Dorong Perusahaan Lokal Mulai Ekspansi Pasar Modal, BEI Gelar Go Public Seminar “Turning Growth Into Opportunity” di Jambi
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (Self-Regulatory Organizations/SRO), menggelar kegiatan Go Public Seminar bertajuk “Turning Growth Into Opportunity” di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu (5/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (Self-Regulatory Organizations/SRO), serta didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jambi, sukses menggelar kegiatan Go Public Seminar bertajuk “Turning Growth Into Opportunity” di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu (5/8/2026).
Agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, otoritas keuangan, serta para pemilik (owner), direktur, dan jajaran manajemen perusahaan se-Provinsi Jambi.
Turut hadir memberikan arahan antara lain Plt. Kepala DPMTSP Provinsi Jambi, Jangcik Mohza, M.Pd., M.Si., serta Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya.
Seminar ini diselenggarakan untuk mengenalkan instrumen pasar modal sebagai alternatif pendanaan jangka panjang melalui skema Initial Public Offering (IPO) Saham bagi perusahaan-perusahaan di wilayah Provinsi Jambi.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Jambi, Rena Novita, menyampaikan bahwa pertumbuhan pasar modal di Indonesia terus menunjukkan tren positif baik dari sisi pasokan emiten maupun jumlah investor.
Berdasarkan data per 31 Juli 2026, telah terdapat 962 perusahaan tercatat saham dan 134 perusahaan penerbit obligasi/sukuk di BEI.
Sepanjang tahun 2026 saja, sebanyak 7 perusahaan baru berhasil mencatatkan sahamnya dengan total dana terhimpun mencapai Rp2,16 triliun, serta 115 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) senilai Rp104,11 triliun dari 62 penerbit.
Dari sisi permintaan (demand), jumlah investor pasar modal Indonesia per akhir Juni 2026 telah menembus lebih dari 28,9 juta Single Investor Identification (SID), di mana 34,2% di antaranya merupakan investor saham.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan yang berasal dari Provinsi Jambi yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
“Kami berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi perusahaan-perusahaan di Jambi untuk mengenal lebih dekat proses Go Public, mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka, serta melahirkan perusahaan tercatat pertama yang berasal dari Provinsi Jambi,” ujar Rena Novita, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jambi.
Melalui kampanye dan semangat #GoPublicLebihBaik, BEI Kantor Perwakilan Jambi berkomitmen memberikan edukasi, pendampingan, serta fasilitasi konsultasi secara cuma-cuma (tanpa komitmen maupun biaya apapun) bagi pelaku usaha di Jambi yang ingin berkonsultasi mengenai proses IPO.
Dalam rangkaian seminar tersebut, diskusi interaktif dimoderatori oleh Safina Audria Azzahra (Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat 1 BEI) dengan menghadirkan tiga narasumber utama:
1. Yan Hendrick Simorangkir – Kepala Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat 1 PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
2. Oscar Harianto Malikus – Direktur PT Ciptadana Sekuritas
3. Mona Dita Saraswati – Corporate Secretary PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA)
Melalui pemaparan materi teknis serta pemutaran success story dari emiten yang telah melantai di bursa, acara ini diharapkan mampu memacu para pemilik usaha lokal di Jambi untuk menjadikan pasar modal sebagai rumah pertumbuhan bisnis serta memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
- Penulis: Fitri Amalia
