Bank of Japan Tahan Suku Bunga di 0,75%, Tiga Anggota Dewan Dorong Kenaikan
- account_circle say say
- calendar_month 55 menit yang lalu

Gubernur Kazuo Ueda
JAMBISNIS.COM – Bank of Japan memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,75 persen dalam rapat kebijakan yang berakhir Selasa, 28 April 2026. Namun, keputusan tersebut tidak bulat. Tiga dari sembilan anggota dewan justru mengusulkan kenaikan suku bunga menjadi 1 persen. Perbedaan pandangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, terutama akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dan gangguan pasokan global.
Gubernur Kazuo Ueda dijadwalkan menyampaikan pandangan resmi bank sentral dalam konferensi pers, termasuk arah kebijakan moneter ke depan di tengah ketidakpastian global.
Dalam laporan prospek triwulanan, BOJ merevisi naik perkiraan inflasi inti untuk beberapa tahun ke depan. Sebaliknya, proyeksi pertumbuhan ekonomi justru dipangkas, mencerminkan tekanan eksternal yang semakin kuat terhadap perekonomian Jepang.
Jepang, yang sangat bergantung pada impor energi, dinilai rentan terhadap lonjakan harga minyak. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk risiko gangguan distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan tersebut.
Di sisi lain, pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat juga menambah tekanan inflasi domestik. Mata uang Jepang sempat mendekati level 160 per dolar, kondisi yang sebelumnya memicu intervensi pemerintah di pasar valuta asing.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan pemerintah siap mengambil langkah untuk meredam volatilitas nilai tukar jika diperlukan.
Sejumlah ekonom memperkirakan BOJ masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Survei Reuters menunjukkan mayoritas analis memproyeksikan suku bunga acuan dapat mencapai 1 persen pada pertengahan 2026, seiring tekanan inflasi yang tetap tinggi.
- Penulis: say say


