Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Jenama alas kaki lawas Bata, resmi tidak lagi memproduksi alas kaki. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang digelar 25 September 2025.

Meski diputuskan akhir September lalu, namun sesungguhnya pada April 2024 lalu hal itu sudah dilakukan. Setidaknya diterapkan di pabrik sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat. Nasib sepatu merek Bata sedang tidak perform.

“Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis ringkasan risalah RUPSLB yang dikutip Katadata.co.id Kamis (9/10). Risalah tersebut juga menyatakan bahwa RUPSLB menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan penghapusan kegiatan usaha industri alas kaki tersebut.

Sebelumnya, terkait setopnya produksi di pabrik di Purwakarta, Corporate Secretary Sepatu Bata TBK, Hatta Tutuko menyampaikan keputusan tersebut dilakukan karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun.

Berdasarkan laporan keuangannya, BATA membukukan rugi bersih sebesar Rp 40,62 miliar sepanjang semester I 2025. Kerugian itu turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 127,43 miliar. Namun begitu, penjualan neto BATA tercatat menyusut menjadi Rp 159,43 miliar atau turun 38,74% di semester I 2025 dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 260,29 miliar.

Hingga semester I 2025, BATA membukukan total aset Rp 377,98 miliar, menyusut dari posisi di akhir Desember 2024 sebesar Rp 405,66 miliar. Sementara posisi liabilitas tercatat sebesar Rp 434,53 miliar dengan ekuitas Rp 56,54 miliar. Pada April 2024, PT Sepatu Bata Tbk telah menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat. Penutupan pabrik alas kaki yang telah didirikan sejak tahun 1994 tersebut dilakukan karena kerugian produksi. (*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Deddy Rachmawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Buka Lelang Proyek Sampah jadi Listrik di 7 Kota per 6 November

    Danantara Buka Lelang Proyek Sampah jadi Listrik di 7 Kota per 6 November

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Danantara Investment Management (Persero) atau Danantara akan mulai melaksanakan lelang proyek pengolahan sampah menjadi listrik (waste to energy/WtE) di tujuh kota dan kabupaten di Indonesia pada 6 November 2025 mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan berbasis sampah perkotaan sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 […]

  • Agustiar Sabran Dorong Catur Masuk Sekolah dan Perkuat Digitalisasi

    Agustiar Sabran Dorong Catur Masuk Sekolah dan Perkuat Digitalisasi

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) periode 2026–2030, Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan olahraga catur melalui jalur pendidikan dan transformasi digital. Agustiar Sabran resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB Percasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXX yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Ia menyampaikan, salah satu fokus utama […]

  • 8 Hotel Syariah di Jambi yang Nyaman dan Ramah Keluarga, Wajib Tahu Sebelum Menginap

    8 Hotel Syariah di Jambi yang Nyaman dan Ramah Keluarga, Wajib Tahu Sebelum Menginap

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren wisata halal dan akomodasi berbasis syariah terus berkembang di berbagai daerah, termasuk di Kota Jambi. Tidak hanya menawarkan kenyamanan, hotel syariah juga menghadirkan suasana yang lebih tenang, aman, serta sesuai dengan nilai-nilai Islami. Bagi masyarakat maupun pelancong yang mencari penginapan dengan konsep tersebut, ada sejumlah pilihan hotel syariah di Jambi yang bisa […]

  • Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC), telah melakukan pembelian lahan senilai Rp 240 miliar di Kawasan Industri Krakatau I, Cilegon, Banten, untuk mendukung ekspansi bisnis pergudangan. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa pembelian tanah tersebut dilakukan pada 30 Oktober 2025 […]

  • Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk Kawal MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

    Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk Kawal MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Satgas P2SP bertujuan untuk mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, dan menyelaraskan […]

  • Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi. Rupiah menguat 42 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.168 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai […]

expand_less