Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » 10 Rahasia Ekonomi Jambi yang Jarang Diungkap BPS, Nomor 6 Jadi Penopang Utama Daerah

10 Rahasia Ekonomi Jambi yang Jarang Diungkap BPS, Nomor 6 Jadi Penopang Utama Daerah

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit, karet, batu bara, dan minyak bumi di Indonesia. Namun di balik kekayaan sumber daya alam tersebut, terdapat sejumlah fakta ekonomi yang belum banyak diketahui masyarakat.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, BKPM, Kementerian ESDM, SKK Migas, serta data perdagangan nasional, struktur ekonomi Jambi ternyata jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar daerah penghasil komoditas.

Ekonomi Jambi tidak hanya digerakkan oleh sektor perkebunan dan pertambangan, tetapi juga perdagangan, transportasi, jasa, investasi hingga UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Berikut 10 fakta ekonomi Jambi yang menarik untuk diketahui.

1. Nilai Ekonomi Jambi Sudah Menembus Rp349,66 Triliun, APBD Hanya Rp4,575 Triliun

Banyak masyarakat mengira uang yang beredar di Provinsi Jambi sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal kenyataannya sangat berbeda.

Badan Pusat Statistik mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai Rp349,66 triliun.

Sebagai perbandingan, APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2025 hanya sebesar Rp4,575 triliun.

Artinya, ukuran ekonomi Jambi sekitar 76 kali lebih besar dibandingkan APBD provinsi.

Fakta ini menunjukkan bahwa roda perekonomian daerah lebih banyak digerakkan oleh aktivitas masyarakat, perusahaan, perkebunan, pertambangan, perdagangan, industri, investasi, dan UMKM dibandingkan belanja pemerintah.

APBD sendiri berfungsi sebagai instrumen fiskal untuk membiayai pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program pemerintah.

2. Sawit Menjadi Jantung Ekonomi Jambi

Banyak yang menganggap batu bara merupakan penyumbang ekonomi terbesar.

Namun berdasarkan struktur PDRB BPS, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi Jambi, dengan kelapa sawit sebagai komoditas dominan.

Jambi memiliki lebih dari satu juta hektare perkebunan sawit yang tersebar hampir di seluruh kabupaten.

Sektor ini melibatkan ratusan ribu petani, pekerja pabrik kelapa sawit, perusahaan perkebunan, jasa angkutan, hingga pelaku perdagangan.

Ketika harga minyak sawit mentah (CPO) dunia naik, dampaknya langsung terasa terhadap daya beli masyarakat. Penjualan kendaraan meningkat, toko bangunan ramai, konsumsi rumah tangga naik, dan aktivitas ekonomi desa ikut bergerak.

Sebaliknya, saat harga sawit turun, perlambatan ekonomi juga cepat dirasakan, terutama di daerah sentra perkebunan.

3. Batu Bara Menjadi Mesin Devisa Jambi

Meski bukan penyumbang terbesar terhadap PDRB, batu bara memiliki peran yang sangat penting terhadap perdagangan internasional.

Komoditas ini menjadi salah satu penyumbang ekspor terbesar Jambi.

Saat harga batu bara dunia meningkat, nilai ekspor Jambi ikut melonjak. Aktivitas pelabuhan bertambah, jasa angkutan meningkat, dan penerimaan negara dari sektor pertambangan juga naik.

Inilah sebabnya pembangunan jalur khusus angkutan batu bara menjadi isu strategis karena tidak hanya berkaitan dengan kemacetan, tetapi juga menyangkut kelancaran ekspor dan penerimaan ekonomi daerah.

4. Pendapatan Per Kapita Hampir Rp93 Juta, Tetapi Tidak Semua Orang Menerima Sebesar Itu

BPS mencatat PDRB per kapita Provinsi Jambi pada 2025 mencapai sekitar Rp92,79 juta per tahun atau setara sekitar Rp7,73 juta per bulan.

Namun angka tersebut bukan berarti rata-rata masyarakat memperoleh gaji sebesar itu.

PDRB per kapita dihitung dari total nilai ekonomi daerah yang dibagi dengan jumlah penduduk.

Di dalamnya terdapat kontribusi perusahaan besar, industri, perkebunan, pertambangan, investasi, hingga aktivitas pemerintah.

Artinya, masih terdapat kesenjangan pendapatan di masyarakat.

Sebagian pekerja memperoleh penghasilan jauh di atas rata-rata, sementara petani kecil, nelayan, dan pekerja sektor informal masih memiliki pendapatan yang lebih rendah.

5. Jambi Selalu Mencatat Surplus Perdagangan

Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah Jambi hampir selalu menikmati surplus perdagangan luar negeri.

Sebagai contoh, pada Mei 2026, nilai ekspor Jambi mencapai sekitar US$194,72 juta, sedangkan impor hanya US$11,09 juta.

Dengan demikian, Provinsi Jambi membukukan surplus perdagangan sekitar US$183,63 juta.

Komoditas ekspor utama antara lain batu bara, minyak sawit mentah (CPO), karet, pinang, dan kayu olahan.

Sementara impor didominasi mesin industri, kendaraan, serta peralatan produksi.

Surplus ini menunjukkan lebih banyak devisa yang masuk ke Jambi dibandingkan uang yang keluar untuk membeli barang dari luar negeri.

6. Ekspor Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Banyak orang mengira konsumsi rumah tangga menjadi motor utama ekonomi daerah.

