Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Epilepsi pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga psikologis, baik bagi anak maupun orang tua. Kekhawatiran kerap muncul ketika kejang terjadi secara tiba-tiba, terutama saat anak sedang beraktivitas atau bermain.

Dalam upaya mencegah kekambuhan, sebagian orang tua mulai memperhatikan pola makan anak. Salah satu yang sering disorot adalah konsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG), seperti mi instan dan camilan kemasan.

Seorang ibu, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya merawat anak dengan epilepsi sejak usia 6 tahun. Ia mengaku kesulitan mengontrol pola makan anaknya yang gemar mengonsumsi makanan instan.

“Setiap anak saya makan mi instan, biasanya keesokan harinya langsung kejang. Kalau makan camilan yang mengandung MSG juga sering kambuh,” ujarnya.

Meski demikian, secara medis, hubungan antara MSG dan kejang masih menjadi perdebatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa zat aditif seperti MSG dapat memengaruhi sistem saraf, namun bukti ilmiah pada manusia masih terbatas.

Menurut Epilepsy Foundation, pemicu kejang pada penderita epilepsi dapat berbeda pada setiap individu. Makanan bukanlah penyebab utama, tetapi dalam beberapa kasus, zat tertentu dapat meningkatkan sensitivitas saraf.

Selain MSG, beberapa jenis makanan lain juga disarankan untuk dibatasi, seperti makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berpotensi memicu kejang pada sebagian penderita.

Di sisi lain, penderita epilepsi dianjurkan menerapkan pola makan seimbang. Asupan seperti protein tanpa lemak, buah dan sayur, serta lemak sehat dinilai dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

Dalam beberapa kasus tertentu, diet khusus seperti diet ketogenik juga digunakan sebagai bagian dari terapi untuk membantu mengurangi frekuensi kejang. Namun, penerapannya harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis.

Secara umum, epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan klinis dan penunjang seperti elektroensefalografi (EEG), serta pencitraan otak seperti MRI atau CT scan.

Hingga saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengontrol kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perak Antam Naik Tipis, Kini Harganya Rp43.200 per Gram

    Perak Antam Naik Tipis, Kini Harganya Rp43.200 per Gram

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam terpantau menguat tipis pada perdagangan Senin (22/6/2026). Logam mulia yang kerap menjadi alternatif investasi selain emas itu masih menunjukkan pergerakan terbatas. Mengutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini naik Rp50 menjadi berada di level Rp43.200 per gram. Tak hanya dalam satuan gram, harga perak batangan […]

  • Harga Ayam Broiler di Pasar Angso Duo Naik 15,79 persen Menjadi Rp38.000 per Kilogram.

    Harga Ayam Broiler di Pasar Angso Duo Naik 15,79 persen Menjadi Rp38.000 per Kilogram.

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Angso Duo Jambi pada Rabu, 15 Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama daging ayam broiler dan cabai rawit. Sementara itu, harga beberapa jenis beras justru mengalami penurunan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga daging ayam broiler menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, […]

  • Rupiah Menguat  0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat 0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin (24/11/2025). Diperdagangan awal pekan ini rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.716 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen pasar yang bercampur antara perkembangan geopolitik global dan rilis data ekonomi domestik yang […]

  • Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

    Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia usaha nasional menghadapi tekanan yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik. Dalam kondisi tersebut, penguatan jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga keberlangsungan dan daya tahan bisnis. Business Networking International (BNI) Indonesia National Director Grace Hakim mengatakan, tantangan global dan domestik […]

  • ISPU Jambi Tembus 210, PM2.5 Jadi Ancaman Utama Warga

    ISPU Jambi Tembus 210, PM2.5 Jadi Ancaman Utama Warga

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kualitas udara di Kota Jambi kembali berada pada level yang mengkhawatirkan. Konsentrasi polutan partikulat halus atau PM2.5 menjadi penyumbang utama buruknya kualitas udara pada Jumat (4/9/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi melalui Stasiun Jambi Paal Lima, indeks standar pencemaran udara (ISPU) tercatat 210 pada pukul 08.00 WIB. Angka tersebut […]

  • Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun. Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara […]

expand_less