Kamis, 25 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi di Sumatra yang sempat mengalami inflasi tinggi pada akhir 2025 kini berbalik mengalami deflasi pada Januari 2026. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Data BPS menunjukkan inflasi Desember 2025 di Aceh mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional. Sementara inflasi di Sumatra Utara tercatat 1,6 persen dan Sumatra Barat 1,48 persen. Lonjakan harga tersebut dipicu terganggunya distribusi barang dan pasokan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November 2025.

Namun, kondisi mulai membaik pada awal 2026. Pada Januari, Aceh mencatat deflasi sebesar 0,15 persen, Sumatra Utara 0,75 persen, dan Sumatra Barat 1,15 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasari menjelaskan, deflasi terjadi seiring membaiknya distribusi dan normalisasi pasokan pascabencana. Pemerintah dinilai berhasil mempercepat pemulihan melalui pembukaan akses jalan serta perbaikan infrastruktur dasar.

“Ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana sudah membuahkan hasil,” ujar Amalia, Rabu (4/2/2026).

BPS mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi di wilayah tersebut. Di Aceh, komoditas yang menekan harga antara lain telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng.

Sementara di Sumatra Utara, deflasi dipicu penurunan harga cabai merah, cabai rawit, kelapa, bawang merah, dan bayam. Adapun di Sumatra Barat, komoditas penyumbang deflasi terbesar meliputi cabai merah, tarif air minum PAM, bawang merah, tarif angkutan antarkota, serta cabai hijau.

“Secara umum, deflasi ini menandakan wilayah terdampak bencana mulai pulih dan pasokan pangan kembali normal,” tegas Amalia.

Secara nasional, Indonesia juga mencatat deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penekan utama inflasi nasional dengan andil deflasi sebesar 0,30 persen. Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama penurunan harga.

Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat tekanan inflasi dari beberapa komoditas, terutama emas perhiasan, ikan segar, dan tomat. Namun secara keseluruhan, tren deflasi awal 2026 mencerminkan meredanya tekanan harga dan membaiknya distribusi barang di berbagai daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Ngamuk Lagi! Pangkalan AS dan Israel Dibombardir

    Iran Ngamuk Lagi! Pangkalan AS dan Israel Dibombardir

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali melancarkan serangan terhadap Israel dan pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026). Serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal jarak menengah hingga jarak jauh sebagai bagian dari operasi balasan Iran. Dalam pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah Iran, IRGC menyebut sejumlah […]

  • TikTok Bentuk JV Baru, Investor AS Pegang Saham Mayoritasnya

    TikTok Bentuk JV Baru, Investor AS Pegang Saham Mayoritasnya

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO TikTok Shou Zi Chew mengumumkan operasional perusahaan di Amerika Serikat (AS) akan ditempatkan di bawah entitas usaha patungan (joint venture/ JV) baru. Entitas tersebut dinamai TikTok USDS Joint Venture LLC. Berdasarkan memo dikirim oleh Chew seperti dikutip CNBC internasional pada Jumat (19/12/2025), kesepakatan telah ditandatangani dengan tiga investor pengelola yaitu Oracle, Silver […]

  • Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau manufaktur menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan pemerintah. “Tentu untuk tumbuh delapan persen salah satu faktornya adalah tumbuhnya industri. Tanpa industri tumbuh, ya jangan pernah berharap ekonomi bisa tumbuh 8 persen,” […]

  • Formasi CPNS 2026 Diumumkan, BKN Terapkan Skema Zero Growth Tanpa Tambah ASN Baru

    Formasi CPNS 2026 Diumumkan, BKN Terapkan Skema Zero Growth Tanpa Tambah ASN Baru

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa penerimaan CPNS 2026 akan menggunakan skema baru dengan prinsip zero growth. Artinya, tidak ada penambahan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, rekrutmen tahun depan hanya untuk menggantikan pegawai yang pensiun, meninggal dunia, atau mengundurkan diri, bukan untuk menambah […]

  • Emas Antam Melonjak Lagi, Kini Dibanderol Rp2,5 Juta

    Emas Antam Melonjak Lagi, Kini Dibanderol Rp2,5 Juta

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali mengkilau. Hari ini emas Antam melonjak Rp27.000 menjadi Rp2.515.000 per gram setelah sebelumnya sempat turun. Sejalan dengan hal itu, buyback (harga beli kembali) juga melejit ke level Rp 2.371.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan […]

  • Lindungi Petani, Izin 190 Kios Pupuk yang Langgar HET Dicabut

    Lindungi Petani, Izin 190 Kios Pupuk yang Langgar HET Dicabut

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan pencabutan izin terhadap 190 pengecer dan distributor pupuk yang terbukti tidak mematuhi aturan harga eceran tertinggi (HET) baru, yang turun 20 persen. “Para distributor, pengecer pupuk yang tidak mematuhi pengumuman pemerintah turun harga 20 persen, hari ini kita cabut izinnya, total 190 pengecer, distributor yang kita […]

expand_less