Faktanya, berdasarkan data BPS, komponen ekspor barang dan jasa menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi pada 2025, yaitu tumbuh 5,75 persen.

Artinya, ekonomi Jambi sangat dipengaruhi permintaan pasar global.

Ketika harga batu bara, CPO, dan karet naik, ekonomi Jambi ikut tumbuh.

Namun ketika harga komoditas turun, perlambatan ekonomi juga cepat dirasakan.

Karena itu, para ekonom menilai Jambi perlu memperkuat sektor industri pengolahan agar tidak terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah.

7. Transportasi Menjadi Sektor dengan Pertumbuhan Tertinggi

Fakta menarik lainnya, sektor dengan pertumbuhan paling cepat bukan pertambangan maupun perkebunan.

BPS mencatat Transportasi dan Pergudangan tumbuh sekitar 8,88 persen sepanjang 2025, menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi.

Peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya jasa logistik, perdagangan elektronik (e-commerce), distribusi hasil perkebunan, angkutan barang, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, dan jaringan logistik menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi Jambi.

8. Kota Jambi Menjadi Pusat Perputaran Uang Provinsi

Walaupun bukan penghasil sawit terbesar, Kota Jambi merupakan pusat perdagangan dan jasa.

Sebagian besar aktivitas perbankan, rumah sakit, perguruan tinggi, hotel, pusat perbelanjaan modern, perusahaan jasa, hingga pemerintahan berada di Kota Jambi.

Uang yang dihasilkan dari sektor perkebunan dan pertambangan di berbagai kabupaten akhirnya banyak berputar di Kota Jambi melalui aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat.

Karena itu, kondisi ekonomi Kota Jambi sering menjadi indikator kesehatan ekonomi Provinsi Jambi secara keseluruhan.

9. Listrik dan Gas Menjadi Sektor dengan Pertumbuhan Tercepat Awal 2026

Pada Triwulan I 2026, BPS mencatat lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh 13,54 persen, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan energi seiring berkembangnya industri, kawasan usaha, dan jumlah pelanggan rumah tangga.

Semakin tinggi konsumsi energi, umumnya semakin besar pula aktivitas ekonomi yang terjadi.

10. Hilirisasi Menjadi Penentu Masa Depan Ekonomi Jambi

Tantangan terbesar ekonomi Jambi saat ini bukan lagi meningkatkan produksi, tetapi meningkatkan nilai tambah. Selama ini sebagian besar komoditas unggulan seperti sawit, karet, batu bara, dan pinang masih dijual dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi.

Padahal, jika diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam daerah, manfaat ekonominya akan jauh lebih besar.

Sebagai contoh, CPO dapat diolah menjadi minyak goreng, biodiesel, margarin, hingga bahan baku kosmetik. Karet dapat diproses menjadi ban kendaraan, sarung tangan medis, dan berbagai produk industri. Batu bara memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk hilir seperti dimethyl ether (DME) dan bahan kimia industri.

Hilirisasi diperkirakan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan investasi, memperbesar pendapatan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas dunia.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istana Pastikan Stok BBM Aman Meski 2 Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

    Istana Pastikan Stok BBM Aman Meski 2 Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman meski dua kapal tanker milik Pertamina tertahan di Selat Hormuz. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan energi dalam negeri. Ia meminta publik tidak mengaitkan situasi tersebut dengan potensi krisis pasokan. “Jangan dikaitkan […]

  • Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun. Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara […]

  • Prabowo Hadiri Paripurna DPR, Ketum Parpol Kompak Hadir dalam Sidang KEM PPKF RAPBN 2027

    Prabowo Hadiri Paripurna DPR, Ketum Parpol Kompak Hadir dalam Sidang KEM PPKF RAPBN 2027

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sidang Paripurna DPR RI ke-19 pada Rabu, 20 Mei 2026, berlangsung dengan nuansa politik yang kuat. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, dalam forum yang dihadiri mayoritas pimpinan partai politik. Sebanyak 451 dari total 580 anggota DPR tercatat hadir dalam rapat […]

  • Layanan Bank 9 Jambi Lumpuh, Pesan Berantai Klaim Dana Nasabah Rp5,5 Miliar Terkuras

    Layanan Bank 9 Jambi Lumpuh, Pesan Berantai Klaim Dana Nasabah Rp5,5 Miliar Terkuras

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gangguan layanan perbankan Bank Jambi atau Bank 9 Jambi masih berlanjut hingga hari ini. Tidak hanya layanan e-banking yang tak bisa diakses, sejumlah nasabah juga melaporkan kartu ATM mereka tidak dapat digunakan untuk menarik uang. Situasi ini memicu kepanikan, ditandai dengan antrean panjang di sejumlah mesin ATM di Kota Jambi dan sekitarnya. Di […]

  • Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Rabu (12/11/2025) ini. Harganya naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 27.664 per gram. Adanya kenaikan tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.200.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 9.102.000. […]

  • Khas Jambi: Gulai Belut yang Bikin Lidah Ketagihan, Coba Yuk!

    Khas Jambi: Gulai Belut yang Bikin Lidah Ketagihan, Coba Yuk!

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bicara kuliner khas Jambi tak melulu soal tempoyak atau pindang. Ada satu hidangan tradisional yang diam-diam jadi primadona dan bikin siapa saja ketagihan: gulai belut. Di balik tampilannya yang sederhana, gulai belut menyimpan cita rasa kaya rempah yang kuat dan menggoda. Daging belut yang lembut dipadukan dengan kuah gulai kental berwarna kuning keemasan, […]

expand_less