Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Regional » 5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Peta kemampuan fiskal kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada 2026 menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Sejumlah daerah masih berada di kelompok terbawah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang relatif kecil.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Kota Sungai Penuh menempati posisi paling bawah dengan pendapatan hanya Rp696,94 miliar. Angka ini menjadi yang terendah dibandingkan seluruh daerah di Jambi.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatatkan pendapatan Rp878,56 miliar. Disusul Kabupaten Tebo dengan Rp939,24 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Kerinci berada di peringkat keempat dengan pendapatan Rp1,10 triliun, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat di posisi kelima dengan Rp1,16 triliun.

Jika dibandingkan dengan daerah teratas seperti Kota Jambi yang mencapai Rp1,77 triliun, terlihat jelas adanya jurang kapasitas fiskal antarwilayah.

Keterbatasan APBD ini bukan sekadar angka, tetapi berimplikasi langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan, memperbaiki infrastruktur, hingga meningkatkan layanan publik.

Di Kota Sungai Penuh, misalnya, ruang fiskal yang sempit membuat pemerintah daerah harus sangat selektif dalam menentukan prioritas anggaran. Program pembangunan harus difokuskan pada sektor yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Kondisi serupa juga dihadapi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tebo, yang masih bergantung besar pada dana transfer pusat. Ketergantungan ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal daerah belum sepenuhnya terbentuk.

Sementara itu, daerah seperti Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai menunjukkan kapasitas yang lebih baik, meski masih berada di kelompok menengah bawah.

Pengamat keuangan daerah menilai, rendahnya APBD umumnya disebabkan oleh terbatasnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi ekonomi lokal yang belum tergarap optimal menjadi salah satu faktor utama.

Padahal, peningkatan PAD menjadi kunci untuk memperluas ruang fiskal. Tanpa itu, daerah akan terus bergantung pada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat.

Selain itu, efisiensi belanja juga menjadi faktor penting. Dengan anggaran yang terbatas, setiap rupiah harus diarahkan pada program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

APBD sendiri merupakan instrumen utama dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah. Besar kecilnya anggaran mencerminkan kemampuan daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib Bandung Ditahan Borneo FC 1-1

    Persib Bandung Ditahan Borneo FC 1-1

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin saat bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan kompetisi sepak bola nasional. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (15/3/2026), berakhir imbang 1-1. Meski tidak menelan kekalahan, gelandang Persib Marc Klok mengaku kurang puas dengan hasil tersebut. Menurutnya, tim datang dengan target meraih kemenangan. […]

  • KPK Soroti Risiko Korupsi Program MBG Rp268 Triliun, Mengapa Belum Ada Penindakan?

    KPK Soroti Risiko Korupsi Program MBG Rp268 Triliun, Mengapa Belum Ada Penindakan?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti potensi penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Besarnya anggaran serta kesiapan kelembagaan yang dinilai belum matang menjadi sumber kerawanan. Pada 2025, anggaran program ini mencapai sekitar Rp85 triliun. Angka itu melonjak tajam menjadi Rp268 triliun pada 2026. KPK menilai lonjakan tersebut […]

  • Naik Drastis, Harga Perak Antam Sentuh Rp42.465 per Gram

    Naik Drastis, Harga Perak Antam Sentuh Rp42.465 per Gram

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau naik drastis pada Rabu (24/12/2025). Harga perak Antam kini mendekati level Rp 44.000 per gram. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 1.500 ke level Rp 43.965 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam sebesar Rp 900 ke angka Rp 42.465 per gram. Hari ini […]

  • Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana Lantik TP PKK, Bunda PAUD dan Posyandu Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

    Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana Lantik TP PKK, Bunda PAUD dan Posyandu Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana secara resmi melantik dan mengukuhkan pengurus TP PKK, Bunda PAUD, serta Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang digelar di Aula PKK Kota Jambi tersebut juga dirangkai dengan prosesi serah terima jabatan TP PKK Kecamatan Alam Barajo dan Telanaipura. […]

  • Sudah Didera Masalah Kualitas Industri, Saham Airbus Anjlok 10 Persen

    Sudah Didera Masalah Kualitas Industri, Saham Airbus Anjlok 10 Persen

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan pembuat pesawat raksasa, Airbus, mengonfirmasi mereka menemukan masalah kualitas industri yang memengaruhi panel logam pada sejumlah pesawat A320. Menurut laporan Reuters yang dikutip pada Selasa (2/12/2025), kabar tersebut menambah tantangan terbaru bagi Airbus setelah penarikan kembali pesawatnya untuk pembaruan perangkat lunak (software) akhir pekan lalu. Diluar dugaan, saham Airbus anjlok hingga 10 […]

  • Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, […]

expand_less