Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Polemik Desil Makin Ramai, BPS Didesak Jelaskan Data Penentu Bansos

Polemik Desil Makin Ramai, BPS Didesak Jelaskan Data Penentu Bansos

  • account_circle say say
  • calendar_month 49 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Polemik data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belum mereda. Badan Pusat Statistik (BPS) didesak memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai sumber data dan metode yang digunakan untuk menentukan peringkat ekonomi warga.

Desakan itu salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. Ia meminta BPS segera memperbaiki data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian masyarakat.

Menurut Lalu, transparansi penting karena data desil berkaitan dengan akses masyarakat terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk bantuan sosial. Kesalahan klasifikasi berpotensi membuat warga yang seharusnya menerima bantuan justru tersisih.

“BPS juga harus menjelaskan kepada masyarakat sumber data yang digunakan di dalam menentukan desil,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Ia juga meminta perbaikan data dilakukan dengan cepat. BPS didorong menyelesaikan pembaruan maksimal dua pekan setelah masyarakat menyampaikan sanggahan melalui kanal yang telah disediakan.

Polemik tersebut turut mendapat perhatian Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Ia mengatakan pemerintah terus memantau keluhan warga terkait peringkat desil yang dianggap tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.

Gus Ipul mengakui masih ditemukan persoalan dalam penetapan peringkat tersebut. Karena itu, ia menyatakan akan meminta BPS memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Desil merupakan salah satu bagian penting dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai kebijakan dan bantuan.

Persoalan muncul ketika peringkat yang tercantum dalam data dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual warga. Kasus warga yang dianggap berada pada kelompok ekonomi tinggi meski kondisi kehidupannya sederhana ikut memperbesar sorotan publik.

Karena itu, perbaikan data tidak hanya menyangkut angka dalam sistem. Akurasi desil berkaitan langsung dengan ketepatan sasaran kebijakan pemerintah.

BPS kini dituntut memastikan mekanisme pemutakhiran dan sanggah dapat berjalan transparan, sekaligus menjelaskan kepada publik bagaimana kondisi ekonomi seseorang diterjemahkan menjadi peringkat desil.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciri-ciri Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

    Ciri-ciri Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asam lambung memiliki peran penting dalam proses pencernaan makanan. Namun, produksi asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan, terutama jika naik ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai GERD, yaitu gangguan ketika asam lambung kembali naik ke esofagus dan menimbulkan berbagai keluhan. Asam lambung yang naik dapat menimbulkan sejumlah gejala yang cukup mengganggu, antara […]

  • Hari Ke-3 Longsor Cisarua, 2.129 Personel Dikerahkan Cari 80-an Korban Hilang

    Hari Ke-3 Longsor Cisarua, 2.129 Personel Dikerahkan Cari 80-an Korban Hilang

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki hari ketiga operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Tim SAR Gabungan mengerahkan 2.129 personel untuk mencari sekitar 80-an korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian […]

  • BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

    BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan tren positif seiring implementasi transformasi perusahaan melalui program BRIvolution. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut datang dari segmen kredit komersial (commercial) yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan. Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran kredit komersial mencapai Rp61,4 triliun. Angka ini melonjak […]

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Stabil

    Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Stabil

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS hari ini kompak stabil. Dua produk logam mulia andalan Pegadaian tersebut harganya tidak berubah dari kemarin . Mengutip Antara, Senin (23/2/2026), harga emas UBS bertahan di angka Rp 3.061.000 per gram. Sementara Galeri24 stagnan di angka Rp 3.047.000 per gram. Harga jual emas UBS dan Galeri24 di […]

  • Rupiah Melemah ke Level Rp16.848 per Dolar AS Jelang Pidato Trump

    Rupiah Melemah ke Level Rp16.848 per Dolar AS Jelang Pidato Trump

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Berdasarkan data pasar spot, rupiah hari ini melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.829 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen geopolitik global dan faktor domestik, di tengah penguatan tipis indeks […]

  • IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun lebih dari 6 persen dan sempat menyentuh level 8.300, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 6,82 persen ke level 8.367 pada pukul 09.06 WIB. Tekanan jual mendominasi […]

expand_less