Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Jumlah pengangguran di Indonesia menurun pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang, turun sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan penurunan tersebut terjadi di tengah bertambahnya jumlah angkatan kerja nasional.

“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

BPS mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 497.000 orang dibandingkan Februari 2026.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja. Sementara sekitar 7,22 juta orang lainnya masih belum terserap pasar kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja di Indonesia diikuti dengan penurunan jumlah pengangguran, meskipun penurunannya relatif terbatas.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan tercatat 5,54 persen, sedangkan di wilayah perdesaan berada di angka 3,15 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja perkotaan masih menghadapi tantangan dalam menyerap tambahan tenaga kerja yang masuk ke dalam angkatan kerja.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki tercatat 4,85 persen, sementara perempuan berada di angka 4,32 persen. Pekerja Penuh Capai 98,98 Juta Orang Dari 148,19 juta penduduk yang bekerja, sebanyak 98,98 juta orang tercatat bekerja penuh.

Sementara itu, sekitar 38,41 juta orang bekerja paruh waktu dan 10,78 juta orang masuk kategori setengah pengangguran.

BPS mendefinisikan setengah pengangguran sebagai penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam dalam satu minggu dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.

Data ini menunjukkan bahwa persoalan pasar kerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah orang yang belum bekerja, tetapi juga kualitas dan kecukupan jam kerja bagi mereka yang sudah bekerja.

Penurunan jumlah pengangguran menjadi sinyal positif bagi kondisi ketenagakerjaan nasional. Namun, dengan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi tantangan penting.

Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan kesempatan kerja mampu mengimbangi tambahan penduduk yang masuk ke pasar kerja sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan.

Dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang, perkembangan pasar tenaga kerja pada 2026 menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa kuat pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS).

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara melaporkan kasus positif Hantavirus yang diduga terkait dengan penyebaran di kapal pesiar MV Hondius. Data otoritas kesehatan internasional menunjukkan sedikitnya tujuh negara telah mengonfirmasi atau mengidentifikasi kasus suspek infeksi virus tersebut. World Health Organization menyebutkan, dari sejumlah pasien yang terdeteksi, tujuh kasus telah dikonfirmasi dan satu lainnya masih berstatus probable atau […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Anjlok Rp30 Ribu, Kini Rp2,68 Juta Per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Anjlok Rp30 Ribu, Kini Rp2,68 Juta Per Gram

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali anjlok. Setelah sempat menguat dalam beberapa hari terakhir, harga logam mulia yang banyak diminati masyarakat itu justru anjlok cukup tajam pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam hari ini turun Rp30.000 per gram. Harga emas Antam yang sebelumnya berada di level Rp2.710.000, kini merosot menjadi […]

  • Perak Antam Susut Lagi! Harga Terbarunya Segini

    Perak Antam Susut Lagi! Harga Terbarunya Segini

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang emas bagi masyarakat Jambi yang ingin berbisnis perak atau menambah koleksi perak. Hari ini harga logam mulia tersebut kembali menyusut sehingga lebih murah dari sebelumnya. Mengutip laman Logam Mulia, Senin (29/6/2026), harga perak murni Antam menyusut sebesar Rp500 ke level Rp39.300 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Sabtu (27/6/2026) melejit sebesar […]

  • BGN Akui Target MBG 2026 Berisiko Meleset, Pilih Perbaiki Kualitas

    BGN Akui Target MBG 2026 Berisiko Meleset, Pilih Perbaiki Kualitas

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi tidak mencapai target 82,9 juta penerima pada 2026. Laporan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengatakan pemerintah kini mengubah pendekatan dengan tidak lagi mengejar jumlah penerima, melainkan fokus pada kualitas program. “Kami sampaikan ke Presiden, […]

  • Emas Antam Terpangkas Lagi, Dibanderol Rp2.406.000 per Gram

    Emas Antam Terpangkas Lagi, Dibanderol Rp2.406.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terpangkas lagi hari ini, Kamis (4/12/2025). Kali ini penurunannya sebesar Rp6.000 sehingga harga emas Antam per gramnya menjadi Rp2.406.000. Emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,25 juta. Sedangkan emas Antam paling mahal dihargai Rp2,34 miliar. Adanya penurunan harga membuat harga beli kembali (buyback) emas Antam ikut turun menjadi Rp2.267.000 per […]

  • Dukungan Asosiasi Emiten Terhadap Reformasi Integritas Pasar Modal 

    Dukungan Asosiasi Emiten Terhadap Reformasi Integritas Pasar Modal 

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pertemuan dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk menjelaskan berbagai langkah tindak lanjut dalam pelaksanaan reformasi penguatan integritas pasar modal Indonesia. Hadir dalam pertemuan yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, […]

expand_less