Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Jumlah pengangguran di Indonesia menurun pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang, turun sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan penurunan tersebut terjadi di tengah bertambahnya jumlah angkatan kerja nasional.

“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

BPS mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 497.000 orang dibandingkan Februari 2026.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja. Sementara sekitar 7,22 juta orang lainnya masih belum terserap pasar kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja di Indonesia diikuti dengan penurunan jumlah pengangguran, meskipun penurunannya relatif terbatas.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan tercatat 5,54 persen, sedangkan di wilayah perdesaan berada di angka 3,15 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja perkotaan masih menghadapi tantangan dalam menyerap tambahan tenaga kerja yang masuk ke dalam angkatan kerja.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki tercatat 4,85 persen, sementara perempuan berada di angka 4,32 persen. Pekerja Penuh Capai 98,98 Juta Orang Dari 148,19 juta penduduk yang bekerja, sebanyak 98,98 juta orang tercatat bekerja penuh.

Sementara itu, sekitar 38,41 juta orang bekerja paruh waktu dan 10,78 juta orang masuk kategori setengah pengangguran.

BPS mendefinisikan setengah pengangguran sebagai penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam dalam satu minggu dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.

Data ini menunjukkan bahwa persoalan pasar kerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah orang yang belum bekerja, tetapi juga kualitas dan kecukupan jam kerja bagi mereka yang sudah bekerja.

Penurunan jumlah pengangguran menjadi sinyal positif bagi kondisi ketenagakerjaan nasional. Namun, dengan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi tantangan penting.

Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan kesempatan kerja mampu mengimbangi tambahan penduduk yang masuk ke pasar kerja sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan.

Dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang, perkembangan pasar tenaga kerja pada 2026 menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa kuat pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS).

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026

    Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup seluruh aktivitas wisata dan pendakian Gunung Kerinci mulai 6 Januari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Sumatera tersebut. Kebijakan penutupan tertuang dalam surat pengumuman bernomor PG.01/T.1/BTK/KSA.04.01/B/10/2026 tertanggal 6 Januari 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut […]

  • Galeri24 Stabil, UBS Turun Rp1000

    Galeri24 Stabil, UBS Turun Rp1000

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual Pegadaian mengalami harga jual bervariasi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Rabu (28/1/2026), harga jual emas Galeri24 stabil di angka Rp2.965.000 per gram. Dengan harga buyback sebesar Rp2.781.000. Sementara harga emas UBS turun tipis dari awalnya dibanderol Rp3.018.000 menjadi Rp3.017.000 per gram atau turun Rp1.000. Dengan […]

  • Pemilik Baru FUTR Gelar Tender Offer 1,5 Miliar Saham di Harga Rp79, Nilainya Tembus Rp118 Miliar

    Pemilik Baru FUTR Gelar Tender Offer 1,5 Miliar Saham di Harga Rp79, Nilainya Tembus Rp118 Miliar

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengendali baru PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), resmi mengumumkan pelaksanaan tender offer wajib atas saham FUTR dengan harga Rp79 per saham. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/12/2025), Ardhantara akan melakukan tender offer sebanyak 1,5 miliar saham atau setara 22,5% dari total […]

  • Naik Rp5000, Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp2.409.000 per Gram

    Naik Rp5000, Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp2.409.000 per Gram

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali naik hari ini, Senin (8/12/2025). Kini harga emas Antam dibanderol Rp2.409.000 per gram. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam naik sebesar Rp5.000. Sementara itu emas Antam paling murah kini Rp1.254.500 dan paling mahal mencapai Rp2,3 miliar. Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga menguat atas kenaikan tersebut menjadi Rp2.269.000 […]

  • Apa Itu Rebalancing MSCI? Ini Penyebab Pasar Saham Bisa Bergejolak

    Apa Itu Rebalancing MSCI? Ini Penyebab Pasar Saham Bisa Bergejolak

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Istilah rebalancing kerap muncul setiap kali MSCI mengumumkan perubahan indeksnya. Bagi pelaku pasar, momen ini sering kali menjadi pemicu pergerakan tajam di bursa saham. MSCI merupakan lembaga penyedia indeks global yang digunakan investor untuk mengukur kinerja pasar saham di berbagai negara, termasuk Indonesia. Indeks tersebut menjadi acuan bagi banyak dana investasi internasional dalam […]

  • Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

    Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mengarahkan transformasi ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, arah baru pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi. Hal itu disampaikan dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. […]

expand_less