Selasa, 26 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

  • account_circle say say
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 2026. Kebijakan ini digadang untuk menekan praktik manipulasi nilai ekspor, namun memicu kekhawatiran pelaku industri.

Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ekspor komoditas strategis, menyasar praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai menggerus penerimaan negara.

Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan aturan tata kelola ekspor sumber daya alam. Implementasinya dilakukan bertahap mulai 1 Juni 2026 dan ditargetkan berlaku penuh pada 1 September 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap. Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, seluruh ekspor mineral pada akhirnya akan terintegrasi melalui Danantara.

“Semua mineral nanti lewat Danantara, tapi bertahap,” kata Bahlil.

Namun, di tingkat pelaku usaha, kepastian aturan masih menjadi persoalan utama. Industri nikel menilai pemerintah belum memberikan kejelasan mengenai cakupan produk yang masuk dalam skema tersebut.

Ketua Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengatakan, hingga kini belum ada definisi tegas terkait kategori ferroalloy—apakah mencakup ferronickel (FeNi) saja atau termasuk nickel pig iron (NPI).

“Sejak lama ada kerancuan definisi dua produk ini,” ujar Arif.

Ketidakjelasan itu dinilai krusial karena menyangkut kontrak dagang yang sudah berjalan. Industri khawatir perubahan skema ekspor dapat mengganggu fleksibilitas transaksi dan menekan margin usaha.

Apalagi, sektor nikel saat ini tengah menghadapi tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga patokan mineral dan bahan pendukung seperti sulfur.

Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) juga mengingatkan pentingnya kepastian kebijakan. Tanpa panduan yang jelas, proses negosiasi bisnis dengan pembeli global berpotensi terganggu.

“Dibutuhkan kejelasan agar keberlanjutan perusahaan tetap terjaga,” kata Direktur Eksekutif API-IMA Sari Esayanti.

Kekhawatiran lain datang dari kalangan analis energi. Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna menilai pemerintah belum menyampaikan grand design kebijakan secara utuh.

Menurut dia, intervensi negara dalam tata niaga ekspor bisa dibaca sebagai sinyal perubahan arah kebijakan yang berisiko terhadap iklim investasi.

“Investasi butuh kepastian. Yang dikhawatirkan adalah predictability-nya,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah berargumen bahwa pengawasan ekspor diperlukan untuk mengamankan devisa dan meningkatkan transparansi perdagangan mineral.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Melaju di Zona Hijau, Mengikuti Langkah Bursa Regional

    IHSG Melaju di Zona Hijau, Mengikuti Langkah Bursa Regional

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) dibuka naik pada perdagangan Rabu (3/12/2025) pagi, mengikuti jejak bursa regional. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,26% atau 22,619 poin ke level 8.639,662. Tercatat 252 saham naik, 283 saham turun, 181 saham stagnan. Total volume perdagangan 10,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 5,1 triliun. Sebanyak delapan […]

  • Gubernur Al Haris Lepas 442 Jamaah Haji Kloter 19 Jambi

    Gubernur Al Haris Lepas 442 Jamaah Haji Kloter 19 Jambi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Al Haris resmi melepas keberangkatan 442 jamaah calon haji Kloter 19 asal Merangin dan Kerinci di Asrama Haji Kota Jambi, Selasa, 12 Mei 2026. Kloter ini menjadi rombongan gelombang kedua yang akan diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui embarkasi Batam. Dalam sambutannya, Al Haris menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah selama berada di Tanah Suci. […]

  • Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp16.903 per Dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp16.903 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Dibuka pagi ini rupiah melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.894 per dolar AS. Tekanan eksternal membuat mata uang Asia, termasuk rupiah, kesulitan bangkit di tengah sentimen risiko yang masih rapuh. Sementara itu, […]

  • Solidaritas Karyawan PalmCo Mengalir untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

    Solidaritas Karyawan PalmCo Mengalir untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera terus berdatangan. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, solidaritas muncul dari para karyawan Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo. Secara sukarela, mereka menggalang donasi lintas regional dari Kalimantan hingga Sulawesi untuk membantu warga kembali menata hidup. […]

  • Penghujung Tahun 2025, Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Stabil

    Penghujung Tahun 2025, Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diproduksi oleh UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Senin (29/12/2025) ini terpantau stabil. Logam mulia emas dari kedua produsen ini sama-sama menahan harga di tengah minat pasar. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tetap Rp2.627.000 per gram. Sementara UBS bertahan di Rp2.684.000. Menunjukkan dua produk buatan UBS dan Galeri24 […]

  • BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

    BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai Rp15,49 triliun pada momentum libur akhir tahun 2025 dan tahun baru 2026. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah di outlet dan ATM/CRM untuk mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun dan awal tahun. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan BSI akan menyiapkan sinergi kesiapan […]

expand_less