Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kinerja bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan tren positif seiring implementasi transformasi perusahaan melalui program BRIvolution. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut datang dari segmen kredit komersial (commercial) yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan.

Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran kredit komersial mencapai Rp61,4 triliun. Angka ini melonjak signifikan sebesar 58,4% secara tahunan (year-on-year), atau meningkat Rp22,6 triliun dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadi kelanjutan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, nilai kredit komersial BRI tercatat sebesar Rp20,8 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, sebelum akhirnya melonjak tajam pada 2025.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menyebut penguatan segmen ini dilakukan melalui optimalisasi rantai nilai bisnis nasabah serta pengembangan ekosistem yang terintegrasi.

“Segmen middle market memiliki peran strategis sebagai penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem bisnis nasional,” ujarnya.

Dari sisi portofolio, pembiayaan BRI didominasi sektor berbasis APBN sebesar 20%, diikuti sektor energi 12%, konstruksi 11%, serta perdagangan dan pangan masing-masing 10%. Industri pengolahan turut menyumbang sekitar 8%.

Selain ekspansi kredit, BRI juga memperkuat layanan digital guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada nasabah. Salah satunya melalui platform QLola by BRI yang menyediakan layanan pengelolaan keuangan terintegrasi, mulai dari transaksi hingga monitoring kondisi finansial perusahaan.

Dari sisi risiko, kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan menjadi 7,6% pada 2025, mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin solid di tengah ekspansi bisnis.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umrah Mandiri Bisa Hilangkan 4,2 Juta Lapangan Kerja, Ini Penjelasan Amphuri dan MUI

    Umrah Mandiri Bisa Hilangkan 4,2 Juta Lapangan Kerja, Ini Penjelasan Amphuri dan MUI

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan pemerintah yang melegalkan umrah mandiri menuai beragam reaksi. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menilai aturan baru tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan sekitar 4,2 juta lapangan kerja di Indonesia yang selama ini bergantung pada industri perjalanan ibadah. Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaky Zakariya, menjelaskan bahwa legalisasi umrah mandiri memungkinkan platform global […]

  • Penduduk Jambi Bertambah Lebih Lambat, Bisnis Perlu Membaca Siapa Konsumennya

    Penduduk Jambi Bertambah Lebih Lambat, Bisnis Perlu Membaca Siapa Konsumennya

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah penduduk masih menjadi salah satu indikator yang sering digunakan ketika menentukan lokasi usaha. Namun, perubahan struktur penduduk membuat angka populasi saja tidak cukup untuk membaca potensi pasar. BPS mencatat rata-rata pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi dalam lima tahun terakhir sebesar 1,27 persen per tahun. Pada 2025, rasio ketergantungan mencapai 45,24 persen dan proporsi […]

  • Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    Di Pabrik Ini GAC Hasilkan 1 Mobil Setiap 53 Detik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – GAC Group kembali menegaskan posisinya di industri otomotif global lewat kehadiran Smart Eco-Factory. Difasilitas produksi modern ini GAC mampu menghasilkan satu kendaraan hanya dalam waktu 53 detik. Pencapaian ini menjadi bukti nyata integrasi teknologi digital, efisiensi produksi, standar kualitas tinggi, serta komitmen terhadap keberlanjutan dalam satu ekosistem manufaktur. Berdasarkan keterangan resmi dari perusahaan, […]

  • Rupiah Melemah Lagi! Pagi Ini Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Lagi! Pagi Ini Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan. Pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini rupiah di level Rp17.859. Mengutip dari Antara, mata uang Indonesia melemah 16 poin atau tergerus 0,09 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS. Penutupan sebelumnya rupiah di level Rp17.843 per […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Ambruk Lagi, Segram Kini Rp2,61 Juta

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Ambruk Lagi, Segram Kini Rp2,61 Juta

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali dibuat tak berdaya. Setelah melemah dalam beberapa perdagangan terakhir, logam mulia yang menjadi salah satu pilihan investasi masyarakat itu kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram berkurang Rp17.000. Kini harganya berada di level Rp2.610.000 dari semula Rp2.627.000 per […]

  • Perak Antam Kembali Menguat, Segini Harga Terbarunya

    Perak Antam Kembali Menguat, Segini Harga Terbarunya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam terpantau kembali menguat pada Selasa (21/4/2026). Logam mulia berwarna putih ini tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, memberikan sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini melonjak sebesar Rp550 ke level Rp51.050 per gram. Angka ini menjadi patokan penting […]

expand_less