Jelang Hari Raya Kurban, Harga Sapi Melonjak Hingga Rp30 Juta per Ekor
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Aktivitas jual beli sapi di Pasar Patok, Lumajang, Jawa Timur, menjelang Idul Adha 2026. Harga sapi naik hingga Rp3 juta per ekor akibat lonjakan permintaan, terutama dari luar daerah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga hewan kurban di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada sapi, yang mengalami lonjakan hingga Rp3 juta per ekor dalam sepekan terakhir.
Di Pasar Patok, salah satu pusat perdagangan ternak di Lumajang, aktivitas jual beli terpantau meningkat. Pedagang menyebut lonjakan harga dipicu oleh tingginya permintaan, terutama dari luar daerah.
“Kalau sapi besar bisa naik sampai Rp3 juta. Ini karena sudah mendekati momen kurban,” kata Budi, pedagang sapi, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pembeli justru didominasi oleh konsumen dari luar Lumajang, seperti Surabaya, Sidoarjo, Jember, hingga Jawa Barat. Kondisi ini membuat stok cepat terserap dan harga terdorong naik.
Saat ini, harga sapi ukuran kecil hingga sedang berada di kisaran Rp17,5 juta per ekor, naik dari sebelumnya sekitar Rp16 juta. Sementara sapi ukuran besar kini dijual hingga Rp30 juta per ekor, dari sebelumnya Rp27 juta.
Kenaikan juga terjadi pada kambing, meski tidak setinggi sapi. Harga kambing rata-rata naik sekitar Rp500 ribu per ekor.
“Harga kambing sekarang bervariasi, mulai Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Ada juga paket dua ekor Rp5 juta,” ujar Arifin, pedagang kambing asal Kecamatan Tempeh.
Menurut dia, tingginya harga tidak mengurangi minat pembeli. Dalam sehari, ia mengaku mampu menjual 10 hingga 15 ekor kambing untuk kebutuhan kurban.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang memprediksi harga masih berpotensi naik seiring mendekatnya hari raya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, Endra Novianto, mengatakan pihaknya telah menurunkan puluhan petugas untuk memastikan kesehatan hewan kurban.
Sebanyak 90 paramedik disiagakan di berbagai kecamatan dan puskeswan. Mereka bertugas memeriksa kondisi ternak agar layak konsumsi dan bebas dari penyakit menular.
“Kami juga dibantu mahasiswa kedokteran hewan dan dewan kesehatan hewan untuk pengawasan saat penyembelihan,” kata Endra.
- Penulis: say say

