Senin, 8 Jun 2026
light_mode
Beranda » Regional » 5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Peta kemampuan fiskal kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada 2026 menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Sejumlah daerah masih berada di kelompok terbawah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang relatif kecil.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Kota Sungai Penuh menempati posisi paling bawah dengan pendapatan hanya Rp696,94 miliar. Angka ini menjadi yang terendah dibandingkan seluruh daerah di Jambi.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatatkan pendapatan Rp878,56 miliar. Disusul Kabupaten Tebo dengan Rp939,24 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Kerinci berada di peringkat keempat dengan pendapatan Rp1,10 triliun, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat di posisi kelima dengan Rp1,16 triliun.

Jika dibandingkan dengan daerah teratas seperti Kota Jambi yang mencapai Rp1,77 triliun, terlihat jelas adanya jurang kapasitas fiskal antarwilayah.

Keterbatasan APBD ini bukan sekadar angka, tetapi berimplikasi langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan, memperbaiki infrastruktur, hingga meningkatkan layanan publik.

Di Kota Sungai Penuh, misalnya, ruang fiskal yang sempit membuat pemerintah daerah harus sangat selektif dalam menentukan prioritas anggaran. Program pembangunan harus difokuskan pada sektor yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Kondisi serupa juga dihadapi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tebo, yang masih bergantung besar pada dana transfer pusat. Ketergantungan ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal daerah belum sepenuhnya terbentuk.

Sementara itu, daerah seperti Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai menunjukkan kapasitas yang lebih baik, meski masih berada di kelompok menengah bawah.

Pengamat keuangan daerah menilai, rendahnya APBD umumnya disebabkan oleh terbatasnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi ekonomi lokal yang belum tergarap optimal menjadi salah satu faktor utama.

Padahal, peningkatan PAD menjadi kunci untuk memperluas ruang fiskal. Tanpa itu, daerah akan terus bergantung pada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat.

Selain itu, efisiensi belanja juga menjadi faktor penting. Dengan anggaran yang terbatas, setiap rupiah harus diarahkan pada program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

APBD sendiri merupakan instrumen utama dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah. Besar kecilnya anggaran mencerminkan kemampuan daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen Usai Serangan Drone Ukraina Hantam Depot Minyak Rusia

    Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen Usai Serangan Drone Ukraina Hantam Depot Minyak Rusia

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali merangkak naik sekitar 2 persen pada Jumat (14/11) menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan global setelah serangan drone Ukraina menghantam fasilitas minyak di pelabuhan Novorossiysk, Rusia. Pelabuhan ini dikenal sebagai salah satu pusat ekspor minyak terbesar Negeri Beruang Merah. Mengutip data perdagangan terkini, harga minyak mentah Brent naik USD […]

  • Menanjak ke Level Baru, Harga Perak Tembus Rp65.600 per Gram

    Menanjak ke Level Baru, Harga Perak Tembus Rp65.600 per Gram

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali menguat hingga menembus level baru pada Senin, 26 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam menanjak Rp 1.350 ke level Rp 65.600 per gram. Angka ini merupakan level baru dengan melampaui Rp 65.000 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Sabtu (24/1/2026) naik drastis […]

  • Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran berdampak pada aktivitas ekspor mobil dari Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Salah satu yang terdampak adalah pengiriman kendaraan produksi Toyota dari pabrik di Indonesia. Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan proses produksi kendaraan untuk pasar ekspor masih berjalan normal sesuai pesanan […]

  • Perbaikan Daya Beli, AS Siapkan Rencana Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

    Perbaikan Daya Beli, AS Siapkan Rencana Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Scott Bessent mengungkapkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah menyiapkan langkah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok, termasuk kopi, pisang, dan sejumlah komoditas pangan lainnya. Langkah tersebut dilakukan setelah Partai Republik mengalami kemunduran dalam pemilu negara bagian pekan lalu akibat kemarahan pemilih atas tingginya biaya hidup. Bessent mengatakan, […]

  • Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

    Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes. Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya […]

  • Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum membaik. Pada perdagangan pagi ini rupiah kembali tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) akibat sentimen konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi serta kekhawatiran penutupan Selat Hormuz membuat rupiah bergerak di zona merah. Berdasarkan data pasar, Jumat (6/3/2026), rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi […]

expand_less