Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik KDM vs Purbaya: Ini Untung Rugi Pemda Simpan Dana di Bank

Polemik KDM vs Purbaya: Ini Untung Rugi Pemda Simpan Dana di Bank

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Polemik antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali memunculkan sorotan terhadap kebiasaan pemerintah daerah (Pemda) menempatkan dananya di perbankan. Isu ini muncul setelah pemerintah pusat menyebut terdapat dana Pemda yang “mengendap” hingga triliunan rupiah di bank, termasuk di Jawa Barat. 

Dana Pemda di Bank: Aman tapi Bikin Serapan Anggaran Lambat

Menurut pengamat perbankan Paul Sutaryono, penempatan dana Pemda di bank, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD), merupakan hal yang wajar karena faktor keamanan dan potensi bunga.

“Tentu saja Pemda lebih senang memarkir dana di bank daerah karena aman dan menghasilkan pendapatan bunga,” ujarnya kepada kumparan, Kamis (23/10).

Namun, Paul menilai kebiasaan ini berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran daerah (APBD).

“Penyerapan APBN saja baru sekitar 60 persen, padahal tahun anggaran hampir selesai,” katanya.

Dampaknya, daya dorong belanja pemerintah terhadap perekonomian daerah menjadi lemah.

Ekonom: Eksekusi Anggaran yang Lambat Jadi Penyebab Utama

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy, menilai meningkatnya simpanan Pemda di bank disebabkan keterlambatan eksekusi anggaran.

“Banyak Pemda terlambat menyalurkan anggaran karena menunggu petunjuk teknis dari pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun politik 2025 turut memperlambat belanja daerah karena sebagian instansi menunggu kebijakan dari kepala daerah baru. Selama dana belum dibelanjakan, efek pengganda (multiplier effect) dari belanja pemerintah belum berjalan optimal.

“Kalau dana belum dibelanjakan, dampaknya ke ekonomi lokal, konsumsi, dan investasi jadi tidak maksimal,” kata Yusuf.

Meski begitu, Yusuf mengingatkan agar tidak semua peningkatan saldo kas daerah dianggap negatif, karena dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa disebabkan oleh kenaikan penerimaan daerah.

KDM Bantah Dana Mengendap Rp 4,1 Triliun

Isu ini bermula dari laporan pemerintah pusat yang menyebut dana kas daerah Jawa Barat mencapai Rp 4,1 triliun.

Namun, Gubernur Dedi Mulyadi membantah data tersebut. Berdasarkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), jumlah sebenarnya hanya Rp 2,6 triliun per 17 Oktober 2025.

“Data BI itu per 30 September, sementara kami punya data harian. Jadi nilainya sudah berubah,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, perbedaan angka muncul karena BI mencatat data bulanan, sementara Pemda memiliki pembaruan harian. Sebagian dana juga berasal dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) seperti rumah sakit, yang memiliki pengelolaan tersendiri.

Respons Purbaya dan Bank Indonesia

Menanggapi bantahan KDM, Purbaya menegaskan bahwa data yang digunakan berasal dari Bank Indonesia (BI), bukan Kementerian Keuangan.

“Tanya saja ke Bank Sentral. Itu data dari sana,” katanya.

Sementara itu, BI menegaskan bahwa data simpanan Pemda diambil dari laporan bulanan seluruh bank di Indonesia dan telah melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).

Per September 2025, total simpanan Pemda di bank mencapai Rp 233,97 triliun, terdiri dari:

  • Giro: Rp 178,14 triliun
  • Deposito: Rp 48,40 triliun
  • Tabungan: Rp 7,43 triliun

Kesimpulan: Efisiensi Anggaran Jadi Kunci

Polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi dan efisiensi pengelolaan kas daerah. Menyimpan dana di bank memang aman, tapi jika tidak segera dibelanjakan, pertumbuhan ekonomi daerah bisa terhambat. Percepatan realisasi anggaran menjadi kunci agar dana publik segera memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan bahwa Danantara Indonesia akan ikut terlibat dalam proyek pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 2. Proyek strategis nasional yang menjadi tulang punggung hilirisasi aluminium itu membutuhkan investasi besar, yakni antara USD 700–800 juta atau setara Rp 11,6–13,3 triliun (kurs Rp 16.700 per dolar AS). Direktur […]

  • Harga Cabe Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12 Persen Menjadi Rp50.000 per Kilogram

    Harga Cabe Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12 Persen Menjadi Rp50.000 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, hari ini terpantau relatif stabil pada Kamis (29/1/2026). Berdasarkan data SIHARKO pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, terlihat mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Harga beras Belido tercatat dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, sementara beras […]

  • Berjaya, Harga Perak Antam Naik Lagi Hari Ini

    Berjaya, Harga Perak Antam Naik Lagi Hari Ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau menguat pada perdagangan Senin (15/12/2025). Dikutip laman Logam Mulia, harga perak Antam menguat sebesar Rp 50 menjadi Rp 38.485 per gram. Untuk harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.021.750, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 11.123.588. Sedangkan perak Antam murni […]

  • RI dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi 2026–2027

    RI dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi 2026–2027

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia dan Australia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor keselamatan transportasi melalui forum bilateral yang digelar pada awal Mei 2026. Forum bertajuk Indonesia-Australia Transport Safety Forum itu berlangsung di Canberra dan Sydney pada 4–8 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP) […]

  • Widyasari Tegaskan Nama Capim OJK Bukan dari Internal, Proses Ikuti Mekanisme UU

    Widyasari Tegaskan Nama Capim OJK Bukan dari Internal, Proses Ikuti Mekanisme UU

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pejabat pengganti Ketua merangkap Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa penentuan calon pimpinan (capim) OJK tidak berasal dari internal lembaga. Seluruh proses pengisian jabatan tersebut dipastikan mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam undang-undang. “Kalau nama itu sudah pasti bukan dari kita (OJK). Itu kan nanti […]

  • OJK Tegaskan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Financial Markets Week

    OJK Tegaskan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Financial Markets Week

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan standar internasional sekaligus mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi peserta serta menjaga stabilitas sektor keuangan. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam rangkaian kegiatan OECD Financial Markets Week yang […]

expand_less