Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Epilepsi pada anak tidak hanya berkaitan dengan kejang, tetapi juga bisa berdampak pada kondisi psikologis. Gangguan seperti depresi dan kecemasan kerap muncul dan perlu dikenali sejak dini oleh orangtua, guru, maupun tenaga medis.

Sejumlah penelitian menunjukkan, anak dengan epilepsi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental. Bahkan, dalam studi di Denmark, penyandang epilepsi disebut memiliki kecenderungan bunuh diri hingga tiga kali lipat dibandingkan populasi umum.

Dokter spesialis kesehatan jiwa anak dan remaja menjelaskan, depresi pada anak epilepsi dapat ditandai dengan perubahan emosi, cara berpikir, hingga aktivitas fisik. Anak bisa terlihat murung, kehilangan semangat, sulit berkonsentrasi, hingga tidak lagi tertarik pada aktivitas yang sebelumnya disukai.

“Anak bukan hanya merasa sedih, tetapi juga mengalami penurunan kemampuan berpikir dan keinginan untuk bergerak. Ini yang membuat potensi anak bisa terhambat,” ujar seorang ahli.

Pada kelompok usia remaja, gangguan depresi lebih sering ditemukan. Sementara pada anak usia lebih muda, gangguan kecemasan justru lebih dominan. Kondisi ini kerap dipengaruhi sikap orangtua yang terlalu protektif, sehingga anak merasa ada sesuatu yang “salah” dengan dirinya.

Tanda-tanda gangguan psikologis juga bisa terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesulitan bersosialisasi di sekolah, menarik diri dari lingkungan, mudah tersinggung, hingga muncul rasa takut berlebihan tanpa alasan jelas.

Di sisi lain, tidak semua epilepsi ditandai dengan kejang yang terlihat jelas. Pada beberapa kasus, seperti tipe petit mal, anak hanya tampak melamun atau tiba-tiba kehilangan kesadaran sesaat. Kondisi ini sering tidak disadari oleh orangtua.

Ada pula tipe epilepsi yang memengaruhi perilaku, seperti kejang parsial kompleks di bagian otak tertentu. Anak bisa menjadi lebih agresif, impulsif, dan sulit mengontrol emosi, sehingga berpotensi mengalami masalah dalam pergaulan.

Para ahli mengingatkan, penting bagi orangtua untuk tidak mengabaikan perubahan perilaku anak. Jika dibiarkan, anak bisa mendapat stigma negatif dari lingkungan, yang justru memperburuk kondisi psikologisnya.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesempatan perempuan untuk bekerja tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi anak perempuan untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal tersebut tergambar dari kisah Ai Rahmawati (39), warga Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, yang berhasil menyekolahkan anak perempuannya hingga ke jenjang lebih tinggi. Di lingkungannya, kondisi tersebut […]

  • BMKG Perkirakan Kota Jambi hingga Kerinci Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    BMKG Perkirakan Kota Jambi hingga Kerinci Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Jambi pada Selasa (13/1/2026) diprakirakan didominasi hujan ringan hingga berawan, dengan suhu udara relatif hangat dan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Berdasarkan data prakiraan cuaca hari ini, sejumlah daerah seperti Kerinci, Merangin, Bungo, Tebo, Muaro Jambi, dan Kota Jambi berpotensi mengalami hujan ringan sejak pagi hingga sore […]

  • Ambisi Elon Musk, Robot Optimus Siap Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan Dunia

    Ambisi Elon Musk, Robot Optimus Siap Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan Dunia

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Elon Musk kembali membuat gebrakan besar di dunia teknologi. Dalam rapat pemegang saham Tesla pekan lalu, ia menyatakan bahwa robot humanoid Optimus akan menjadi solusi global untuk menghapus kemiskinan. Pernyataan tersebut muncul setelah para pemegang saham menyetujui paket kompensasi Musk bernilai USD 1 triliun atau sekitar Rp 16.694 triliun (kurs Rp 16.694/USD), salah […]

  • AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui partisipasi dalam Hong Kong Fintech Week (HKFW) 2025, ajang pameran dan konferensi fintech terbesar di dunia. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan keikutsertaan ini menjadi langkah penting untuk mempromosikan ekosistem pinjaman daring (pindar) Indonesia sekaligus memperluas kerja sama lintas […]

  • Terkendala Free Float, SUPR Siap Go Private dan Delisting dari BEI

    Terkendala Free Float, SUPR Siap Go Private dan Delisting dari BEI

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), mengumumkan rencana untuk mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private) sekaligus melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kendala pemenuhan ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan oleh BEI. Sejak April 2025, saham […]

  • Masih Lemah, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.749 per Dolar AS

    Masih Lemah, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.749 per Dolar AS

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pagi ini. Rupiah dibuka melemah sebesar 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.749 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,06% ke 99,53. Sementara itu, sejumlah mata uang di kawasan Asia dibuka bervariasi. Mata uang yen […]

expand_less