Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkes Budi Gunadi: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Berdampak pada Warga Miskin

Menkes Budi Gunadi: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Berdampak pada Warga Miskin

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan berdampak pada masyarakat miskin. Budi menjelaskan, kelompok masyarakat miskin yang masuk dalam Desil 1-5 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap terlindungi karena iuran mereka ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).

“Kenaikan premi BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin karena masyarakat miskin dibayari oleh pemerintah,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (25/2).

Menurut dia, konsep jaminan kesehatan nasional mengedepankan prinsip gotong royong, di mana masyarakat mampu membantu pembiayaan layanan kesehatan bagi kelompok kurang mampu.

Saat ini, iuran BPJS Kesehatan kelas III tercatat sebesar Rp 42.000 per bulan. Dari jumlah tersebut, peserta membayar Rp 35.000, sementara sisanya disubsidi pemerintah.

Budi menilai, penyesuaian iuran lebih berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke atas. Ia menekankan perlunya reformasi struktural agar keberlanjutan pembiayaan jaminan kesehatan tetap terjaga.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan disebut masih menghadapi potensi defisit antara Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun. Pemerintah berencana menambal sebagian kekurangan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 20 triliun.

Budi mengingatkan, jika persoalan defisit tidak diatasi secara menyeluruh, dampaknya bisa dirasakan rumah sakit melalui keterlambatan pembayaran klaim yang berpotensi mengganggu operasional layanan kesehatan.

Sementara itu, sejumlah pihak mengingatkan agar wacana kenaikan iuran dikaji secara komprehensif. Pasalnya, kelompok kelas menengah, khususnya pekerja sektor informal, dinilai berada pada posisi rentan terhadap penyesuaian beban iuran.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

    Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mengarahkan transformasi ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, arah baru pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi. Hal itu disampaikan dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. […]

  • Teknologi Tepat Guna Dorong Produksi Lapis Angso Duo Naik 40 Persen

    Teknologi Tepat Guna Dorong Produksi Lapis Angso Duo Naik 40 Persen

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – UMKM Lapis Angso Duo Jambi meningkatkan kapasitas produksi setelah mendapat dukungan teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Jambi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari program bertajuk “Penguatan Daya Saing UMKM Lapis Angso Duo Jambi melalui Implementasi Teknologi Produksi, Manajemen Rantai Pasok, dan Pemasaran Digital” yang didanai melalui […]

  • Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

    Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin. Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 […]

  • BNI Optimis Lampaui Target KUR Perumahan Rp250 Miliar di Akhir Tahun

    BNI Optimis Lampaui Target KUR Perumahan Rp250 Miliar di Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan optimis dapat melampaui target penyaluran KUR (kredit usaha rakyat) perumahan sebesar Rp250 miliar hingga akhir tahun, terdiri dari Rp100 miliar di sisi supply dan Rp150 miliar di sisi demand. “BNI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, baik […]

  • Bank Jambi Apresiasi Polda Jambi, Berkomitmen Pulihkan Kepercayaan Nasabah

    Bank Jambi Apresiasi Polda Jambi, Berkomitmen Pulihkan Kepercayaan Nasabah

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Jambi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Jambi atas keberhasilan mengungkap kasus pembobolan dana nasabah oleh hacker pada 22 Juli 2026 lalu. Dari penangkapan para tersangka penyidik juga berhasil menyelamatkan dana para nasabah sebesar Rp. 18,9 miliar. Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, menyampaikan rasa syukur atas langkah cepat aparat kepolisian […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri24 Lebih Murah

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri24 Lebih Murah

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian bervariasi pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Dari tiga produk yang tersedia, emas Antam masih dibanderol paling mahal dibandingkan emas UBS dan Galeri24. Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam hari ini mencapai Rp2.589.000 per gram. Sementara itu, emas UBS dipatok Rp2.501.000 per gram dan emas Galeri24 dijual […]

expand_less