Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik KDM vs Purbaya: Ini Untung Rugi Pemda Simpan Dana di Bank

Polemik KDM vs Purbaya: Ini Untung Rugi Pemda Simpan Dana di Bank

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Polemik antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali memunculkan sorotan terhadap kebiasaan pemerintah daerah (Pemda) menempatkan dananya di perbankan. Isu ini muncul setelah pemerintah pusat menyebut terdapat dana Pemda yang “mengendap” hingga triliunan rupiah di bank, termasuk di Jawa Barat. 

Dana Pemda di Bank: Aman tapi Bikin Serapan Anggaran Lambat

Menurut pengamat perbankan Paul Sutaryono, penempatan dana Pemda di bank, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD), merupakan hal yang wajar karena faktor keamanan dan potensi bunga.

“Tentu saja Pemda lebih senang memarkir dana di bank daerah karena aman dan menghasilkan pendapatan bunga,” ujarnya kepada kumparan, Kamis (23/10).

Namun, Paul menilai kebiasaan ini berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran daerah (APBD).

“Penyerapan APBN saja baru sekitar 60 persen, padahal tahun anggaran hampir selesai,” katanya.

Dampaknya, daya dorong belanja pemerintah terhadap perekonomian daerah menjadi lemah.

Ekonom: Eksekusi Anggaran yang Lambat Jadi Penyebab Utama

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy, menilai meningkatnya simpanan Pemda di bank disebabkan keterlambatan eksekusi anggaran.

“Banyak Pemda terlambat menyalurkan anggaran karena menunggu petunjuk teknis dari pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun politik 2025 turut memperlambat belanja daerah karena sebagian instansi menunggu kebijakan dari kepala daerah baru. Selama dana belum dibelanjakan, efek pengganda (multiplier effect) dari belanja pemerintah belum berjalan optimal.

“Kalau dana belum dibelanjakan, dampaknya ke ekonomi lokal, konsumsi, dan investasi jadi tidak maksimal,” kata Yusuf.

Meski begitu, Yusuf mengingatkan agar tidak semua peningkatan saldo kas daerah dianggap negatif, karena dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa disebabkan oleh kenaikan penerimaan daerah.

KDM Bantah Dana Mengendap Rp 4,1 Triliun

Isu ini bermula dari laporan pemerintah pusat yang menyebut dana kas daerah Jawa Barat mencapai Rp 4,1 triliun.

Namun, Gubernur Dedi Mulyadi membantah data tersebut. Berdasarkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), jumlah sebenarnya hanya Rp 2,6 triliun per 17 Oktober 2025.

“Data BI itu per 30 September, sementara kami punya data harian. Jadi nilainya sudah berubah,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, perbedaan angka muncul karena BI mencatat data bulanan, sementara Pemda memiliki pembaruan harian. Sebagian dana juga berasal dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) seperti rumah sakit, yang memiliki pengelolaan tersendiri.

Respons Purbaya dan Bank Indonesia

Menanggapi bantahan KDM, Purbaya menegaskan bahwa data yang digunakan berasal dari Bank Indonesia (BI), bukan Kementerian Keuangan.

“Tanya saja ke Bank Sentral. Itu data dari sana,” katanya.

Sementara itu, BI menegaskan bahwa data simpanan Pemda diambil dari laporan bulanan seluruh bank di Indonesia dan telah melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).

Per September 2025, total simpanan Pemda di bank mencapai Rp 233,97 triliun, terdiri dari:

  • Giro: Rp 178,14 triliun
  • Deposito: Rp 48,40 triliun
  • Tabungan: Rp 7,43 triliun

Kesimpulan: Efisiensi Anggaran Jadi Kunci

Polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi dan efisiensi pengelolaan kas daerah. Menyimpan dana di bank memang aman, tapi jika tidak segera dibelanjakan, pertumbuhan ekonomi daerah bisa terhambat. Percepatan realisasi anggaran menjadi kunci agar dana publik segera memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Jambi Waspada! Harga Emas Antam Anjlok Rp30 Ribu per Gram

    Warga Jambi Waspada! Harga Emas Antam Anjlok Rp30 Ribu per Gram

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar logam mulia. Harga emas Antam pada perdagangan Rabu (29/4/2026) tercatat mengalami penurunan cukup tajam. Harga emas Antam berdasarkan data yang dikutip Jambisnis.com dari laman logam mulia, turun sebesar Rp30.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.814.000 menjadi Rp2.784.000 per gram. Penurunan ini menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama yang aktif […]

  • Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama ASN 2026

    Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama ASN 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan jadwal cuti bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026. Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 42 Tahun 2025 yang diteken pada 31 Desember 2025. Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan enam hari cuti bersama yang berkaitan dengan hari besar keagamaan nasional. Penetapan ini bertujuan memberikan kepastian […]

  • Perum Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dukung Arahan Presiden Prabowo

    Perum Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dukung Arahan Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan serapan gabah, pembangunan infrastruktur logistik modern, serta kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. “Sebagai BUMN pangan yang mendapat mandat langsung dari pemerintah, Perum Bulog memiliki peran utama dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan nasional,” […]

  • Resep Sate Daging Kurban Empuk dan Lezat: Rahasia Bumbu, Teknik Potong, hingga Cara Bakar Sempurna

    Resep Sate Daging Kurban Empuk dan Lezat: Rahasia Bumbu, Teknik Potong, hingga Cara Bakar Sempurna

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasak sate dari daging kurban bukan sekadar tradisi, melainkan keterampilan yang menentukan kualitas hidangan saat Iduladha. Kesalahan kecil dalam memilih bagian daging atau teknik pemotongan dapat membuat sate menjadi keras dan kurang nikmat. Bagian daging menjadi faktor pertama yang krusial. Has dalam atau tenderloin disebut paling ideal karena teksturnya yang lembut dan minim […]

  • Ketegangan Amerika Serika dan Iran Biang Kerok Kenaikan Harga Minyak Dunia

    Ketegangan Amerika Serika dan Iran Biang Kerok Kenaikan Harga Minyak Dunia

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak pada Minggu (19/4/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah mendorong kenaikan signifikan pada harga minyak mentah global. Mengutip laporan pasar, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sekitar 7 persen menjadi 89,74 dolar […]

  • Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5% pada 2026, dan 5,2% pada 2027. Pertumbuhan ini lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Meski demikian, Dalam Laporan Bertajuk Fondasi Digital untuk Pertumbuhan oleh Bank Dunia edisi Desember 2025 menyebut, proyeksi pertumbuhan tersebut masih menandakan […]

expand_less