Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi di Sumatra yang sempat mengalami inflasi tinggi pada akhir 2025 kini berbalik mengalami deflasi pada Januari 2026. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Data BPS menunjukkan inflasi Desember 2025 di Aceh mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional. Sementara inflasi di Sumatra Utara tercatat 1,6 persen dan Sumatra Barat 1,48 persen. Lonjakan harga tersebut dipicu terganggunya distribusi barang dan pasokan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November 2025.

Namun, kondisi mulai membaik pada awal 2026. Pada Januari, Aceh mencatat deflasi sebesar 0,15 persen, Sumatra Utara 0,75 persen, dan Sumatra Barat 1,15 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasari menjelaskan, deflasi terjadi seiring membaiknya distribusi dan normalisasi pasokan pascabencana. Pemerintah dinilai berhasil mempercepat pemulihan melalui pembukaan akses jalan serta perbaikan infrastruktur dasar.

“Ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana sudah membuahkan hasil,” ujar Amalia, Rabu (4/2/2026).

BPS mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi di wilayah tersebut. Di Aceh, komoditas yang menekan harga antara lain telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng.

Sementara di Sumatra Utara, deflasi dipicu penurunan harga cabai merah, cabai rawit, kelapa, bawang merah, dan bayam. Adapun di Sumatra Barat, komoditas penyumbang deflasi terbesar meliputi cabai merah, tarif air minum PAM, bawang merah, tarif angkutan antarkota, serta cabai hijau.

“Secara umum, deflasi ini menandakan wilayah terdampak bencana mulai pulih dan pasokan pangan kembali normal,” tegas Amalia.

Secara nasional, Indonesia juga mencatat deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penekan utama inflasi nasional dengan andil deflasi sebesar 0,30 persen. Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama penurunan harga.

Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat tekanan inflasi dari beberapa komoditas, terutama emas perhiasan, ikan segar, dan tomat. Namun secara keseluruhan, tren deflasi awal 2026 mencerminkan meredanya tekanan harga dan membaiknya distribusi barang di berbagai daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Lantik Abdul Kadir Karding Jadi Kepala Badan Karantina, Gantikan Sahat Panggabean

    Prabowo Lantik Abdul Kadir Karding Jadi Kepala Badan Karantina, Gantikan Sahat Panggabean

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Senin (27/4/2026). Karding menggantikan Sahat Manaor Panggabean dalam jabatan pimpinan tinggi utama lembaga tersebut. Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 TPA Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat tinggi di lingkungan Barantin. Dalam prosesi […]

  • Harga Emas Antam Turun Rp50.000, Buyback Terkoreksi Tajam

    Harga Emas Antam Turun Rp50.000, Buyback Terkoreksi Tajam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali mengalami penurunan setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya. Koreksi ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama investor yang memanfaatkan momentum harga emas harian. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, Kamis (9/4/2026), harga emas Antam turun Rp50.000 dari sebelumnya Rp2.900.000 per gram menjadi Rp2.850.000 per gram. Tak hanya harga […]

  • Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun […]

  • PT Matahari Department Store Tbk Bagi Dividen Rp 250 per Saham

    PT Matahari Department Store Tbk Bagi Dividen Rp 250 per Saham

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 250 per saham kepada pemegang saham. Berdasarkan pengumuman resmi, tanggal terakhir perdagangan saham yang memuat hak dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 April 2026. Artinya, investor yang ingin memperoleh dividen harus memiliki saham LPPF hingga akhir […]

  • Konflik di Timteng masih Pengaruhi Rupiah: Melemah!

    Konflik di Timteng masih Pengaruhi Rupiah: Melemah!

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih melemah. Pada perdagangan Senin, (16/3/2026), rupiah dibuka terkoreksi 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.970 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi melebar serta meningkatnya risiko geopolitik global menjelang periode libur panjang Idulfitri. Sementara itu, […]

  • Kekayaan 50 Orang Terkaya di Hong Kong Tembus Rp 6.163 Triliun, Hang Seng Naik 30 Persen

    Kekayaan 50 Orang Terkaya di Hong Kong Tembus Rp 6.163 Triliun, Hang Seng Naik 30 Persen

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kekayaan kolektif 50 orang terkaya di Hong Kong melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada 2025. Total harta mereka mencapai 366 miliar dollar AS atau setara Rp 6.163 triliun, naik dari 301 miliar dollar AS pada tahun sebelumnya. Lonjakan kekayaan tersebut didorong oleh maraknya penawaran saham perdana (IPO) serta pemulihan sektor properti yang […]

expand_less