Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Epilepsi pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga psikologis, baik bagi anak maupun orang tua. Kekhawatiran kerap muncul ketika kejang terjadi secara tiba-tiba, terutama saat anak sedang beraktivitas atau bermain.

Dalam upaya mencegah kekambuhan, sebagian orang tua mulai memperhatikan pola makan anak. Salah satu yang sering disorot adalah konsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG), seperti mi instan dan camilan kemasan.

Seorang ibu, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya merawat anak dengan epilepsi sejak usia 6 tahun. Ia mengaku kesulitan mengontrol pola makan anaknya yang gemar mengonsumsi makanan instan.

“Setiap anak saya makan mi instan, biasanya keesokan harinya langsung kejang. Kalau makan camilan yang mengandung MSG juga sering kambuh,” ujarnya.

Meski demikian, secara medis, hubungan antara MSG dan kejang masih menjadi perdebatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa zat aditif seperti MSG dapat memengaruhi sistem saraf, namun bukti ilmiah pada manusia masih terbatas.

Menurut Epilepsy Foundation, pemicu kejang pada penderita epilepsi dapat berbeda pada setiap individu. Makanan bukanlah penyebab utama, tetapi dalam beberapa kasus, zat tertentu dapat meningkatkan sensitivitas saraf.

Selain MSG, beberapa jenis makanan lain juga disarankan untuk dibatasi, seperti makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berpotensi memicu kejang pada sebagian penderita.

Di sisi lain, penderita epilepsi dianjurkan menerapkan pola makan seimbang. Asupan seperti protein tanpa lemak, buah dan sayur, serta lemak sehat dinilai dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

Dalam beberapa kasus tertentu, diet khusus seperti diet ketogenik juga digunakan sebagai bagian dari terapi untuk membantu mengurangi frekuensi kejang. Namun, penerapannya harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis.

Secara umum, epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan klinis dan penunjang seperti elektroensefalografi (EEG), serta pencitraan otak seperti MRI atau CT scan.

Hingga saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengontrol kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Beberapa Komoditas Cabai dan Beras Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Beberapa Komoditas Cabai dan Beras Turun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, per 25 November 2025 tercatat berada dalam kondisi relatif stabil berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga, sementara beberapa jenis cabai dan beras menunjukkan penurunan. Sejumlah varian beras seperti Beras Naruto, Beras Anggur, Beras King, Beras […]

  • Gantikan Pakaian Impor Bekas, Pemerintah Siapkan 1.300 Merek Lokal

    Gantikan Pakaian Impor Bekas, Pemerintah Siapkan 1.300 Merek Lokal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan langkah tegas dalam memberantas masuknya pakaian impor bekas. Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa sekitar 1.300 merek lokal telah disiapkan untuk mengisi pasar yang selama ini didominasi barang bekas impor, terutama pakaian. Ia menegaskan, aturan yang tercantum dalam Permendag Nomor 40 Tahun 2022 menjadi dasar pemerintah […]

  • Harga Perak Jeblok, Per Gramnya Jadi Rp53.900

    Harga Perak Jeblok, Per Gramnya Jadi Rp53.900

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau menurun drastis pada Selasa, 3 Februari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam berkurang Rp 600 ke level Rp 53.900 per gram. Untuk harga dasar perak murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 13.875.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 15.401.250. Sedangkan berat […]

  • Tracon Industri Rampungkan Proyek Pipa Panas Bumi PGEO di Kamojang Lebih Cepat

    Tracon Industri Rampungkan Proyek Pipa Panas Bumi PGEO di Kamojang Lebih Cepat

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Tracon Industri berhasil menyelesaikan proyek pembangunan jalur pipa panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Proyek tersebut rampung sekitar dua bulan lebih awal dan ditujukan untuk mendukung operasional lapangan panas bumi Kamojang yang menjadi salah satu tulang punggung […]

  • Emas Antam Ambles Rp20 Ribu! Harga per Gram Kini Rp2,819 Juta

    Emas Antam Ambles Rp20 Ribu! Harga per Gram Kini Rp2,819 Juta

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali terperosok pada perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026). Pelemahan harga emas tersebut membuat investor kembali mencermati arah pergerakan logam mulia di tengah dinamika pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman resmi logam mulia, harga emas Antam merosot sebesar Rp20.000 per gram. Kini, harga emas berada di level […]

  • Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang. Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT […]

expand_less