Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi strategis investor nasional. Djoni, investor asal Jambi, resmi masuk ke jajaran pemegang saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) dengan kepemilikan sebesar 5,09 persen saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham FOLK, dengan tanggal efektif kepemilikan pada 9 Januari 2026. Masuknya Djoni langsung menarik perhatian pelaku pasar dan memicu spekulasi lanjutan terkait arah strategis perseroan.

Sebelumnya, saham FOLK kerap dikaitkan dengan jaringan bisnis yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem PT Perintis Triniti Properti (TRIN) dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), di mana Rahayu Saraswati Djojohadikusumo tercatat menjabat sebagai komisaris utama di sejumlah entitas dalam ekosistem tersebut.

Dalam konteks tersebut, akumulasi saham oleh Djoni dinilai sebagai sinyal strategis. Sejumlah pelaku pasar menafsirkan langkah ini sebagai indikasi awal potensi masuknya grup konglomerasi besar ke dalam struktur pemegang saham FOLK.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, manajemen FOLK belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor masuknya investor konglomerat maupun rencana aksi korporasi lanjutan.

Kiprah Djoni di Pasar Modal

Djoni dikenal sebagai investor dengan pendekatan berbasis fundamental dan orientasi jangka panjang. Ia kerap mencermati kualitas manajemen, arah ekspansi bisnis, serta kesiapan emiten dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

Dalam portofolio investasinya, Djoni juga tercatat memiliki saham di sejumlah emiten lain, antara lain WIFI dan TRUE. Kepemilikannya di FOLK dipandang sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Free Float Meningkat Usai PMTHMETD

Perubahan struktur pemegang saham FOLK terjadi setelah perseroan melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Desember 2025, FOLK menyetujui penerbitan maksimal 394,81 juta saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi ini turut meningkatkan porsi saham publik, dengan free float FOLK kini berada di kisaran 28,15 persen.

Sebagai investment holding company, FOLK memiliki portofolio investasi di berbagai entitas, antara lain Folkative, Finfolk, Dr Soap, USS Networks, R66 Media, Otospector, serta proyek properti Sequoia Hills yang berada dalam ekosistem TRIN.

Dengan masuknya investor strategis dan meningkatnya likuiditas saham, FOLK dinilai berada pada fase konsolidasi lanjutan untuk memperkuat struktur permodalan dan membuka peluang ekspansi bisnis ke depan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anjlok Lagi! Emas Antam Kini Rp2,878 Juta per Gram

    Anjlok Lagi! Emas Antam Kini Rp2,878 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali anjlok pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Tren penurunan harga sejak 16 Februari, kali ini turun Rp40.000, dari semula Rp2.918.000 menjadi Rp2.878.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam dikutip laman Logam Mulia, kini turun menjadi Rp2.655.000 per gram. Harga emas Antam ini sewaktu-waktu bisa berubah. Transaksi […]

  • BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

    BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi di Sumatra yang sempat mengalami inflasi tinggi pada akhir 2025 kini berbalik mengalami deflasi pada Januari 2026. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Data BPS menunjukkan inflasi Desember 2025 di Aceh mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional. Sementara inflasi di Sumatra Utara […]

  • Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Jambi, Hendra Play Button

    Investasi di Kota Jambi Tumbuh Positif Semester I 2025 Tembus Rp 1,6 Triliun, Ada Investor Asing

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Investasi yang tertanam di Kota Jambi terus menunjukkan tren positif. Sebagai kota yang bertumpu pada perdagangan dan jasa, investasi menjadi penggerak perekonomian yang penting. Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Jambi, Hendra, mengatakan bahwa nilai realisasi investasi Kota Jambi pada semester I tahun 2025 mencapai Rp 1,6 triliun. Angka tersebut hampir menyamai capaian investasi […]

  • BPS Catat Inflasi Melonjak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Usai Bencana Alam

    BPS Catat Inflasi Melonjak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Usai Bencana Alam

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan inflasi tahunan di tiga provinsi di Pulau Sumatra yang terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiganya masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi secara nasional pada Desember 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan kenaikan inflasi tersebut terjadi […]

  • Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat mulai memicu keluhan luas dari masyarakat. Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan sekutunya, yang berdampak langsung pada pasokan energi global. Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin reguler kini telah menembus 4 dolar AS per galon. Angka […]

  • Jangan Asal Pakai Ban Besar pada Sepeda Motor, Ini Risiko dan Dampaknya bagi Keselamatan

    Jangan Asal Pakai Ban Besar pada Sepeda Motor, Ini Risiko dan Dampaknya bagi Keselamatan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penggunaan ban berukuran lebih besar pada sepeda motor kian menjadi tren di kalangan pengendara. Selain dianggap mampu meningkatkan tampilan kendaraan menjadi lebih gagah, modifikasi ini juga dinilai memberikan kesan lebih kokoh. Namun di balik itu, penggunaan ban yang tidak sesuai standar pabrikan ternyata menyimpan sejumlah risiko, terutama terkait performa dan keselamatan berkendara. Ban […]

expand_less