Sabtu, 20 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Anak Penderita Epilepsi Rentan Alami Depresi dan Cemas, Kenali Gejalanya Sejak Dini

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Epilepsi pada anak tidak hanya berkaitan dengan kejang, tetapi juga bisa berdampak pada kondisi psikologis. Gangguan seperti depresi dan kecemasan kerap muncul dan perlu dikenali sejak dini oleh orangtua, guru, maupun tenaga medis.

Sejumlah penelitian menunjukkan, anak dengan epilepsi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental. Bahkan, dalam studi di Denmark, penyandang epilepsi disebut memiliki kecenderungan bunuh diri hingga tiga kali lipat dibandingkan populasi umum.

Dokter spesialis kesehatan jiwa anak dan remaja menjelaskan, depresi pada anak epilepsi dapat ditandai dengan perubahan emosi, cara berpikir, hingga aktivitas fisik. Anak bisa terlihat murung, kehilangan semangat, sulit berkonsentrasi, hingga tidak lagi tertarik pada aktivitas yang sebelumnya disukai.

“Anak bukan hanya merasa sedih, tetapi juga mengalami penurunan kemampuan berpikir dan keinginan untuk bergerak. Ini yang membuat potensi anak bisa terhambat,” ujar seorang ahli.

Pada kelompok usia remaja, gangguan depresi lebih sering ditemukan. Sementara pada anak usia lebih muda, gangguan kecemasan justru lebih dominan. Kondisi ini kerap dipengaruhi sikap orangtua yang terlalu protektif, sehingga anak merasa ada sesuatu yang “salah” dengan dirinya.

Tanda-tanda gangguan psikologis juga bisa terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesulitan bersosialisasi di sekolah, menarik diri dari lingkungan, mudah tersinggung, hingga muncul rasa takut berlebihan tanpa alasan jelas.

Di sisi lain, tidak semua epilepsi ditandai dengan kejang yang terlihat jelas. Pada beberapa kasus, seperti tipe petit mal, anak hanya tampak melamun atau tiba-tiba kehilangan kesadaran sesaat. Kondisi ini sering tidak disadari oleh orangtua.

Ada pula tipe epilepsi yang memengaruhi perilaku, seperti kejang parsial kompleks di bagian otak tertentu. Anak bisa menjadi lebih agresif, impulsif, dan sulit mengontrol emosi, sehingga berpotensi mengalami masalah dalam pergaulan.

Para ahli mengingatkan, penting bagi orangtua untuk tidak mengabaikan perubahan perilaku anak. Jika dibiarkan, anak bisa mendapat stigma negatif dari lingkungan, yang justru memperburuk kondisi psikologisnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda PAUD Jambi Nadiyah Luncurkan Program Manasik Zakat untuk Anak PAUD

    Bunda PAUD Jambi Nadiyah Luncurkan Program Manasik Zakat untuk Anak PAUD

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah Maulana secara resmi meluncurkan kegiatan Implementasi Manasik Zakat pada satuan PAUD se-Kota Jambi, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini merupakan upaya menanamkan nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta kebiasaan berbagi kepada anak-anak sejak usia dini. Program tersebut digelar bekerja sama dengan **Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi dan berlangsung di […]

  • UMP 2026 Belum Jelas, Indeks Penghitungan Dinilai Terlalu Kecil

    UMP 2026 Belum Jelas, Indeks Penghitungan Dinilai Terlalu Kecil

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang pengumuman upah minimum provinsi atau UMP 2026, beredar kabar ada perubahan nilai indeks dalam penghitungan rumus UMP. Indeks yang disebut dengan indeks tertentu tersebut sejatinya merupakan hak prerogatif Presiden. “Indeks tertentu adalah hak prerogatif presiden, bukan diputuskan oleh sekumpulan orang di luar mandat konstitusi. Jika indeks tertentu diturunkan, artinya Menaker justru melindungi […]

  • Resep Tempoyak Khas Jambi, Fermentasi Durian dengan Rasa Unik yang Bikin Ketagihan

    Resep Tempoyak Khas Jambi, Fermentasi Durian dengan Rasa Unik yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kalau biasanya durian disajikan langsung sebagai buah segar atau dijadikan campuran es krim dan kue, di Jambi buah ini justru diolah jadi hidangan tradisional khas bernama tempoyak. Makanan satu ini terkenal dengan aroma kuat dan cita rasa asam gurih yang khas hasil dari proses fermentasi durian. Bagi masyarakat Jambi, tempoyak bukan sekadar lauk […]

  • Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

    Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit di kisaran 8% – 12% pada tahun 2026 menjadi level paling ideal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan di luar kisaran tersebut, justru bakal berisiko menekan ketahanan perbankan atau justru menahan laju pemulihan ekonomi. Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro mengatakan, target tersebut […]

  • Prediksi Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

    Prediksi Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laga puncak FIFA Series 2026 akan mempertemukan Timnas Indonesia melawan Timnas Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026). Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit dengan tensi tinggi. Tim Garuda melangkah ke final usai tampil meyakinkan dengan mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0. Sementara Bulgaria menunjukkan kekuatan ofensif luar biasa setelah menghancurkan Kepulauan […]

  • Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

    Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Roti dengan masa simpan hingga enam bulan kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat: apakah masih aman dikonsumsi? Produk roti awet biasanya melalui proses pengolahan, pengemasan, dan penambahan bahan tertentu untuk memperpanjang daya tahan. Ahli Gizi sekaligus Ketua PD Asosiasi Dietisien Indonesia (Asdi) Jakarta Siti Dharma Azizah mengatakan, roti yang mengandung pengawet, dan legal alias […]

expand_less