Fitch Pertahankan Rating BBB untuk BCA, Outlook Negatif Bayangi Risiko Eksternal
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Fitch Ratings Tahan Rating Bank Central Asia di BBB, Outlook Masih Negatif
JAMBISNIS.COM – Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Bank Central Asia (BCA) di level investment grade. Dalam laporan terbarunya, Fitch menegaskan Long-Term Issuer Default Rating (IDR) BCA tetap di level BBB dengan outlook negatif. Di saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga menahan National Long-Term Rating BCA di level AAA(idn) dengan outlook stabil.
Fitch menyebut, kekuatan fundamental BCA menjadi penopang utama peringkat tersebut. Hal ini tercermin dari Viability Rating (VR) di level bbb, yang menunjukkan kinerja bank tetap solid secara standalone.
BCA dinilai memiliki franchise domestik yang kuat, ditopang oleh basis dana murah (CASA) yang besar dan terdiversifikasi. Kondisi ini memberikan akses pendanaan berbiaya rendah sekaligus menjaga margin bunga bersih tetap tinggi.
Selain itu, permodalan yang kuat membuat kinerja keuangan BCA konsisten lebih baik dibandingkan bank lain dalam berbagai siklus ekonomi.
Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan outlook negatif seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap kondisi eksternal Indonesia.
Lingkungan operasional perbankan domestik dinilai masih kondusif, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2026 dan 5% pada 2027. Namun, risiko eksternal seperti konflik geopolitik dan kenaikan harga energi global menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Dari sisi bisnis, BCA disebut memiliki posisi kuat di segmen transaction banking sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, dengan pangsa aset sekitar 12% per akhir 2025.
Untuk profil risiko, Fitch menilai BCA menerapkan standar penyaluran kredit yang konservatif, sehingga menjaga kualitas aset tetap solid. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat membaik menjadi 1,7% pada akhir 2025.
Sementara itu, rasio loan at risk juga turun menjadi 4,8%, termasuk salah satu yang terendah di industri perbankan nasional.
Fitch memperkirakan biaya kredit BCA akan tetap rendah dalam dua tahun ke depan, didukung oleh tingkat pencadangan yang kuat.
Dari sisi profitabilitas, rasio operating profit terhadap risk-weighted assets meningkat menjadi 7,6% pada 2025. Margin bunga bersih diperkirakan tetap terjaga berkat dominasi dana murah dan struktur aset yang optimal.
Permodalan BCA juga menjadi salah satu yang terkuat di kawasan, dengan rasio common equity tier 1 (CET1) mencapai 29,2% pada akhir 2025.
Likuiditas bank ini pun sangat solid, tercermin dari liquidity coverage ratio sebesar 311% dan net stable funding ratio sebesar 159%.
Fitch juga mempertahankan Government Support Rating (GSR) BCA di level bbb-, yang mencerminkan kemungkinan dukungan pemerintah mengingat peran penting BCA dalam sistem keuangan nasional.
Ke depan, Fitch menyebut outlook BCA berpotensi kembali stabil apabila outlook sovereign Indonesia membaik. Sebaliknya, tekanan terhadap peringkat negara dapat berdampak langsung pada rating BCA.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar