Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PLN Teken Kesepakatan Raksasa, RI-Norwegia Mulai Perdagangan Karbon Terbesar Dunia

PLN Teken Kesepakatan Raksasa, RI-Norwegia Mulai Perdagangan Karbon Terbesar Dunia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indonesia kembali mencuri perhatian dunia setelah PT PLN (Persero) resmi menandatangani Mutual Expression of Intent Generation-Based Incentive Programme bersama Global Green Growth Institute (GGGI). Kesepakatan ini dilakukan di Paviliun Indonesia pada ajang Conference of the Parties (COP30) di Belém, Brazil, Kamis (13/11/2025).

Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari bilateral agreement Indonesia–Norwegia, yang diklaim sebagai salah satu transaksi karbon terbesar di bawah mekanisme Article 6 Paris Agreement, dengan potensi pengurangan emisi hingga 12 juta ton CO₂e.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa langkah ini menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam memimpin perdagangan karbon dunia.

“Hari ini kita mencapai titik penting yang menentukan capaian berikutnya dalam kerja sama Indonesia-Norwegia, serta menunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjadi pemimpin dalam implementasi perdagangan karbon melalui skema Article 6 Paris Agreement,” kata Hanif dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

Hanif menjelaskan bahwa selama ini kerja sama bilateral lebih banyak fokus pada Nature-Based Solutions (NBS) dengan skema Result-Based Contribution (RBC). Kini Indonesia memperluas perannya pada perdagangan karbon technology-based solutions yang memberikan dampak lebih luas pada pengurangan emisi.

“Tonggak ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin global, sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat energi terbarukan melalui perdagangan karbon multisektor yang terbukti efektif mendukung pencapaian target perubahan iklim global,” tambahnya.

Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia Andreas Bjelland Eriksen menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Indonesia.

“Bagi Norwegia, keberhasilan pelaksanaan program ini baru merupakan awal. Kami yakin langkah bersama ini akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi dan investasi hijau,” ucap Eriksen.

Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk memimpin tata kelola karbon global yang berintegritas tinggi.

“Kami meyakini bahwa program pertama ini dapat menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk inisiatif semacam ini dan memiliki kapasitas untuk memperluas skalanya. Hal ini akan memberikan sinyal kuat bagi sektor swasta maupun pemerintah lainnya yang ingin meningkatkan keterlibatannya dalam kerangka Article 6 Paris Agreement,” katanya.

Dari sisi operasional, PLN memastikan kesiapan penuh dalam memperkuat perdagangan karbon berbasis teknologi. Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Evy Haryadi menyebut kerja sama ini merupakan langkah nyata menyikapi ancaman perubahan iklim global.

“Perubahan iklim adalah persoalan global, yang membutuhkan kerja sama dan solusi kolektif dari seluruh dunia. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret PLN dan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi bencana iklim yang semakin nyata,” ucap Evy.

Ia menegaskan bahwa PLN sedang menyiapkan skema perdagangan karbon bilateral pertama di dunia.

“Melalui kemitraan dengan GGGI yang mewakili Norwegia, PLN tidak hanya menyiapkan transaksi karbon bilateral pertama di dunia, tetapi juga meletakkan dasar bagi skema carbon financing pertama dan terbesar untuk proyek energi terbarukan di Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa transisi energi berkeadilan dapat diwujudkan melalui kolaborasi global yang terukur dan transparan,” kata Evy.

Kesepakatan ini juga memperkenalkan skema Generation-Based Incentive (GBI) untuk mendukung pencapaian Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia, memperkuat pengembangan energi baru terbarukan, hingga menekan ketergantungan pada batubara. Dokumen ini menjadi dasar penyusunan Mitigation Outcome Purchase Agreement (MOPA) untuk pembelian Internationally Transferred Mitigation Options (ITMOs) yang saat ini tengah dirumuskan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sawit dan Karet Jadi Penopang, NTP Jambi Naik 13,35 Persen Setahun

    Sawit dan Karet Jadi Penopang, NTP Jambi Naik 13,35 Persen Setahun

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor perkebunan kembali menunjukkan perannya terhadap ekonomi petani Jambi. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama karet dan kelapa sawit, ikut menopang penguatan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Jambi Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni 2026. Jika dibandingkan Juli tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat […]

  • ISPA Jambi Tembus 6.446 Kasus, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kelompok Rentan

    ISPA Jambi Tembus 6.446 Kasus, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kelompok Rentan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jambi kembali mengalami peningkatan di tengah musim kemarau dan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Jambi, kasus ISPA pada minggu ke-32 atau periode hingga 15 Agustus 2026 mencapai 6.446 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan […]

  • BP Batam Batalkan Alokasi Lahan Anak Usaha HOME, Ini Alasannya

    BP Batam Batalkan Alokasi Lahan Anak Usaha HOME, Ini Alasannya

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengumumkan kabar penting terkait proyeknya di wilayah Pantai Timur, Nongsa, Batam. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) telah resmi membatalkan alokasi lahan untuk entitas anak perusahaan, PT Warga Tri Manunggal. Melalui keterbukaan informasi, Direktur HOME, Ardi Syofyan, menjelaskan hal tersebut. Pembatalan itu […]

  • Strategi Politik di Balik Kebijakan Ekonomi Purbaya: Antara Stabilitas Fiskal dan Konsolidasi Kekuasaan

    Strategi Politik di Balik Kebijakan Ekonomi Purbaya: Antara Stabilitas Fiskal dan Konsolidasi Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di balik kebijakan ekonomi yang tampak teknokratis dan berbasis data, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ternyata memainkan strategi politik yang tak kalah cermat. Bagi pemerintahan baru, ekonomi bukan sekadar urusan angka dan pertumbuhan, melainkan juga alat untuk membangun stabilitas kekuasaan dan legitimasi politik jangka panjang. Pelantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Pemerintahan […]

  • Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit. Kepala Divisi Riset […]

  • Strategi Investor Hadapi Gejolak Pasar di Tengah Isu Politik Global

    Strategi Investor Hadapi Gejolak Pasar di Tengah Isu Politik Global

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketidakstabilan politik global kembali menjadi sorotan para pelaku pasar. Mulai dari konflik geopolitik, pergantian kepemimpinan di negara besar, hingga kebijakan luar negeri yang berubah arah, semuanya berdampak langsung pada pergerakan harga saham, obligasi, dan nilai tukar mata uang. Isu politik global sering kali memicu volatilitas tinggi di pasar modal. Sentimen investor mudah terguncang, […]

expand_less