Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 19 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami belasan siswa sekolah dasar usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan TTU, Basilius Haumein, mengatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa belum dirilis oleh Laboratorium Kesehatan (Labkes).

“Sampai saat ini kami belum menerima rilis hasil pemeriksaan laboratorium. Saya sudah cek ke bidang terkait, tetapi belum ada umpan balik dari Labkes,” ujar Basilius, Kamis (18/12/2025).

Basilius menjelaskan, proses pemeriksaan sampel dilakukan di dua lokasi berbeda. Sampel ikan yang dikonsumsi para siswa diperiksa di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang, sedangkan sampel muntahan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.

Menurut dia, Labkes Provinsi NTT masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM Kupang sebelum merilis hasil secara keseluruhan.

Sebelumnya, sebanyak 14 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Kota Kefamenanu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu pada Kamis (27/11/2025) setelah mengalami gejala mual, muntah, sakit kepala, dan lemas usai menyantap MBG.

Pantauan di RSUD Kefamenanu menunjukkan sejumlah siswa PAUD dan SD sempat menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD). Sebagian siswa telah dipulangkan setelah mendapat penanganan medis.

Dinas Kesehatan TTU bersama tim gabungan dari Laboratorium Kesehatan, puskesmas, dan tenaga kesehatan setempat telah melakukan investigasi lapangan, termasuk pengambilan sampel makanan dan muntahan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.

“Langkah awal kami adalah menangani pasien, mendeteksi kemungkinan kasus susulan, lalu mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diuji,” kata Basilius.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa saat kejadian antara lain nasi kuning, daun ubi tumis, ikan goreng tepung, tahu goreng, dan buah semangka.

Hingga hasil uji laboratorium diumumkan, Dinas Kesehatan TTU meminta masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS–Korsel Sepakati Perjanjian Dagang USD 350 Miliar, Ini Rincian Lengkapnya

    AS–Korsel Sepakati Perjanjian Dagang USD 350 Miliar, Ini Rincian Lengkapnya

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan resmi merilis rincian kesepakatan dagang besar senilai USD 350 miliar pada Jumat (14/11). Kesepakatan ini mencakup investasi raksasa Korea Selatan di AS, pemangkasan tarif impor, hingga kolaborasi strategis di sektor pertahanan, energi nuklir, dan kecerdasan buatan. Kesepakatan tersebut diumumkan setelah pertemuan Oktober lalu antara Presiden Korea Selatan […]

  • Pabrik rokok

    Di Tengah Rencana Cukai Rokok Tidak Naik, Begini Produksi Rokok Tanah Air

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan tidak akan menaikkan cukai rokok pada tahun depan. Kebijakan ini salah satunya ditujukan untuk memberantas rokok ilegal yang marak di tanah air. Kabar ini juga disambut gembira pelaku indiustri rokok. Terlebih keputusan ini diharapkan bisa mengurangi beban industri rokok. Lalu seperti apa produksi rokok di Indonesia selama […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025), meskipun bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat reli kuat yang dipimpin oleh saham-saham teknologi besar seperti Amazon dan Nvidia. Dikutip dari CNBC, reli di Wall Street didorong oleh lonjakan saham Amazon sebesar 4 persen setelah perusahaan menandatangani kesepakatan […]

  • Lindungi Petani, Izin 190 Kios Pupuk yang Langgar HET Dicabut

    Lindungi Petani, Izin 190 Kios Pupuk yang Langgar HET Dicabut

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan pencabutan izin terhadap 190 pengecer dan distributor pupuk yang terbukti tidak mematuhi aturan harga eceran tertinggi (HET) baru, yang turun 20 persen. “Para distributor, pengecer pupuk yang tidak mematuhi pengumuman pemerintah turun harga 20 persen, hari ini kita cabut izinnya, total 190 pengecer, distributor yang kita […]

  • Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Jepang tercatat mengalami kontraksi 0,4% pada kuartal III 2025. Data terbaru yang dirilis Senin (17/11/2025) menunjukkan aktivitas ekonomi Negeri Sakura melemah dalam periode Juli–September, setelah sebelumnya tumbuh 0,6% pada kuartal II. Meski kontraksi tersebut lebih baik dari proyeksi pasar sebesar minus 0,6%, ini menjadi penurunan pertama sejak awal 2024. Pelemahan terbesar datang […]

expand_less