Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menyempitnya ruang fiskal pemerintah akibat pelebaran defisit APBN 2025 membuat peran Bank Indonesia (BI) semakin krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan keterbatasan stimulus fiskal, kebijakan moneter dinilai menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pelebaran defisit tersebut dipicu oleh realisasi penerimaan pajak yang tidak mencapai target, sementara kebutuhan belanja negara terus meningkat.

Managing Director sekaligus Chief Economist HSBC untuk India dan ASEAN, Pranjul Bhandari, menyebut pemerintah pada dasarnya memiliki dua instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni kebijakan fiskal dan moneter. Namun, dalam kondisi saat ini, ruang kebijakan moneter dinilai lebih longgar dibandingkan fiskal.

Menurut Pranjul, pasar keuangan sangat mencermati batas defisit fiskal 3 persen. Upaya menembus batas tersebut berpotensi menimbulkan tekanan, terutama di pasar obligasi. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu menjaga disiplin fiskal sembari mengoptimalkan dukungan dari kebijakan moneter.

Dari sisi moneter, BI dinilai masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan. HSBC memperkirakan bank sentral dapat menurunkan suku bunga hingga tiga kali sepanjang 2026, dengan total penurunan sekitar 75 basis poin. Proyeksi ini didasarkan pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang masih rendah.

Meski demikian, tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi tantangan utama. Arus keluar modal asing berpotensi mendorong depresiasi rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026. Kondisi tersebut menuntut BI untuk bersikap oportunis dalam memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS guna melonggarkan kebijakan suku bunga.

Pandangan lebih berhati-hati disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David E. Sumual. Ia menilai pelonggaran moneter pada 2026 tidak akan seagresif tahun sebelumnya, mengingat ketidakpastian global dan menipisnya selisih suku bunga antara Indonesia dan Amerika Serikat.

David menekankan bahwa meskipun inflasi masih terkendali, stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama BI. Tekanan global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Fed dan dinamika perdagangan internasional, membatasi ruang pelonggaran moneter yang terlalu agresif.

Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Peran BI diharapkan mampu menyeimbangkan dorongan pertumbuhan dengan stabilitas makroekonomi di tengah tantangan global yang masih berlanjut.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih tertahan pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit UMKM per Maret 2026 hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.498,4 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pertumbuhan 7 hingga 9 persen yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini. Meski […]

  • Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Anjlok hingga 14 Persen, Bawang Ikut Turun

    Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Anjlok hingga 14 Persen, Bawang Ikut Turun

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Selasa (14/7/2026) mengalami penurunan, terutama kelompok cabai dan bawang. Di sisi lain, mayoritas bahan pokok lainnya masih bertahan stabil. Berdasarkan data SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, Cabe Merah Besar dan Cabe Merah Kecil menjadi komoditas dengan penurunan harga […]

  • Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini 26 Juni 2026, Kota Jambi Berawan, Merangin Cerah

    Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini 26 Juni 2026, Kota Jambi Berawan, Merangin Cerah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga cerah pada Jumat (26/6/2026). Berdasarkan prakiraan cuaca hari ini, belum ada potensi hujan yang signifikan di sebagian besar kabupaten dan kota. Kota Jambi diprediksi berawan dengan suhu udara berkisar 25–31 derajat Celsius dan kelembapan udara 60–90 persen. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi […]

  • Harga Emas Antam Ngedrop Tajam, Simak Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Ngedrop Tajam, Simak Rinciannya di Sini

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok Rp30.000 pada perdagangan Senin (30/3/2026). Kondisi ini berbeda dari kemarin yang cenderung stagnan. Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2.807.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp2.837.000 per gram. Demikian juga harga buyback emas Antam hari ini ikut merosot. Harga buyback emas Antam […]

  • BNI Optimis Lampaui Target KUR Perumahan Rp250 Miliar di Akhir Tahun

    BNI Optimis Lampaui Target KUR Perumahan Rp250 Miliar di Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan optimis dapat melampaui target penyaluran KUR (kredit usaha rakyat) perumahan sebesar Rp250 miliar hingga akhir tahun, terdiri dari Rp100 miliar di sisi supply dan Rp150 miliar di sisi demand. “BNI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, baik […]

  • VF8 Generasi Kedua Jadi Sorotan, Performa Dinilai Lebih Lambat

    VF8 Generasi Kedua Jadi Sorotan, Performa Dinilai Lebih Lambat

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast resmi meluncurkan VF8 generasi kedua di pasar Vietnam. Peluncuran model terbaru ini langsung menarik perhatian karena muncul penilaian bahwa performanya tidak seagresif model sebelumnya. Berdasarkan laporan yang diwartakan CarsCoops pada Jumat (22/5/2026), VF8 generasi terbaru dinilai memiliki tingkat kecepatan yang kurang optimal dibandingkan varian pendahulunya. Meski hadir dengan […]

expand_less