Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kinerja bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan tren positif seiring implementasi transformasi perusahaan melalui program BRIvolution. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut datang dari segmen kredit komersial (commercial) yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan.

Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran kredit komersial mencapai Rp61,4 triliun. Angka ini melonjak signifikan sebesar 58,4% secara tahunan (year-on-year), atau meningkat Rp22,6 triliun dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadi kelanjutan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, nilai kredit komersial BRI tercatat sebesar Rp20,8 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, sebelum akhirnya melonjak tajam pada 2025.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menyebut penguatan segmen ini dilakukan melalui optimalisasi rantai nilai bisnis nasabah serta pengembangan ekosistem yang terintegrasi.

“Segmen middle market memiliki peran strategis sebagai penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem bisnis nasional,” ujarnya.

Dari sisi portofolio, pembiayaan BRI didominasi sektor berbasis APBN sebesar 20%, diikuti sektor energi 12%, konstruksi 11%, serta perdagangan dan pangan masing-masing 10%. Industri pengolahan turut menyumbang sekitar 8%.

Selain ekspansi kredit, BRI juga memperkuat layanan digital guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada nasabah. Salah satunya melalui platform QLola by BRI yang menyediakan layanan pengelolaan keuangan terintegrasi, mulai dari transaksi hingga monitoring kondisi finansial perusahaan.

Dari sisi risiko, kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan menjadi 7,6% pada 2025, mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin solid di tengah ekspansi bisnis.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dibuka Menguat, IHSG Naik 0,13 Persen ke Level 8,377

    Dibuka Menguat, IHSG Naik 0,13 Persen ke Level 8,377

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (14/11/2025). IHSG menguat 10,27 poin atau 0,13% ke 8,377,75. Tercatat sebanyak 227 saham naik, 173 saham turun dan 212 saham stagnan pada sesi pertama ini. Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral […]

  • Mahasiswa Kedokteran Unsri Dibully dan Diperas Senior

    Mahasiswa Kedokteran Unsri Dibully dan Diperas Senior

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memerintahkan penghentian sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) yang diselenggarakan di RSUP M. Hoesin Palembang. Langkah ini diambil menyusul dugaan perundungan (bullying) dan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh senior terhadap mahasiswa PPDS. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, […]

  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di Tengah Ketidakpastian, OCBC NISP Tekankan Kolaborasi Bisnis

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di Tengah Ketidakpastian, OCBC NISP Tekankan Kolaborasi Bisnis

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif dengan angka 5,11% pada kuartal II 2025, meski menghadapi dinamika global yang kompleks. Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menekankan bahwa kolaborasi antar pelaku bisnis menjadi kunci untuk menangkap peluang di tengah ketidakpastian ekonomi. Dalam OCBC Business Forum 2025 di Jakarta, Parwati menjelaskan bahwa sinergi antara perusahaan, […]

  • Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali Kapal AS dan Israel

    Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali Kapal AS dan Israel

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi negara-negara dunia. Namun, jalur strategis tersebut tidak diperbolehkan dilintasi kapal milik Amerika Serikat, Israel, serta sekutu keduanya. Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Mesir, Ayman Mohyeldin, seperti dikutip media internasional. “Selat Hormuz sebenarnya terbuka. […]

  • Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Masuknya merek-merek asal China ke pusat perbelanjaan di Indonesia kini menjadi magnet baru bagi pengunjung. Fenomena ini tak hanya mengubah lanskap industri ritel, tetapi juga menjadi strategi penting bagi pengembang besar seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam menjaga traffic mal dan memperkuat daya tarik tenant di tengah ketatnya persaingan bisnis properti. Tren […]

  • BI Sebut Pasar Finansial Global Kena Dampak tak Langsung Konflik AS-Iran

    BI Sebut Pasar Finansial Global Kena Dampak tak Langsung Konflik AS-Iran

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa perang AS-Israel terhadap Iran memberikan dampak tidak langsung terhadap pasar keuangan global yang sangat besar. “Kalau direct impact (dampak langsung), Iran dan Israel ini sebenarnya bukan financial hub secara global. Jadi kontribusi mereka dalam financial sector yang tidak terlalu besar, dan reaksi pasar […]

expand_less