Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026
- account_circle say say
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki tercatat 4,85 persen, sementara perempuan berada di angka 4,32 persen. Pekerja Penuh Capai 98,98 Juta Orang Dari 148,19 juta penduduk yang bekerja, sebanyak 98,98 juta orang tercatat bekerja penuh. Sementara itu, sekitar 38,41 juta orang bekerja paruh waktu dan 10,78 juta orang masuk kategori setengah pengangguran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Jumlah pengangguran di Indonesia menurun pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang, turun sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan penurunan tersebut terjadi di tengah bertambahnya jumlah angkatan kerja nasional.
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
BPS mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 497.000 orang dibandingkan Februari 2026.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja. Sementara sekitar 7,22 juta orang lainnya masih belum terserap pasar kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja di Indonesia diikuti dengan penurunan jumlah pengangguran, meskipun penurunannya relatif terbatas.
Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan tercatat 5,54 persen, sedangkan di wilayah perdesaan berada di angka 3,15 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja perkotaan masih menghadapi tantangan dalam menyerap tambahan tenaga kerja yang masuk ke dalam angkatan kerja.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki tercatat 4,85 persen, sementara perempuan berada di angka 4,32 persen. Pekerja Penuh Capai 98,98 Juta Orang Dari 148,19 juta penduduk yang bekerja, sebanyak 98,98 juta orang tercatat bekerja penuh.
Sementara itu, sekitar 38,41 juta orang bekerja paruh waktu dan 10,78 juta orang masuk kategori setengah pengangguran.
BPS mendefinisikan setengah pengangguran sebagai penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam dalam satu minggu dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.
Data ini menunjukkan bahwa persoalan pasar kerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah orang yang belum bekerja, tetapi juga kualitas dan kecukupan jam kerja bagi mereka yang sudah bekerja.
Penurunan jumlah pengangguran menjadi sinyal positif bagi kondisi ketenagakerjaan nasional. Namun, dengan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi tantangan penting.
Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan kesempatan kerja mampu mengimbangi tambahan penduduk yang masuk ke pasar kerja sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan.
Dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang, perkembangan pasar tenaga kerja pada 2026 menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa kuat pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS).
- Penulis: say say
