Senin, 6 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » TNI AL Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2, Diduga Akan Diekspor

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2, Diduga Akan Diekspor

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal di kawasan pergudangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Wakil Komandan Kodaeral III, Dian Suryansyah, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen terkait pengiriman pasir timah dari Tanjung Balai, Karimun menuju Jakarta menggunakan dua truk.

“Pergerakan ini mencurigakan karena seharusnya pasir timah dikirim ke Bangka untuk diproses di PT Timah,” ujar Dian dalam konferensi pers di Markas Koarmada RI, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut dia, tim intelijen TNI AL memantau perjalanan dua truk tersebut sejak dari Lampung saat hendak menyeberang ke Pulau Jawa. Setelah tiba, kendaraan terus dibuntuti hingga memasuki kawasan pergudangan di PIK 2.

Dian menegaskan, lokasi tersebut bukan wilayah pengolahan atau pemurnian timah. “Artinya, kedua truk ini berada di luar jalur resmi distribusi,” kata dia.

Saat dilakukan penyergapan, petugas menemukan dokumen berupa fotokopi risalah lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam yang menyebut PT Mineral Anugrah Semesta sebagai pemenang lelang.

Namun, truk pengangkut diketahui milik PT Tambang Wancheng dan tidak memiliki dokumen sah atas kepemilikan 16 ton pasir timah tersebut.

Selain itu, ditemukan dokumen kerja sama yang mengharuskan hasil timah dijual ke PT Timah di Bangka. Fakta bahwa barang justru dibawa ke Jakarta memperkuat dugaan penyimpangan distribusi.

“Seharusnya dari Tanjung Balai Karimun langsung diarahkan ke Bangka, bukan ke Jakarta,” ujar Dian.

TNI AL menduga pasir timah tersebut akan diselundupkan untuk tujuan ekspor ilegal. Atas dasar itu, seluruh barang bukti langsung disita dengan melibatkan penyidik dari sektor energi dan sumber daya mineral.

Dian menegaskan, pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya TNI AL memberantas penyelundupan sumber daya alam Indonesia.

“Kami berharap ini memberikan efek jera agar tidak ada lagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari kekayaan alam secara ilegal,” kata dia.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Stagnan, Berikut Rincian Lengkap Harganya

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Stagnan, Berikut Rincian Lengkap Harganya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian kembali kompak stabil. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (12/1/2025), kedua produk emas tersebut tidak mengalami perubahan harga sejak kemarin. Keduanya sama-sama mempertahankan label harga mereka tanpa ada lonjakan maupun penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Harga jual emas Galeri24 stabil di angka Rp2.596.000 per […]

  • Anggaran Bappeda Kota Jambi Rp5,1 Miliar Disorot, Perjalanan Dinas Paling Besar

    Anggaran Bappeda Kota Jambi Rp5,1 Miliar Disorot, Perjalanan Dinas Paling Besar

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana Umum Pengadaan (RUP) Bappeda Kota Jambi tahun anggaran 2026 membuka rincian penggunaan anggaran senilai Rp5,11 miliar. Namun, komposisi belanja justru memicu sorotan publik karena dominasi anggaran untuk mobilitas pejabat dan kegiatan rapat. Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun dari ratusan paket kegiatan, pos perjalanan dinas menjadi yang paling besar. Nilainya mencapai Rp1,18 miliar, […]

  • IHSG Rebound, Menguat ke Posisi 8.267

    IHSG Rebound, Menguat ke Posisi 8.267

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025). IHSG naik 42,76 poin atau 0,49 persen ke level 8.267. Sebanyak 250 saham tercatat menguat, sementara 241 saham melemah, dan 154 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 3,61 triliun dengan volume perdagangan 5,10 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat […]

  • Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi masih di Rp17.200-an

    Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi masih di Rp17.200-an

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026) pagi. Rupiah dibuka menguat sebesar 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.229 per dolar AS. Performa positif ini terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang terpantau melemah […]

  • Bandara IMIP Morowali Tanpa Bea Cukai Jadi Sorotan, Menkeu Purbaya Siap Kerahkan Petugas

    Bandara IMIP Morowali Tanpa Bea Cukai Jadi Sorotan, Menkeu Purbaya Siap Kerahkan Petugas

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Bandara yang beroperasi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menjadi sorotan publik. Diduga fasilitas penerbangan milik perusahaan itu disebut berjalan tanpa ada petugas bea cukai dan imigrasi. Menyikapi hal ini menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung  mengirimkan personel Bea Cukai. Menurut Purbaya, berdasarkan informasi yang didapat, bandara tersebut saat ini […]

  • Batang Hari Tekan Kemiskinan ke 8,27 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,21 Persen

    Batang Hari Tekan Kemiskinan ke 8,27 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,21 Persen

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 8,27 persen pada 2025, dari sebelumnya 8,63 persen. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi daerah itu meningkat dari 3,42 persen menjadi 5,21 persen. Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator perbaikan kesejahteraan masyarakat setelah sebelumnya daerah itu sempat mencatat angka […]

expand_less