Kazee menyebut fitur seperti analisis radius, overlay, dan object counting dapat digunakan untuk memahami aksesibilitas serta hubungan antarobjek dalam suatu kawasan.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan bagi bisnis yang membutuhkan investasi lokasi dalam jangka panjang. Kesalahan memilih lokasi bukan hanya persoalan biaya sewa atau harga tanah, tetapi juga menyangkut potensi pelanggan dan biaya operasional yang harus ditanggung setelah bisnis berjalan.

Esri mencatat bahwa analisis site selection dapat digunakan untuk mengevaluasi lalu lintas pelanggan, demografi, pendapatan rumah tangga, serta tingkat persaingan sebelum sebuah lokasi dipilih.

Manfaat lain location intelligence adalah membantu perusahaan memahami kompetitor. Peta dapat menunjukkan bagaimana bisnis sejenis tersebar dalam suatu kawasan dan apakah sebuah pasar sudah terlalu padat atau justru masih memiliki ruang.

Data lokasi juga dapat digunakan untuk membentuk trade area, yakni wilayah yang menjadi sumber utama pelanggan sebuah bisnis. Analisis tersebut memungkinkan perusahaan membandingkan karakter pelanggan aktual dengan karakter masyarakat di sekitar calon lokasi baru.

Pada akhirnya, location intelligence tidak menggantikan pengalaman lapangan. Teknologi tersebut justru memberikan lapisan informasi tambahan sebelum keputusan dibuat.

Lokasi yang terlihat ramai belum tentu memiliki konsumen yang sesuai. Sebaliknya, kawasan yang belum terlihat padat secara visual dapat menyimpan potensi apabila data demografi, aksesibilitas, aktivitas ekonomi, dan perkembangan kawasan menunjukkan arah pertumbuhan.

Karena itu, dalam persaingan bisnis yang semakin mengandalkan data, pertanyaan tentang lokasi mulai bergeser. Bukan lagi sekadar “di mana tempat yang ramai?”, melainkan “apa yang sebenarnya terjadi di sekitar lokasi tersebut?”

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siapa sangka, di balik kesibukan para pejabat tinggi negara, mereka juga punya menu kuliner sederhana yang selalu menggoda: sate. Olahan daging bakar yang disiram bumbu kacang atau kecap ini ternyata jadi favorit banyak tokoh penting Tanah Air. Dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masing-masing punya tempat langganan sate andalan. […]

  • PLN Teken Kesepakatan Raksasa, RI-Norwegia Mulai Perdagangan Karbon Terbesar Dunia

    PLN Teken Kesepakatan Raksasa, RI-Norwegia Mulai Perdagangan Karbon Terbesar Dunia

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia kembali mencuri perhatian dunia setelah PT PLN (Persero) resmi menandatangani Mutual Expression of Intent Generation-Based Incentive Programme bersama Global Green Growth Institute (GGGI). Kesepakatan ini dilakukan di Paviliun Indonesia pada ajang Conference of the Parties (COP30) di Belém, Brazil, Kamis (13/11/2025). Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari bilateral agreement Indonesia–Norwegia, yang diklaim […]

  • Berantas Ekonomi Bawah Tanah, Bea Cukai dan Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

    Berantas Ekonomi Bawah Tanah, Bea Cukai dan Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aparat gabungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak melakukan penyegelan terhadap sejumlah kapal mewah di kawasan Teluk Jakarta. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menindak praktik ekonomi bawah tanah (underground economy) yang dinilai merugikan negara. Penyegelan tersebut merupakan hasil pengawasan intensif terhadap kepemilikan dan penggunaan kapal mewah yang […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang hari raya Idulfitri 1447 H/2026 harga emas di Pegadaian mengalami penurunan. Baik itu produk logam mulia buatan UBS maupun Galeri24, pagi ini kompak turun Rp11.000. Dilansir laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (17/3/2026), emas UBS menjadi Rp3.015.000 dari semula Rp3.026.000 per gram. Sementara emas Galeri24 dipatok Rp3.001.000 per gram dari sebelumnya di angka […]

  • Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi strategis investor nasional. Djoni, investor asal Jambi, resmi masuk ke jajaran pemegang saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) dengan kepemilikan sebesar 5,09 persen saham. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham FOLK, dengan tanggal efektif kepemilikan pada […]

  • Bank Mandiri Salurkan Kredit Mikro ke Debitur Perempuan Rp53,7 Triliun

    Bank Mandiri Salurkan Kredit Mikro ke Debitur Perempuan Rp53,7 Triliun

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendorong inklusivitas ekonomi melalui penyaluran kredit mikro kepada lebih dari 654 ribu perempuan pelaku usaha di berbagai daerah sebesar Rp53,7 triliun hingga kuartal II 2025. Outstanding pembiayaan tersebut meningkat 13,5 persen (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut setara 53 persen dari total […]

expand_less