Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Direstui AS, India Borong 20 Juta Barel Minyak Rusia lewat Pengiriman Kilat

Direstui AS, India Borong 20 Juta Barel Minyak Rusia lewat Pengiriman Kilat

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – emerintah India bergerak cepat mengamankan pasokan energi dengan membeli jutaan barel minyak mentah Rusia setelah mendapat dispensasi sementara dari Amerika Serikat.

Departemen Keuangan AS memberikan pengecualian selama 30 hari yang memungkinkan perusahaan pengolahan minyak India mengimpor minyak dari Rusia. Kebijakan ini diambil untuk menjaga pasokan minyak global di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dispensasi tersebut bersifat sementara.

“Untuk memastikan minyak tetap mengalir ke pasar global, Departemen Keuangan mengeluarkan pengecualian sementara selama 30 hari,” kata Bessent seperti dikutip Reuters pada Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menambahkan kebijakan itu tidak akan memberikan keuntungan finansial besar bagi pemerintah Rusia karena hanya mencakup transaksi minyak yang sudah tertahan di laut.

Menurut sumber Reuters, perusahaan yang terlibat antara lain Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum, Hindustan Petroleum, serta Mangalore Refinery and Petrochemicals Limited.

Keempat perusahaan itu disebut tengah mengatur pengiriman segera sekitar 20 juta barel minyak mentah Rusia. Hindustan Petroleum dan Mangalore Refinery tercatat terakhir mengimpor minyak Rusia pada November 2025. India termasuk negara yang sangat bergantung pada impor energi. Cadangan minyak mentah negara tersebut hanya cukup untuk sekitar 25 hari konsumsi.

Di sisi lain, sekitar 40 persen impor minyak India berasal dari Timur Tengah, yang sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz. Penutupan jalur pelayaran strategis itu akibat konflik regional memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Selama beberapa bulan terakhir, AS juga menekan India agar mengurangi pembelian minyak Rusia. Washington mengaitkan hal itu dengan rencana tarif impor hingga 25 persen dalam kerangka negosiasi perdagangan antara kedua negara. Namun, situasi krisis energi membuat pemerintah AS memberikan kelonggaran sementara agar pasar minyak global tetap stabil.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Meledak! Naik Rp4.350, Kini Tembus Rp55.800 per Gram

    Harga Perak Antam Meledak! Naik Rp4.350, Kini Tembus Rp55.800 per Gram

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Kenaikan signifikan ini membuat harga perak Antam menembus level Rp55.800 per gram. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, perak Antam melonjak Rp4.350 per gram hari ini. Sebelumnya, harga perak masih berada di level Rp51.450 per gram. Lonjakan harga tersebut […]

  • Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi strategis investor nasional. Djoni, investor asal Jambi, resmi masuk ke jajaran pemegang saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) dengan kepemilikan sebesar 5,09 persen saham. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham FOLK, dengan tanggal efektif kepemilikan pada […]

  • Rupiah Loyo, Pagi Ini Tembus Rp16.981 per Dolar AS

    Rupiah Loyo, Pagi Ini Tembus Rp16.981 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin pagi, (30/3/2026). Analis menilai, rupiah loyo seiring penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah hari ini melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.981 dari penutupan sebelumnya di level […]

  • Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Semester II 2026

    Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Semester II 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menargetkan proses merger perusahaan pelat merah sektor karya dapat diselesaikan pada semester II 2026. Konsolidasi baru akan dilakukan setelah seluruh BUMN karya berada dalam kondisi sehat secara fundamental. Hal tersebut disampaikan Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai memberikan keterangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu […]

  • Menko Zulkifli Hasan Tinjau Pabrik Pupuk Kujang, Harga Pupuk Subsidi Turun hingga 20 Persen

    Menko Zulkifli Hasan Tinjau Pabrik Pupuk Kujang, Harga Pupuk Subsidi Turun hingga 20 Persen

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung pabrik milik PT Pupuk Kujang Cikampek, Kamis (6/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli memastikan proses produksi dan operasional pabrik bisa lebih efisien sehingga harga pupuk subsidi dapat turun hingga 20 persen. “Saya hari ini berada di Pupuk Kujang yang dibangun tahun 1975, jadi sudah berusia 50 […]

  • Warisan Utang Jokowi di Proyek Kereta Cepat Jadi Beban Prabowo, Purbaya Tolak APBN Jadi Penolong

    Warisan Utang Jokowi di Proyek Kereta Cepat Jadi Beban Prabowo, Purbaya Tolak APBN Jadi Penolong

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) kembali memanas. Nilai utang yang membengkak hingga lebih dari Rp116 triliun kini jadi bola panas yang berpindah tangan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikap tegas: APBN tidak boleh menanggung utang proyek Whoosh. Menurutnya, tanggung jawab kini […]

expand_less