Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Epilepsi pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga psikologis, baik bagi anak maupun orang tua. Kekhawatiran kerap muncul ketika kejang terjadi secara tiba-tiba, terutama saat anak sedang beraktivitas atau bermain.

Dalam upaya mencegah kekambuhan, sebagian orang tua mulai memperhatikan pola makan anak. Salah satu yang sering disorot adalah konsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG), seperti mi instan dan camilan kemasan.

Seorang ibu, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya merawat anak dengan epilepsi sejak usia 6 tahun. Ia mengaku kesulitan mengontrol pola makan anaknya yang gemar mengonsumsi makanan instan.

“Setiap anak saya makan mi instan, biasanya keesokan harinya langsung kejang. Kalau makan camilan yang mengandung MSG juga sering kambuh,” ujarnya.

Meski demikian, secara medis, hubungan antara MSG dan kejang masih menjadi perdebatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa zat aditif seperti MSG dapat memengaruhi sistem saraf, namun bukti ilmiah pada manusia masih terbatas.

Menurut Epilepsy Foundation, pemicu kejang pada penderita epilepsi dapat berbeda pada setiap individu. Makanan bukanlah penyebab utama, tetapi dalam beberapa kasus, zat tertentu dapat meningkatkan sensitivitas saraf.

Selain MSG, beberapa jenis makanan lain juga disarankan untuk dibatasi, seperti makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berpotensi memicu kejang pada sebagian penderita.

Di sisi lain, penderita epilepsi dianjurkan menerapkan pola makan seimbang. Asupan seperti protein tanpa lemak, buah dan sayur, serta lemak sehat dinilai dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

Dalam beberapa kasus tertentu, diet khusus seperti diet ketogenik juga digunakan sebagai bagian dari terapi untuk membantu mengurangi frekuensi kejang. Namun, penerapannya harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis.

Secara umum, epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan klinis dan penunjang seperti elektroensefalografi (EEG), serta pencitraan otak seperti MRI atau CT scan.

Hingga saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengontrol kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di seluruh pasar. Langkah ini diambil menyusul adanya ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan akibat penghentian sementara kegiatan operasional oleh pemerintah. Suspensi tersebut sebagaimana tercantum dalam pengumuman BEI No. Peng-SPT-00021/BEI.PP3/12-2025, yang berlaku mulai Sesi II perdagangan Rabu, 17 […]

  • Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang […]

  • Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Kemenkeu Targetkan Tambahan Penerimaan Rp20 Triliun

    Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Kemenkeu Targetkan Tambahan Penerimaan Rp20 Triliun

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bea keluar (BK) ekspor batu bara akan mulai dipungut pada 1 Januari 2026. Saat ini, aturan pelaksana berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) masih dalam tahap penyusunan dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2025. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, penyusunan PMK tersebut telah sejalan […]

  • Diposisi Rp16.847 per Dolar AS, Rupiah Terpangkas 28 Poin

    Diposisi Rp16.847 per Dolar AS, Rupiah Terpangkas 28 Poin

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp 16.847 per dolar AS. Dilansir dari Antara, nilai tukar rupiah terpangkas 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.819 per dolar AS. Sampai hari ini rupiah […]

  • TP PKK Kota Jambi Gencarkan GEBRAK TBC, Kader Screening dari Rumah ke Rumah

    TP PKK Kota Jambi Gencarkan GEBRAK TBC, Kader Screening dari Rumah ke Rumah

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Penggerak PKK Kota Jambi memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui program Gerakan Bersama Kader Screening Tuberkulosis (GEBRAK TBC). Program tersebut dilakukan dengan melibatkan kader PKK, khususnya Pokja IV di setiap kecamatan, untuk melakukan sosialisasi sekaligus mendeteksi masyarakat yang memiliki gejala TBC. Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG mengatakan, […]

  • Cara Validasi dan Registrasi Massal NIK Pegawai di Portal NPWP 2025, Wajib Diketahui Pemberi Kerja

    Cara Validasi dan Registrasi Massal NIK Pegawai di Portal NPWP 2025, Wajib Diketahui Pemberi Kerja

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kembali menghadirkan pembaruan besar dalam sistem administrasi perpajakan melalui peluncuran fitur Validasi dan Registrasi Massal NIK Pegawai di Portal NPWP (portalnpwp.pajak.go.id). Fitur ini tersedia dalam Portal NPWP Versi 2.1 yang mulai berlaku pada 2025 sebagai bagian dari integrasi penuh NIK–NPWP menuju sistem Coretax. Pembaruan ini sangat penting […]

expand_less