Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Sentralisasi DHE ke Himbara, Ekonom Ingatkan Bahaya Liquidity Shock dan Monopoli

Sentralisasi DHE ke Himbara, Ekonom Ingatkan Bahaya Liquidity Shock dan Monopoli

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah merancang perubahan aturan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam untuk memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil tanpa pertimbangan matang bisa memicu rush valas hingga menimbulkan gangguan stabilitas ekonomi.

Seperti diketahui, pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mengatur kewajiban penempatan DHE SDA di perbankan nasional. Meski demikian, efektivitas kebijakan tersebut kini kembali dievaluasi Presiden Prabowo Subianto karena belum optimal meningkatkan cadangan devisa.

Sejak Juni 2025, posisi cadangan devisa sempat merosot hingga berada pada level US$148,7 miliar pada September. Kondisi mulai membaik pada Oktober–November, namun kenaikan tersebut disebut lebih banyak berasal dari penerimaan pajak dan pinjaman luar negeri.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan revisi aturan saat ini sedang dibahas dan telah disosialisasikan kepada perbankan serta pelaku usaha. Salah satu perubahan penting adalah kewajiban menempatkan DHE SDA secara khusus pada bank-bank BUMN atau Himbara.

Selain pemusatan, tingkat konversi valuta asing yang sebelumnya wajib 100 persen akan diturunkan menjadi 50 persen untuk meningkatkan likuiditas valas domestik.

Sejumlah ekonom memandang pemusatan DHE SDA ke Himbara berpotensi menekan likuiditas valas bank swasta dan bisa membuat pelaku ekspor harus menanggung biaya tambahan untuk memindahkan dananya.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menilai pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur dan kapasitas bank BUMN mengelola lonjakan dana valas. Selain itu, investor asing yang menjadi pemegang saham bank swasta juga dapat kehilangan kepercayaan apabila likuiditas memburuk.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai arah kebijakan pemerintah berisiko mendorong sentralisasi sektor keuangan di bawah bank-bank BUMN. Hal tersebut, menurut dia, berpotensi menghambat persaingan dan mengulang pola monopoli layanan ekspor-impor.

“Dominasi Himbara tidak otomatis menciptakan industri keuangan yang efisien,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Harga Sembako Jambi, Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu per Kg

    Update Harga Sembako Jambi, Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu per Kg

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo pada Selasa, 12 Mei 2026, relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit, mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp70.000 per kilogram atau naik sekitar 14,29 persen. Sementara itu, cabai rawit hijau […]

  • Visual dan Modern, Skuter Listrik Sprinto Diklaim Sudah Dipesan 500 Unit

    Visual dan Modern, Skuter Listrik Sprinto Diklaim Sudah Dipesan 500 Unit

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 menjadi panggung penting bagi PT Indomobil Emotor Internasional (IEI). Perusahaan resmi merilis skuter listrik terbarunya, Sprinto, yang langsung menyedot perhatian pengunjung sejak hari pertama pameran di ICE BSD, yang berlangsung pada 21–30 November 2025. Kehadiran Sprinto bukan sekadar menambah panjang portofolio motor listrik IEI. Model ini […]

  • Operasional KA Pandalungan Jember–Jakarta Kembali Normal, Berangkat Tepat Waktu Setelah Tertunda 10 Jam

    Operasional KA Pandalungan Jember–Jakarta Kembali Normal, Berangkat Tepat Waktu Setelah Tertunda 10 Jam

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sempat mengalami keterlambatan panjang akibat anjloknya KA Purwojaya di Bekasi, operasional Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Jember–Jakarta (Gambir) kini kembali berjalan normal. KA tersebut berangkat tepat waktu dari Stasiun Jember pada Senin (27/10/2025) pukul 16.00 WIB, sesuai jadwal dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang berlaku. Manajer Hukum dan Humas PT KAI […]

  • Out! PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert Cs

    Out! PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert Cs

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert, dan jajaran pelatih asal Belanda yang menangani berbagai level Timnas Indonesia. Pengumuman pemecatan Patrick Kluivert dkk ini dikeluarkan Kamis (16/10/2025) siang. Keputusan tersebut diambil menyusul kegagalan Timnas melaju ke Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, PSSI menyebutkan bahwa […]

  • Harga Emas Pegadaian Naik, Jual Atau Beli?

    Harga Emas Pegadaian Naik, Jual Atau Beli?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian hari ini mengalami kenaikan signifikan. Dua jenama utama, UBS dan Galeri24, serempak mencatatkan kenaikan harga dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian pada Rabu (15/4/2026), harga emas UBS kini dibanderol Rp2.887.000 per gram, naik dari harga sebelumnya Rp2.853.000. Kenaikan ini juga diikuti oleh emas Galeri24 di […]

  • Direktur Utama NET TV Lie Halim Mundur, MDTV Siapkan RUPS Maksimal 90 Hari

    Direktur Utama NET TV Lie Halim Mundur, MDTV Siapkan RUPS Maksimal 90 Hari

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama NET TV, Lie Halim, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut telah diajukan pada 20 Februari 2026. Manajemen perusahaan induk, PT MDTV Media Technologies Tbk, menyampaikan bahwa surat pengunduran diri telah diterima secara resmi dan dilaporkan sebagai keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Corporate Secretary MDTV, Cecil Samantha Sasmita, […]

expand_less