Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Jenama alas kaki lawas Bata, resmi tidak lagi memproduksi alas kaki. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang digelar 25 September 2025.

Meski diputuskan akhir September lalu, namun sesungguhnya pada April 2024 lalu hal itu sudah dilakukan. Setidaknya diterapkan di pabrik sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat. Nasib sepatu merek Bata sedang tidak perform.

“Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis ringkasan risalah RUPSLB yang dikutip Katadata.co.id Kamis (9/10). Risalah tersebut juga menyatakan bahwa RUPSLB menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan penghapusan kegiatan usaha industri alas kaki tersebut.

Sebelumnya, terkait setopnya produksi di pabrik di Purwakarta, Corporate Secretary Sepatu Bata TBK, Hatta Tutuko menyampaikan keputusan tersebut dilakukan karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun.

Berdasarkan laporan keuangannya, BATA membukukan rugi bersih sebesar Rp 40,62 miliar sepanjang semester I 2025. Kerugian itu turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 127,43 miliar. Namun begitu, penjualan neto BATA tercatat menyusut menjadi Rp 159,43 miliar atau turun 38,74% di semester I 2025 dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 260,29 miliar.

Hingga semester I 2025, BATA membukukan total aset Rp 377,98 miliar, menyusut dari posisi di akhir Desember 2024 sebesar Rp 405,66 miliar. Sementara posisi liabilitas tercatat sebesar Rp 434,53 miliar dengan ekuitas Rp 56,54 miliar. Pada April 2024, PT Sepatu Bata Tbk telah menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat. Penutupan pabrik alas kaki yang telah didirikan sejak tahun 1994 tersebut dilakukan karena kerugian produksi. (*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Deddy Rachmawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Resmi Akuisisi Hotel dan Lahan di Mekkah

    Danantara Resmi Akuisisi Hotel dan Lahan di Mekkah

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan telah meneken perjanjian dengan Thakher Development Company terkait rencana pengambilalihan aset perhotelan dan properti yang berada di kawasan Thakher City, Mekkah, Arab Saudi. Kawasan Thakher City sendiri merupakan proyek pengembangan terpadu yang berlokasi sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram, Mekkah. Dalam pernyataannya di Jakarta, CEO […]

  • Piala Dunia 2026: Kroasia Siap Menuju 32 Besar

    Piala Dunia 2026: Kroasia Siap Menuju 32 Besar

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Kroasia akhirnya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Panama dengan skor tipis 1-0 pada laga kedua Grup L di Stadion Toronto, Kanada, Rabu (24/6/2026). Gol tunggal kemenangan Vatreni dicetak Ante Budimir pada menit ke-54. Hasil ini menjaga peluang Kroasia untuk melaju ke babak 32 besar setelah mengoleksi tiga poin. […]

  • Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran demi Bertahan

    Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran demi Bertahan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kenaikan harga kedelai impor memaksa perajin tempe di Ponorogo, Jawa Timur, mengubah strategi produksi. Alih-alih menaikkan harga jual, pelaku usaha memilih memperkecil ukuran tempe demi menjaga daya beli konsumen. Perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Hadi Prayitno, mengatakan lonjakan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat signifikan. Harga kedelai impor kini mencapai […]

  • China Pastikan Hadir di KTT ASEAN Malaysia 2025, Bahas Hubungan Dagang dan Politik dengan AS

    China Pastikan Hadir di KTT ASEAN Malaysia 2025, Bahas Hubungan Dagang dan Politik dengan AS

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China memastikan akan mengirimkan perwakilannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar pada 26–28 Oktober 2025 di Malaysia. Meski belum mengumumkan siapa pejabat yang akan hadir, Beijing menegaskan pentingnya hubungan strategis dengan ASEAN dan negara-negara Asia Timur. “China sangat mementingkan hubungannya dengan ASEAN dan kerja sama regional. Kami juga mendukung kepemimpinan […]

  • Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, Rabu (5/11/2025), rupiah dibuka di level Rp16.733 per dolar AS. Rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, […]

  • 8 Pantangan GERD yang Wajib Dihindari agar Asam Lambung Tidak Kambuh

    8 Pantangan GERD yang Wajib Dihindari agar Asam Lambung Tidak Kambuh

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Penyakit ini sering kambuh jika penderitanya tidak menjaga pola makan dan gaya hidup. Untuk mengendalikan gejala seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, dan mual, penting bagi penderita GERD mengetahui berbagai pantangan yang perlu […]

expand_less