Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pengusaha Jambi Perlu Membaca Arah Pertumbuhan Kawasan Sebelum Ekspansi

Pengusaha Jambi Perlu Membaca Arah Pertumbuhan Kawasan Sebelum Ekspansi

  • account_circle say say
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perkembangan bisnis di sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah toko yang sudah berdiri. Arah investasi, pembangunan infrastruktur, perkembangan properti dan munculnya pusat aktivitas baru dapat mengubah peta ekonomi suatu kawasan dalam beberapa tahun. Kondisi tersebut membuat pengusaha yang hendak membuka cabang atau menempatkan modal perlu melihat ekosistem bisnis sekaligus arah pertumbuhan kawasan.

Bank Indonesia mencatat kredit korporasi di Provinsi Jambi tumbuh 14,55 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,06 persen pada triwulan sebelumnya. Kredit sektor perdagangan juga tumbuh 14,36 persen, sementara kredit sektor industri tumbuh 19,44 persen.

Data tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan korporasi dan dunia usaha tetap bergerak. Namun, pertumbuhan pembiayaan tidak berarti seluruh lokasi memiliki prospek yang sama. Bagi pelaku usaha, yang perlu dibaca berikutnya adalah di mana aktivitas ekonomi tersebut terkonsentrasi dan ke mana perkembangannya bergerak.

Pemerintah Kota Jambi pada Mei 2026 menyebut pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang modern serta terintegrasi menjadi salah satu arah pembangunan kota. Pemkot juga menempatkan peningkatan infrastruktur dan konektivitas sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Sementara dalam rancangan perubahan APBD 2026, Pemkot Jambi memproyeksikan belanja daerah mencapai sekitar Rp1,992 triliun. Pemerintah menyebut layanan kesehatan dan infrastruktur termasuk sektor yang mendapat prioritas.

Perubahan tersebut relevan bagi bisnis karena pembangunan tidak hanya menghasilkan fasilitas publik, tetapi juga dapat memengaruhi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Hal serupa terlihat pada sektor properti. Pemerintah Kota Jambi pada April 2026 menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan perumahan sekaligus mendorong kolaborasi pemerintah dan pelaku industri properti melalui agenda bersama REI Jambi.

Ketika perumahan bertambah, infrastruktur berkembang dan pusat perdagangan baru muncul, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai layanan ikut berpotensi berubah. Di sinilah konsep Read the Business dan Read the Growth menjadi relevan.

Pengusaha tidak cukup menghitung berapa kompetitor yang sudah ada. Mereka juga perlu melihat apakah kompetitor tersebut membentuk business cluster, siapa tenant yang berada di sekitarnya, bisnis apa yang saling melengkapi dan apakah permintaan pasar cukup besar.

Pada saat bersamaan, pengusaha perlu melihat indikator masa depan: investasi, properti, infrastruktur, pusat aktivitas baru dan ekspansi kawasan perkotaan.

Dengan membaca dua sisi tersebut, keputusan ekspansi tidak hanya berdasarkan kondisi pasar hari ini.

Sebab lokasi bisnis yang dibeli atau disewa untuk jangka panjang pada akhirnya bukan hanya bertaruh pada “ramainya kawasan sekarang”, tetapi juga pada bagaimana kawasan tersebut berkembang setelah bisnis masuk.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani Play Button

    Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus pembobolan perbankan melalui BI Fast menjadi kekhawatiran tersendiri. Terlebih peristiwa ini diduga dilakukan oleh jaringan yang terorganisir. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan keyakinan itu, Senin (15/12). Ia mengatakan kasus penipuan dan serangan siber di sektor keuangan saat ini merupakan persoalan yang semakin kompleks dan sulit ditangani. Dilansir Kompas.com, […]

  • Polemik Desil Makin Ramai, BPS Didesak Jelaskan Data Penentu Bansos

    Polemik Desil Makin Ramai, BPS Didesak Jelaskan Data Penentu Bansos

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belum mereda. Badan Pusat Statistik (BPS) didesak memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai sumber data dan metode yang digunakan untuk menentukan peringkat ekonomi warga. Desakan itu salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. Ia meminta BPS segera memperbaiki […]

  • BGN Angkat Suara soal Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, 19 Korban Dirawat

    BGN Angkat Suara soal Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, 19 Korban Dirawat

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penjelasan resmi terkait insiden kecelakaan mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa sebanyak 19 siswa menjadi korban dan seluruhnya telah mendapat penanganan medis di dua rumah sakit. “Sebanyak 19 […]

  • Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga berbagai komoditas dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat. Penguatan tercatat pada komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara, sementara Crude Palm Oil (CPO) dan timah justru melemah di tengah tekanan pasar global. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar komoditas yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku […]

  • Emas Pegadaian Melesat! Antam Tembus Rp2,7 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Naik

    Emas Pegadaian Melesat! Antam Tembus Rp2,7 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Naik

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui pegadaian kembali mahal. Tiga jenama emas yang banyak diburu masyarakat yakni Antam, UBS, dan Galeri24 kompak menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Namun, Antam menjadi bintang utama. Kenaikannya paling tinggi dibandingkan dua produk emas lainnya. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam hari ini melonjak Rp32.000 per gram. Harganya […]

  • Aturan Baru Pembayaran Pinjaman dari APBN untuk Pemda, BUMN, dan BUMD Resmi Berlaku

    Aturan Baru Pembayaran Pinjaman dari APBN untuk Pemda, BUMN, dan BUMD Resmi Berlaku

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Pemerintah resmi mengatur tata cara pembayaran pinjaman dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bagi pemerintah daerah (Pemda), BUMN, dan BUMD. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pemberian Pinjaman oleh Pemerintah Pusat, yang ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 September 2025. Dalam beleid tersebut, dijelaskan […]

expand_less